Himpunan (bagian 3)
Adalah Lema Alfa Sayyid, anak lelaki semata wayang Pak Hadat dan Bu Huriah. Lema baru saja menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Darma Setra jurusan Pendidikan Matematika dan lulus dengan predikat cum laude. Tiga bulan setelah diwisuda, Lema diterima bekerja sebagai peneliti di Departemen Penelitian Nasional.
Departemen Penelitian Nasional merupakan lembaga tinggi pemerintahan yang menyelenggarakan urusan di bidang penelitian dan pengembangan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Departemen Penelitian Nasional terdiri atas Direktorat Riset Pembelajaran Sekolah, Direktorat Inovasi Teknologi, dan Direktorat Hukum dan Teori.
Direktorat Riset Pembelajaran Sekolah terbagi menjadi dua bagian, yaitu Pusat Pembelajaran Matematika dan Sains serta Pusat Pembelajaran Sosial dan Humaniora. Saat melamar pekerjaan, Lema memilih untuk mengisi posisi sebagai peneliti di Pusat Pembelajaran Matematika dan Sains.
Saat memasuki kuliah tingkat akhir, Lema pernah mengadakan les matematika. Lema tidak pernah mematok harga dalam mengadakan les tersebut. Berapapun akan Lema terima, meski gratis sekalipun. Hal ini dilakukan karena Lema tulus dalam memberikan pembelajaran kepada siapa saja yang membutuhkan.
Dalam memberikan pembelajaran, Lema sering menggunakan alat peraga. Alat-alat peraga yang digunakan merupakan hasil karyanya sendiri. Alat-alat peraga itu ada yang dihasilkan melalui lomba karya ilmiah, ada juga yang dibuat berdasarkan ide Lema pribadi. Pengalaman mengajar yang diberikannya ini seringkali membuat anak-anak yang diajarnya menjadi takjub dan semakin semangat dalam belajar. Salah satu anak yang mengikuti les dan takjub dengan pembelajaran yang diberikan Lema adalah Prima.
“Kak, saya sudah masuk materi volume bangun ruang tadi di sekolah,” ujar Prima.
“Berarti kamu sudah tau kan, apa saja rumus volumenya?” tanya Lema.
“Iya sih,” jawab Prima. “Sejujurnya, saya masih belum tau, Kak, dari mana dapat rumusnya,” sambungnya.
Lema tersenyum. “Tunggu sebentar, Kakak punya sesuatu yang menarik.”
Lema berlari masuk ke dalam kamarnya sementara Prima duduk menunggu. Tak lama kemudian, Lema keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah kotak dan botol yang berisi air.
Kotak yang dibawa Lema mirip dengan akuarium. Kotak itu terbuat dari akrilik dan dibiarkan terbuka di sisi depan dan atasnya. Di dalam kotak itu terdapat alat peraga berbentuk kerucut dari plastik transparan yang digantung menggunakan besi nako ulir. Besi itu dimasukkan ke dalam lubang yang ada pada kotak dan dipasang dengan mur.