Kemampuan Pemahaman Konsep (bagian 15)
“Baru lulus juga dong?” tanya Lema.

“Iya. Aku sempat bermagang tiga bulan di sini, jadi peneliti freelance waktu masih kuliah. Baru setelah lulus, aku tanda tangan kontrak.”

“Wah, keren ….” desus Lema.

“Termasuk muda ya, umur dua puluh empat,” ujar Ceko tiba-tiba.

“Memangnya Abang umur berapa?” tanya Lema.

“Gue dua puluh lima. Koordinator peneliti di Pendfis lebih tua satu tahun dari gue.”

“Serius, Bang? Gue jadi merasa enggak enak nih sama Abang,” kata Luhung segan.

"Enggak apa-apa. Santai aja." Ceko menepuk pundak Luhung.

"Oh, sebetulnya kemarin aku sempat baca-baca tentang design research. Kalau kita pakai jenis penelitian ini, menurut kalian bagaimana?" tanya Lema memulai diskusi.

"Sebentar. Sebelum membahas jenis penelitian apa yang mau dilakukan, coba kita review tadi yang sudah dijelaskan oleh Pak Eksin." Luhung membuka buku catatannya. "Kelompok kita kebagian melakukan Petitur di Giriwarsa. Setelah gue cek, Giriwarsa termasuk daerah yang agak terpencil. Kalau dari sini, jaraknya kurang lebih 75 kilometer," cerita Luhung.

"Berarti kita harus menginap di sana. Jarak yang jauh begitu, tidak mungkin kita melakukan pulang pergi kan?" tanya Mirah.

"Iya, betul. Oh, tadi Bang Luhung bilang Giriwarsa termasuk daerah yang agak terpencil. Apakah di sana ada hotel?" timpal Lema.

"Maaf, baru nimbrung. Sudah bahas apa saja?" Gendhis yang sedari tadi pergi ke toilet akhirnya kembali dan lantas duduk di samping kiri Luhung. Lema, Luhung, Ceko, dan Mirah spontan menoleh ke arah Gendhis.

"Oh, Kak Gendhis. Baru mulai nih," jawab Mirah. "Kak Luhung bilang kalau jarak dari Lokastiti ke Giriwarsa itu sekitar 75 kilometer. Jadi, mau tidak mau kita harus menginap di sana," jelas Mirah.

"Sudah ditentukan mau menginap di mana, Luhung?" tanya Gendhis.

"Belum nih. Setelah gue cek, Giriwarsa ini termasuk daerah pedalaman. Lema tanya tadi, di sana ada hotel atau enggak," jawab Luhung.

"Sepertinya kalau memang daerah terpencil, mau tidak mau kita harus menginap di salah satu rumah warga sana," kata Gendhis.

"Memangnya betul-betul tidak ada hotel di sana, Kak Luhung? Atau vila mungkin? Rumah kontrakan, kost, pokoknya tempat penginapan lah. Maksudku, anggap saja menginap di rumah warga itu pilihan terakhir," jelas Mirah.