WA Story Mantan ART Ku
Satu
WA Story Mantan ART-ku


Sepandai-pandai manusia menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya. Itulah yang terjadi pada rumah tanggaku yang selama ini kukira akan baik-baik saja. 

Nyatanya, pada satu pagi yang tak terduga, aku tak sengaja membuka WA Story Diah, dia mantan ART ku yang sudah kupecat karena hamil di luar nikah.


Setahuku, Diah memang punya pacar seorang karyawan di toko baju. Lelaki yang sempat dua kali mengantarnya ke rumahku, saat Diah kembali dari kampungnya.


Dan sekarang, aku benar-benar dibuat terbelalak demi melihat 26 detik WA Story Diah.



“Hai semuanya, Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat. Makasih semua atas doanya….sini Sayang…”



Sekilas memang mirip potongan video vlog youtuber kebanyakan. Aku pun biasa saja, walaupun cukup heran melihat penampilan Diah sekarang yang sudah mirip sultan.



“Mungkin Diah memang alih profesi jadi youtuber, dan uangnya membanjir.” Pikirku berbaik sangka saja.


Tapi tak terduga, dua detik sebelum kerenyahan tawa Diah berakhir, sebait wajah terekam di samping Diah.


Merasa mataku rabun, aku mengambil kacamata. Jangan sampai salah sangka, bisa-bisa bahaya. Maka kuulangi sekali lagi, berharap wajah di samping itu hanya efek filter kamera terbaru. Membuat sosok kekasih Diah berubah jadi sekeren suamiku, Mas Barfiranda.



Tapi, ketika aku mengulang-ulang berkali-kali. Wajah itu hanya membayang satu fakta, itu memang benar Mas Barfi. Dari raut wajahnya, mata dan rahang, senyum juga gayanya semuanya sama. 



Video berlatar sebuah rumah yang sangat kukenal di Singapura, bagaimana bisa Diah ada di sana, di rumah mertuaku. Jadi Mas Barfi dan Diah…punya hubungan rahasia? 


Mereka semua membohongiku selama ini.
Jujur aku sakit banget mengetahui kenyataan lelaki yang kupercaya bertahun-tahun setia, nyatanya sama saja. Mas Barfi memang terikat perjanjian pranikah denganku, dimana semua harta akan jatuh padaku jika dia mempoligami aku.



Kurasa seiring berjalannya waktu, dia sudah melupakan perjanjian itu. Dan memilih hubungan terlarang yang dikiranya akan selamanya aman. Nyatanya aku tahu tanpa sengaja. Ataukah, ini memang cara mereka memberitahuku?



Pertanyaan batin mengurungku erat, membuat segala kemungkinan berubah penat. Aku duduk di sisi ranjang, menatap kejauhan. Sudah tiga hari Mas Barfi ke Singapura, ada urusan pekerjaan. Biasanya juga memang demikian, Mas Barfi menginap di rumah orang tuanya.



“Pandai sekali selama ini kamu menutupi bangkai perilaku bejatmu, Mas! Aku tak akan memaafkan, meskipun hujan darah dari mata wanitamu itu!”



*** 



Memesan pesawat setengah jam setelah WA story Diah, aku dilamun gelisah. Awan di jendela pesawat menjatuhkan hujan di mataku.



Tetapi keputusanku sudah bulat untuk membuktikan segalanya. Bahwa Wa Story Diah barusan memang benar adanya. Sampai di bandara, aku langsung memesan Grab Car menuju alamat rumah mertuaku.



Dua puluh menit perjalanan, sampailah di sebuah rumah yang terawat dan asri. Tak tunggu lama, aku langsung menuju beranda. Memencet bel, seorang pelayan membuka pintu. 


“Mrs. Putik?!”


“Iya, saya datang. Jadi apakah masih ada perempuan itu di dalam?”



Aku melangkah masuk, menuju ruang tengah dan dari dapur terdengar suara orang-orang yang bercengkerama di halaman belakang.
Dari jendela, aku melihat semuanya. Hatiku memang hancur, tapi bukan berarti aku lemah dan menyerah. Akan kubuat keluarga ini membayar sakit hatiku.



