Kemampuan Pemahaman Konsep (bagian 3)
Wah, banyak juga ya, tugasku.
Lema menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum menyeringai.
Ah, sudahlah. Payah sekali kau, Lema, baru masuk sehari sudah mengeluh. Jalani saja, jangan hanya dipikirkan.
Lema mengorak sila dan meregangkan tubuhnya. Tak lama setelah Lema melakukan peregangan, terdengar suara pintu ruangannya diketuk.
“Masuk!” Lema sedikit meninggikan nada bicaranya agar suaranya terdengar hingga keluar. Yang mengetuk pintu pun masuk ke dalam ruangan setelah mendengar jawaban Lema.
“Halo, Lema.”
Pria berbadan tegap itu berdiri di hadapan Lema dan membuka obrolan.
“Iya, Bang. Ada apa?”
Lema dan pria itu terdiam sejenak.
“Oh, silakan duduk, Bang.” Lema berdiri dan mempersilakan pria itu untuk duduk.
Thanks,” ucap pria itu sembari duduk. Lema pun ikut duduk.
“Gue Luhung, koordinator divisi Pendidikan Matematika. Sebelumnya, gue mau bilang welcome and congratulations buat lu karena sudah diterima bekerja di sini.” Pria yang bernama Luhung itu menggenggam kedua tangannya di atas meja.
“Iya, Bang, terima kasih. Saya juga bersyukur bisa gabung sama Abang dan peneliti-peneliti bertalenta lainnya di sini. Mohon bimbingannya ya, Bang.” Lema mendekatkan tubuhnya ke depan meja dengan setengah membungkuk pada Luhung.
“Sip, tenang aja. Pokoknya jangan sungkan kalau mau bertanya. Oh iya, panggil gue Luhung aja, jangan pakai ‘Abang’. Gue seumuran sama lu kok.”
“Oh. Iya, terima kasih, Luhung.” Lema mengucap dengan ragu-ragu dan sedikit membungkukkan badan sambil tersenyum segan.
“Aduh, enggak usah terlalu hormat begitu lah sama gue. Santai aja,” ujar Luhung sambil tersenyum ramah dan berusaha memecah kecanggungan di antara keduanya. “Oh, gue ke sini cuma mau mengingatkan kalau besok Pak Eksin mau mengadakan rabar divisi Pendidikan Matematika. Sudah dibaca jadwalnya?” sambung Luhung.
“Rabar?” Lema terkesiap dan dengan spontan mencari dokumen jadwal rapat lalu membacanya.
“Nah, jangan sampai terlewat baca jadwalnya ya. Besok kita ada rabar atau rapat bareng jam 7 pagi di ruang rapat lantai 5.”
“Oh iya, rapat bersama.”