Bahagia yang Menular
           Tepat pada sore itu, aku menjumpai pemandangan yang tak biasanya. Pada deretan tukang becak yang sedang berjajar pinggir jalan. Ramai memang namun ada yang berbeda dari biasanya. Apa itu? Sebuah mobil berhenti tepat dipinggir para tukang becak tersebut. Membuka kaca mobil sambil berkata,

"Pak sini, ada sedikit rezeki" tutur pengendara mobil tersebut. 

Seketika para tukang becak yang sedang duduk, melamun, bahkan sempat hendak istirahat merebahkan tubuhnya di bawah rindang daun seketika langsung terkejut dibuatnya. 

"Mari, mari sini pak!" dengan nada bergegas salah satu pengendara mobil itu.


           Walau jarak antara aku dengan mereka hanya beberapa meter saja, namun rasanya kebahagiaan itu menular seketika. Indahnya melihat sesama saling berbagi dan mengasihi. 

'Andai hal yang kulihat didepan mata ini dapat terjadi setiap hari, tidak hanya pada saat pandemi dan Ramadhan saja' batinku menghelas nafas.


           Ya, bahagia itu menular. Ketika melihat hal-hal kebaikan yang selalu dilakukan disekitar kita. Tanpa mengharap balasan. Hal tersebut pun dapat kita lakukan. Dengan berbagi dalam bentuk apapun dan dalam keadaan apapun. 

Berbagi apa saja? Apapun yang bisa kamu bagikan. Entah itu senyuman yang tulus, pikiran yang positif, mendengarkan curhatan orang lain yang sedang dirundung masalah, membantu membayar hutang teman jika belum gajihan, membantu memberi makan atau hanya sekedar membayarkannya makanan atau minuman yang ia sukai. 


           Hal sederhana memang, namun bagi mereka itu adalah suatu hal yang sangat berharga. Diatas langit masih ada langit, dibawah bumi masih ada bumi. Maka dimanapun kita berada janganlah tunjukan sifat keangkuhan. Karena segalanya adalah titipan-Nya. Apa yang perlu disombongkan kalau akhirnya kita meninggal hanya berbalut kain kafan. 


           Bahagia itu menular. Ketika kita tahu dan kita membantunya secara langsung orang-orang yang memang membutuhkan uluran tangan kita. Jangan perlu ragu apalagi malu. Dengan pemberian yang kadang kita kira tidak seberapa. Namun itu berharga bagi mereka. 


           Bahagia itu menular. Jika saja semua hal kebaikan dapat dilakukan setiap harinya. Dari mulai kamu bangun pagi sampai kamu tidur malam. Coba list apa saja kebaikan yang sudah kamu lakukan hari ini?
Bukan untuk jumud melainkan untuk kontrol diri. Seberapa peduli kita terhadap orang-orang yang ada disekitar kita.


           Terlebih lakukan hal baik setiap harinya. Bukan karena momentual seperti saat ini. Ada pandemi baru bagi-bagi rezeki. Mumpung Bulan Ramadhan belomba-lomba untuk sedekah karena mengharap pahala berlipat ganda. 


           Memang betul bahwa setiap kebaikan pasti akan Allah lipatgandakan. Namun coba kamu bayangkan betapa kebaikan ini tidak hanya kita lakukan pada moment-moment tertentu saja. Pasti pahala kita sudah dicatat oleh-Nya dengan berlipat ganda pula bukan?

Ayo mulai berbagi. Kapanpun, dimanapun, dalam kodisi apapun. Karena berbagi takkan mengurangi rezeki.