“Putik Maharani????”



Mama mertua ternganga begitu mendapati aku melangkah keluar dari pintu belakang. Di tanganku sebuah map kugenggam erat. Tidak ada yang kutakutkan, semua sudah jelas. Seketika tawa dan candaan itu terhenti, semuanya menatap ke arahku.



Benar saja, diantara mereka ada Diah yang duduk di samping Mas Barfi. 



“Putik??? Kamu ngapain kemari???”



“Aku mau kasih ini ke kamu, Mas. Ini surat perjanjian pranikah kita, bermaterai dan sah. Jadi semuanya sudah jelas, rumah dan harta yang kita cari bersama sekarang jadi milikku. Kamu menduakan aku!”



“Kamu jangan gegabah Diah, apa maksud kamu???”


“Sudahlah mengaku saja, tadi aku lihat sendiri WA Story perempuan itu! Mau bilang apa sekarang? Masak iya ada mantan ART yang memanggil sayang pada majikannya!”


“Bu Putik…dengar dulu…mungkin kita bisa bicara baik-baik. Semua bisa diterima jika kita mau terbuka. Sekarang, semua orang sudah tahu, dan semuanya menerima kecuali…”


“Kecuali saya, tentu saja! Kamu pikir saya perempuan cengeng yang mau saja diduakan sama lelaki! Kalau kamu merasa lelaki yang kamu rebut itu adalah hak mu, ambil saja! Toh saya sudah tidak sudi membagi cinta saya dengannya!”



Seperti disengaja, Diah justru mempererat rengkuhan tangannya di lengan Mas Barfi, menjijikkan.



Dari dalam rumah, seorang baby sitter keluar menggendong anak balita, aku terkesima oleh ketampanan anak itu, sekaligus juga terkejut karena wajahnya…mirip sekali dengan Mas Barfi.



“Ngaku saja, kalian sudah sangat lama main dibelakangku, bukan???”



“Emmm, Ehmm, nganu…”



“Ok, jadi jelas sudah. Sekarang, kamu tidak bisa mengelak lagi. Kamu sudah lama menghianatiku bukan, Mas? Tanda tangan sekarang, atau aku akan buka ke publik soal perselingkuhan kamu dengan ART Ku, tidakkah kamu akan malu di depan semua kenalanmu???”



Mas Barfi diam, dia tampak tertekan namun juga tak punya pilihan.



“Tidak! Saya tidak akan pisah dari kamu, Putik. Kita punya anak-anak, perusahaan yang sedang berkembang, bagaimana mungkin kami sesempit itu mengambil sebuah keputusan. Kalaupun saya ada hubungan dengan Diah, itu berawal dari kesalahan. Dan semua lelaki normal pasti tertarik dengan kebaikan gadis seperti Diah.”



“Apa Mas??? Kamu bilang normal??? Enak saja, pokoknya aku akan viralkan perselingkuhan kamu sekarang. Nih, videonya sudah kurekam, dan siap disebarkan. Nama baik kamu akan hancur seketika.”



“Dan kamu Diah, kamu mencintai suami saya…kamu terima dia sebagaimana saya pertama kali menemukannya. Tanpa membawa harta sebanyak sekarang. Karena sebentar lagi, dia hanya akan jadi lelaki biasa yang mungkin tak akan memberi banyak materi ke kamu. Nikmati saja cinta terlarang kalian, aku tidak akan sudi bertemu kalian lagi!”



Mas Barfi gemetar menandatangani surat penyerahan seluruh aset dan kekayaan perusahaan. Dia tertunduk, namun juga terancam olehku yang tak main-main. Bisa saja aku menyebarkan video penggerebekanku saat ini. Dan semua mata akan menontonnya.



Aku melangkah menjauh meninggalkan keluarga itu, tak peduli saat Mama Mertuaku menahan agar aku merenungkan kembali keputusanku. Sayangnya aku telanjur luka, dan lukaku harus dibayar mahal.[]



Bersambung...💕