PERUBAHAN
Aku terlalu mencintai suamiku, semua akan aku lakukan hanya untuk membahagiakan hatinya.

Setiap saat aku selalu berusaha melakukan hal yang suamiku suka, tidak pernah sekalipun aku membantah perkataanya.

Orang tuaku memang tidak setuju dengan pernikahanku dulu, mereka terpaksa memberikan restu karena jika tidak aku benar-benar akan pergi dari rumah.

Pagi yang cerah dengan terangnya cahaya matahari, membuatku segera bangkit dari tempat tidur untuk membereskan pekerjaan rumah.

Semua harus selesai sebelum suamiku keluar dari kamar, karena ia tidak mau melihat jika rumah dalam keadaan berantakan.

Walaupun itu sering terjadi ketika keluarganya datang dan aku harus membereskan seorang diri, tanpa bantuan dari keluarga suamiku ataupun suamiku.

Disaat aku sedang menata piring di atas meja, ia keluar dengan baju yang sangat berbeda dari biasanya.

Karena aku telah menyiapkan semua keperluannya untuk ke kantor, akan tetapi kenapa disaat ia keluar dari kamar semua berbeda dari biasanya.

"Mas, kok bajunya beda sama yang aku siapin?". Tanyaku karena heran dengan pakaian yang dipakai.

"Males pakek yang itu, kayak ngak ada baju lain aja". Jawabnya dengan santai, sambil menarik kursi dan duduk untuk sarapan.

"Biasanya juga baju yang itu kok mas, kenapa tiba-tiba ngak suka?" Tanyaku lagi dengan wajah penasaran.

"Udahlah, ngak usah bahas hal yang ngak penting". Jawabnya sambil menyendok nasi.

Wajah yang tandinya ceria tiba-tiba terlihat kesal, entah kenapa perasaan ini tiba-tiba merasa aneh dengannya.