Bab 5
"Kau! Dasar manusia aneh! Ternyata selama ini kau bersembunyi disini! Aku akan memberimu jurus taekwondoku agar kau tahu rasa! Kau tahu, aku sangat mencemaskanmu! Kau tiba-tiba hilang dari laboratorium tanpa ada berita dan tak bisa dihubungi! Kau tahu, aku sangat sedih mendengar berita kau tiba-tiba menghilang begitu dasar D.K. bodoh!" Ujarku kesal saat sosok yang tadi mengomel didepan kabinku adalah sahabatku yang diberitakan tiba-tiba menghilang dari ruang kerjanya. Tidak heran kalau di gedung ini dilengkapi dengan fitur sensor suara.
"Maafkan aku, hehehehe....Aku awalnya juga kaget karena memang merekalah yang membawaku kesini. Tapi ternyata mereka orang-orang baik. Bahkan temuanku yang ditolak pihak laboratorium terpakai disini." Ujar DK dengan senyumnya seperti biasanya.
Aku benar-benar merindukan anak ini. Sudah dua tahun berlalu setelah DK hilang dari ruang kerjanya. Ternyata dia membawa temuannya ke sini.
"Aku merindukanmu...."ujarku sembari merentangkan tangan minta diberi pelukan.
"Ternyata kamu masih seperti dua tahun yang lalu, dasar kelinci manja." Ujar DK membalas pelukanku dan mengusap rambutku lembut.
"kalian melupakan aku. Aku bukan patung, loh." ujar sekar menginterupsi acara peluka-pelukan ini. 
"Sekedar informasi saja, tadi aku membantumu menukar bajumu. Aku menemukan ini, ini, dan ini" Sekar memberikan kartu ID laboratoriumku, dompet serta ponselku.
"Dan...maaf, aku sempat melihat isi dompetmu. Oh iya, aku melihat foto didompetmu. Dia sangat lucu. Apa dia adikmu?" Tanya Sekar dengan mata berbinar.
"Bukan, dia kakak laki-lakiku."Ujarku muram.
"Lalu dimana dia sekarang?"tanya Sekar.
"Dia mungkin sudah bersama kedua orang tuaku, dia meninggal saat aku masih kecil. Foto ini hanya agar aku bisa terus mengenangnya, meski sebenarnya aku tak tahu wajah aslinya. Setidaknya foto ini bisa membuatku berpikir bahwa aku dulu memiliki keluarga yang hangat seperti di foto itu." Ujarku.
"Maaf, aku benar-benar  tidak tahu. Tapi tadi aku dengar orang tuamu meninggal karena kecelakaan pesawat. Apakah itu benar?" Tanya Sekar.
"Sebenarnya bukan seperti itu. Kedua orang tuaku terjebak dalam rumah kami yang kebakaran. Saat itu aku sedang dirumah nenekku. Bertepatan dengan itu, ada kecelakaan pesawat yang harusnya ditumpangi orang tuaku. Banyak yang menutupi kematian kedua orang tuaku ini. Tapi yah, aku tak ingin mengingat masa lalu itu lagi. Cukup itu menjadi kenangan dari masa lalu saja."ujarku muram.
"Nona, ini makanan yang anda minta" sebuah robot masuk dalam ruangan.
"Ah, tepat pada waktunya CND-1, terima kasih makanannya" ujar Sekar. Robot itu keluar dari ruangan setelah kami mendapatkan sepiring nasi goreng dengan sayur selada, tomat, mentimun serta suwiran rendang daging di atasnya. 
"Mau makan denganku lagi DK? Seperti biasa?" Tanyaku sembari tersenyum.
"Baiklah, ayo makan" DK membalas pertanyaanku juga tersenyum.
Aku dan DK asik makan dan sesekali bercanda dan tertawa. Sementara itu, Sekar diam karena tak bisa masuk dalam obrolan kami.
"Kalian dekat sekali, ya."ujar Sekar menginterupsi percakapanku dengan DK.
"Begitukah? Berarti bagus, kan? Setidaknya temanku ada di sini bersamaku" ujarku membuat Sekar kembali diam dan fokus pada makanan di depannya. 
Dua piring nasi goreng tandas sepuluh menit kemudian. 
Aku berniat untuk melihat-lihat bagian lain dari bangunan ini. Karena aku yakin, bangunan ini tampaknya sangat luas. Yang membuatku heran, bagaimana bisa bangunan ini berdiri tanpa diketahui oleh pemerintah? Pemerintah bisa saja memboikot gedung ini, kan?
Konnichiwa minnasan! Genkidesuka? Semoga minnasan selalu dalam keadaan baik ya😉 Yang mau tau gambaran Abigail, Sekar, dan DK, kalian bisa melihatnya di instagramku @ruang_menyendiri ya, matta ne!😄😄😄