Surat dari Bagas.
Ratno menghela napas berkali-kali. Baru beberapa minggu berada di bumi Aceh, medan perjuangannya terasa kian berat. Dini hari tadi, laki-laki muda itu harus kehilangan seorang kawan. Johan, rekan kerja bahkan sahabatnya jauh sebelum sama-sama berada  di satuan  Yonif 407, ditemukan meregang nyawa. Padahal tinggal menghitung hari, kawannya tersebut akan menempuh hidup baru. Yah, almarhum akan menikah dengan Kinanthi, gadis manis dari Aceh yang berhasil mencuri hati Johan.

Beban Ratno kian menggunung demi mengenang  Jo. sebelum menghembuskan napas terakhir, Johan berwasiat kepadanya. Wasiat yang amat sangat berat untuk Ratno jalankan.

Saat hendak mengisi buku harian yang ia bawa dari pulau jawa, pintu kamar Ratno di ketuk.

"Assalamualaikum..."

"Walaikum salam. Ada apa Han?" Selidik Ratno.

" Belum istirahat Pak?" Tanya Burhan, basa basi.
" Ada apa Han?" Tanya Ratno.

"ini. Mas  Ratno dapat dapat surat dari Bagas."

"Bagas?" Tanya Ratno dengan mata seketika berbinar. Beban beratnya seolah luruh begitu mendengar nama anak kesayangannya.

"Makasih Han."

"Sama-sama Pak." 

Dengan gemetar, Ratno membuka surat pendek yang ditulis oleh isterinya. Tetapi memang itu ungkapan hati Bagasnya. Ratih, isterinya memindahkan kata-kata Bagas lewat secarik kertas yang ditunjukan untuk Ratno.

"Ayah apakabar Yah? Semoga baik baik saja. Di sini Bagas baik-baik. Alhamdulillah. Tapi kalau hujan malam.hari dan banyak petir, Bagas takut. Bagas kangen ayah. Ayah kapan pulang? Kapan kita belmain sepeda lagi? Kapan Ayah mendongeng untuk Agas lagi ?Kapan semuanya bisa seperti dulu lagi Yah?"
 
Yah, di Aceh ayah jaga kesehatan, jangan tinggalkan olat ya Yah.

Ratno tersemyum membaca surat dari Bagas. Tapi sejurus kemudian ia menghela napas berat demi mengingat lagi wasiat dari Johan sebelum temanya itu menutup mata.

Jo, semoga di sana kamu tenang, semoga kamu mendapat tempat terbaik di sisi Allah Subhanallahu wataala.

Ratno tulus berdoa. Berdoa agar sahabatnya tersebut husnul khotimah. Insyaallah.

Malam itu, otak Ratno dipenuhi wasiat seorang sahabat juga surat dari Bagas, anak kesayangannya.

Tuhan, jaga baik-baik kami semua. Aamiin.