Kemampuan Pemahaman Konsep (bagian 9)
“Ya ampun. Kalian keasyikan mengobrol. Sekarang sudah setengah enam. Sebentar lagi magrib.” Bu Huriah mengambil tas jinjing Pak Hadat dan masuk ke dalam rumah.
Lema dan Pak Hadat sontak kaget mendengar ucapan Bu Huriah. Dengan terburu-buru, keduanya masuk ke dalam rumah setelah meletakkan sepatunya masing-masing di rak sepatu.
Rumah keluarga Pak Hadat memiliki luas 60 meter persegi dan merupakan rumah kayu dengan model cottage bergaya rustic yang dipernis cokelat kemerahan. Pintu dan dan jendelanya dipernis dengan warna cerah sehingga menghasilkan fasad yang menarik. Di depan rumah terdapat teras berlantai ubin dan taman. Di antara taman yang terbelah terdapat jalan setapak yang dibagun menggunakan batu alam. Tak heran jika rumah keluarga Pak Hadat menghasilkan kesan ramah lingkungan dan seperti dekat dengan alam.
Di dalam rumah ada tiga kamar tidur, kamar Pak Hadat dan Bu Huriah, kamar Lema, serta satu kamar kosong yang disediakan untuk para musafir atau tamu kerabat dekat. Kamar kosong ini dibangun lebih besar dibandingkan dua kamar lainnya. Kamar mandinya ada di setiap kamar dan satu kamar mandi di dekat dapur.
Setelah Lema melepas sepatu dan masuk ke dalam rumah, Lema menuju kamar mandi yang ada di dapur untuk mencuci tangan dan kaki. Lema kemudian masuk ke kamarnya, meletakkan tas ranselnya di kursi, lalu mengeluarkan laptop dari tasnya untuk diletakkan di meja belajar. Lema pun bergegas mandi agar tidak tertinggal melaksanakan salat magrib berjamaah di masjid dekat rumah.
Selesai mandi, Lema memilih baju koko terbaiknya. Setelah berpakaian rapi, Lema kemudian keluar kamar dan duduk di sofa ruang keluarga.
“Lema, kamu sudah makan belum?”
Suara Bu Huriah membuyarkan lamunan Lema.
“Belum sih, Bu. Tapi, sebentar lagi kan magrib. Lema juga udah pakai baju koko putih, nanti takut terkena noda.”
“Aduh, kamu tuh ya. Enggak apa-apa, makan dulu sini. Biar sedikit yang penting perut kamu enggak kosong. Ayo!” Bu Huriah mengajak Lema untuk makan di meja makan. Lema pun menuruti perintah Bu Huriah.