Doa dari Ibunda
           Untaian doa dari sang bunda. Memang nyatanya menyejukkan lara. Tak pernah berandai-andai untuk sekali saja mengecewakannya. Walau hanya dengan kata. Itu tidak mungkin. Karena dialah yang telah membesarkan kita dengan setulus kasihnya. 


          Setiap dari kita pasti pernah merasakan rasa rindu kepada orang tua, terutama rindu sang bunda. Ya, seperti yang ku rasakan tahun ini. Karena pandemi akhirnya gejolak untuk pulang ke kampung halaman pun kuurungkan sementara waktu.


           Namun betapa salutnya aku, bunda tak pernah memaksakan kehendak untuk bertemu. "Biarkan situasi ini normal dulu, baru kamu boleh kembali nak." pinta bunda. Lega rasanya mempunyai bunda yang begitu perhatian dan sabar sepertinya. Tak pernah marah apalagi membentak dengan kata-kata yang tak enak. Semua lisannya penuh dengan kehati-hatian.


           Setiap harinya bunda selalu menelephone kemari. Memastikan bahwa anaknya baik-baik saja. Tak pernah putus doa dan harapan bahwa kelak anaknya akan menjadi seperti apa yang diharapkan. Menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Sederhana pintanya. Bunda memang laksana sang surya. Mencintai tanpa banyak syarat. 


           Sebagaimana pun tingkah dan ucapan sang anak, bunda tak pernah malu atau bahkan mendoakan yang tidak-tidak. Terbayang ketika dulu saya sendiri selalu saja membelot ketika dikasih tau, atau disuruh untuk membelanjakan sesuatu. Namun itu dulu. Kejadian yang tak mengenakkan hatinya kini sudah saya perbaiki. 


           Jangan sampai saya menyesal ketika ingin berubah namun sudah terlambat. Selama bunda masih dapat melihat dan merasa, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakannya. Doa dalam mulutnya tak pernah berhenti berharap pada Sang Pencipta alam semesta. 


           Namun betapa mirisnya ketika melihat beberapa realita di depan mata. Ketika kita sudah besar, sudah mapan dan bekerja, lantas orang tua kita, kita tinggalkan begitu saja. Atau justru malah kita titipkan ke panti jompo.

Dimana rasa kasih sayang kita selama ini? Berpuluh-puluh tahun ibunda dan ayah tercinta merawat dan membesarkan kita, namun balasan kita malah seperti itu? Naudzubillah. Semoga kita bukan dari golongan yang seperti itu. 


           Percayalah, jangan sampai kita menyesal dan terlambat untuk bisa berbakti kepada kedua orang tua kita. Terutama dengan ibunda kita sendiri. Dekatilah beliau, ciumlah tangan dan keningnya, serta bahagiakanlah dirinya. Semoga menjadi pahala untuk kita.


           Teruntuk bagi yang sudah tiada orang tua. Semoga kita masih bisa istiqamah mendoakannya. Kapanpun dan dalam keadaan apapun. Karena hanya untaian doa yang bisa melapangkan siksa kuburnya. 

Terima kasih ibunda karenamulah sosok yang luar biasa. Membumbungkan doa siang dan malam bagi anak tercintanya‚̧