Himpunan (bagian 5)
Lema hanya tersenyum melihat tingkah Prima yang kaget dengan mata penuh binar.
“Sekarang, Kakak tunjukkan yang tabung ya.”
Prima duduk kembali memperhatikan Lema. Lema pun mengulangi langkah-langkah yang telah dilakukannya tadi. Hanya saja, yang berbeda adalah alat peraga di bawah kerucut itu kini telah bergeser menjadi tabung, bukan setengah bola.
 “Nah, lihat. Airnya belum terisi penuh. Maka, seperti sebelumnya, mari kita ulangi langkah-langkahnya hingga air mengisi tabung hingga penuh. Prima mau coba?” Lema menyodorkan botol berisi air dan aluminium tempat menutup lubang pada bagian lancip kerucut.
“Jangan lupa ya, sambil airnya diisi ke kerucut, lubang bagian lancip kerucutnya ditutup dahulu sama aluminium ini.”
“Memangnya kalau airnya turun langsung kenapa, Kak?”
“Kalau tidak ditutup, kita tidak tau apakah airnya sudah mengisi kerucut penuh atau tidak. Kalau volume air dalam kerucutnya tidak penuh, berarti rumusnya bukan lagi satu per tiga dikali π dikali r kuadrat toh? Jadi, cara kerja kotak ini adalah mengetahui volume tabung dan setengah bola melalui perbandingan keduanya dengan volume kerucut.”
“Oh iya, betul juga.” Prima baru menyadari bahwa sedari tadi, volume setengah bola didapatkan dengan mengotak-atik volume kerucut.
Prima kemudian mengulangi langkah-langkah seperti yang telah dilakukan Lema sebelumnya dalam mengetahui volume setengah bola. Tangan kanannya digunakan untuk mengisi air ke kerucut sementara tangan kirinya menutup lubang pada bagian lancip kerucut.
Setelah kerucut terisi penuh, Prima membuka lubang pada bagian lancipnya sehingga air turun ke tabung. Ada sedikit air yang tertinggal di aluminium karena digunakan untuk menutup lubang pada bagian lancip kerucut. Prima pun menuangkan sisa air itu ke dalam tabung.
Melihat tabung yang belum penuh, Prima kembali mengulangi langkah-langkah mengisi kerucut dengan air. Prima mengulangi langkah-langkah itu sebanyak tiga kali.
“Oke, sekarang Kakak hapus volume bola.” Lema menghapus tulisannya di papan tulis. “Tadi rumus volume kerucut sama dengan satu per tiga dikali π dikali r kuadrat. Prima tadi mengulang isi kerucutnya sampai berapa kali?”
“Sampai tiga kali, Kak.”