New Place
Mama Toki berhenti mengaduk adonan omelette di mangkuk yang dipegangnya.
GUBRAK!! Duk... Duk... Dukk...
“Aduh...!! Eh... Eh... Aw...” Toki mengaduh sambil menuruni tangga. Dia tadi membuka pintu kamarnya dengan buru-buru. Tangannya memegang tas, helm, jaket, dan seperti biasa, bocah itu menabrak pinggiran tangga. Nabrak kok jadi kebiasaan. Toki menggerutu dalam hati sambil menyampirkan jaketnya di kursi makan. 
“Morning, mom... ” sapanya pada sang mama.
“Hmmmm, morning, too...” mamanya mengerlingkan mata jenaka. Sudah hafal dengan ritme anak kesayangannya.
“PR sudah?”
“Sudah mah..” jawab Toki sambil menarik kursi lalu duduk. Tangannya langsung meraih gelas susu yang sudah disiapkan mama. Ahh, hangatnyaaa... Toki selalu suka menggenggam gelas susu lama-lama di telapak tangannya. Enak dan nyaman rasanya.
Sruuup... Ia menyeruput susu hangatnya pelan-pelan.
“Enak mah... Tengkiu...” ucapnya sambil tersenyum lebar.
Mama tersenyum mendengarnya. Tangannya sibuk dengan penggorengan dan spatula. “You’re welcome, Toki," jawab mamah.
Beberapa menit kemudian omelette itu sudah tersaji di meja makan. Mama membaginya menjadi beberapa bagian, meletakkan satu bagian di piring Toki dan satu bagian lagi di piringnya sendiri. Ibu dan anak itu makan sambil berbagi cerita seperti biasa.
Jam 08.15 sarapan selesai. Toki membetulkan seragamnya. Ini hari terakhirnya memakai seragam ini. Minggu depan dia sudah meninggalkan Jepang. Kembali ke Indonesia. 
Hmmm... Padahal sudah mulai akrab dengan beberapa teman. Baru sebulan sekolah di sini sudah harus pindah lagi. 
Sambil berjalan ke pintu apartemen, Toki menengok bayangannya di kaca. Ia ingin mengingat seperti apa dirinya dengan seragam sekolah berjas biru itu. Toki merasa cantik memakai warna biru. 
Mamanya mengunci pintu apartemen. Mereka berjalan ke tempat parkir, mengambil sepeda yang dibeli mama waktu baru sampai di sini, lalu berboncengan ke sekolah.
Toki menatap langit.
Cerah sekali. Suhu udara tiga derajat Celsius. Setelah berhari-hari hujan salju, tiga derajat Celsius berarti matahari bersinar terang dan salju bakal meleleh. 
Laju sepeda melambat. Mama berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Toki melompat turun dari boncengan. Ia memamerkan senyum termanisnya. Mama membalas dengan tawa hangat. 
“Pamitan yang baik sama teman-teman, ya?” pesannya sambil menunduk, mata jernihnya beradu pandang dengan Toki.
“Iya, ma..”
“Mama pulang, ya.. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Toki terus mengawasi sampai sepeda yang dikendarai mama menghilang di tikungan, lalu berbalik dan melewati gerbang sekolah menuju kelasnya.

Komentar

Login untuk melihat komentar!