Pulang
Dua puluh tiga hari sudah aku lewati untuk menjaga bayiku di rumah sakit. Bayiku kini mempunyai berat badan 19,5kg dengan kondisi stabil dan tidak terpasang lagi peralatan medis di tubuhnya.

Dokter mengizinkan bayiku pulang,sujud syukur aku panjatkan kepada-Nya yang telah memberi kesehatan untuk anakku sampai detik ini.

"Aku akan pulang dulu,nanti kembali lagi." Ucap ibu Sari(mertuaku).

"Untuk apa bu, nanti barengan sama dedek bayi saja." Jawabku.

"Aku akan mencari uang buat nebus biaya rumah sakit."

"Gak usah bu, uangku cukup koq."

"Reni...biaya ini kan banyak,apa uangmu bener cukup."

"Iya bu,cukup kok, ibu ndak usah mikir itu,semua udah di urus Mas Raka."ucapku menjelaskan.

Beberapa saat kemudia ibu mertuaku masih menanyakan hal yang sama.Dia tidak yakin kalau aku dan suamiku bisa membayar uang rumah sakit tapi jawabku masih sama,tabunganku masih cukup untuk biaya anakku.

Sesaat setelah melunasi biaya administrasi, aku sudah bersiap menggendong putraku tapi ada kejanggalan dari ucapan perawat judes disana.

"Anak ini kadang masih biru,hati-hati ya."

"Aneh sekali perawat ini kenapa bilang begitu,bukankah bayi yang diperbolehkan pulang itu sudah sehat tidak ada keluhan tapi kenapa dia bilang seperti itu"ucapku dalam hati karena tidak berani bicara langsung.

Hatiku sungguh bahagia bisa menggendong putraku yang mungil ini.

Sampai di rumah tidak ada tetangga yang berani menjenguknya dari dekat, mereka hanya melihat dari pintu kamar kami. Rumah harus steril,mereka yang merokok tak boleh masuk rumah demi kesehatan putraku.