Konsep No: 3 ( part 3 )

DOA DARI ANAK SHOLEH ATAU SHOLEHAH

Suatu saat bagi bapak ibu dan saudara sekalian yang sedang berjuang menyekolahkan anak anak anda di pesantren, untuk menjadi penghafal alquran.

 Demi allah saya katakan jerih payah anda investasi tenaga, waktu, harta, suatu saat nanti ketika anak anda sudah bisa menghafalkan alquran dan di ujung lisan-nya dia melafadkan minal jinnati wa nnas 

(akhir suroh an-nas, yang menandakan berakhir pula setoran hafalan putra putri anda yang di mulai dr suroh alfatihah, al baqoroh dan seterusnya hingga berakhir di suroh an-nas)

 seakan akan anda akan mendapatkan anugerah yang tidak bisa di beli dengan apapun di dunia ini, hanya akan ada air mata haru dan bangga yang keluar dari kedua kelopak mata anda,  ini adalah kebahagiaan yang luar biasa.

Yang suatu saat nanti dia yaitu putra putri anda datang membawa mahkota dan lantas anda di perkenalkan kepada seluruh penduduk langit dan seluruh penduduk bumi.. Dengan mahkota kehormatan yang terbuat dari cahaya yang di sematkan anak anda di atas kepala anda sebagai tanda, anda adalah orang tua yang beruntung mempunyai anak penghafal alquran.

Ustadz adi hidayat lc pernah bercerita dalam salah satu tausyiahnya berdasarkan kejadian nyata bahwa teman beliau merupakan sosok orang tua yang luar biasa yang memiliki cita cita yang luar biasa bukan cuma cita cita di dunia tapi beliau mempunyai cita cita akhirat yang sangat luar biasa.

Oleh karena itu anaknya di siapkan untuk menjadi penghafal alquran.

Di sela sela waktu kesibukanya sebagai seorang ibu rumah tangga beliau selalu menyempatkan waktu untuk mengantarkan anaknya pulang pergi sekolah, dan beliau selalu memperhatikan anaknya pelajaran apa yang diajarkan kepada anaknya beliau mengetahui dengan detail, saking perhatianya kepada anaknya dan saking seriusnya beliau ingin menyiapkan anaknya untuk menjadi penghafal alquran, sampai beliau tau bahwa hari ini suroh apa yang akan di ajarkan dan di hafalkan oleh anak nya.

Pada suatu hari saat di sela sela dirutinitasnya mengantar anaknya beliau merasa dadanya mulai rasa sakit kayak nyeri sakit mulai pusing dan akhirnya beliau setelah selesai mengantar anaknya sekolah beliau pergi berkonsultasi ke dokter dan setelah melakukan observasi dan pemeriksaan yang menyeluruh sang dokter mengatakan bahwa beliau mengidap penyakit jantung pada dirinya sebagian pembuluh jantungnya sudah ada yang bocor dan bisa di bilang sudah parah, dan mengakibatkan beliau tidak bisa kemana mana dan harus di rawat di rumah sakit.

Teman teman tahukah anda dalam sakitnya beliau masih sempat memperhatikan pendidikan anaknya masih sempat memesankan transportasi ojek online untuk mengantar jemput anaknya tadi pulang pergi ke sekolah.

 Dirinya yang saat ini sedang berbaring sakit di kamar rumah sakit. Dan beliau juga masih menyempatkan diri memonitor sampai mana hafalan anaknya di sekolah beliau selalu berkordinasi dengan guru di sekolahan demi mempersiapkan yang terbaik untuk anaknya tersebut yang kelak akan dia siapkan menjadi penghafal alquran. 


Dan dalam sakitnya beliau juga sempatkan membeli hadiah dan menyiapkan hadiah terbaik buat anaknya yaitu mainan kesukaan anaknya yang ingin sekali anaknya itu memilikinya,

Di hari yang indah itu di hari jum'at jam 2 siang sang anak di antar oleh bapaknya ke sekolahan dan di sana sang anak berhasil lulus ujian dan sudah secara resmi sudah mengkhatamkan hafalan juz 30 nya mendengar akan hal itu sang ibu yang sedang berbaring di rumah sakit sangat senang sekali

Ini berdasarkan kisah nyata
Kemudian setelah selesai dan lulus ijian di sekolahan tersebut sang anak di antar oleh ayahnya  ke rumah sakit ntuk menjenguk ibu nya yang sedang sakit di rumah sakit,
Sang ibu berkata dengan nada lembutnya sambil membelai rambut anaknya dengan penuh kelembutan.

Adek sudah hafal ya juz amma-nya dah di hafal sampai khatam ya nak. Boleh kah mama mendengar kan sedikit hafalan mu sayang ku?
Ucap sang ibu dengan penuh kelembutan

Sang anak hampi saja menuruti prmintaan ibunya untuk membacakan 1 atau 2 suroh dari juz amma yang sudah dia hafalkan itu, tapi tiba tiba si anak tidak jadi melafadkan nya dan justru muncul ucapan penyemangat yang menyemangati ibu nya

Mama ayo semangat
mama pasti akan sembuh
mama pasti akan segera sembuh
Mama sembuh ya?
Mama sehat lagi ya?


Ya allah ya rahman 
Setelah saling ngobrol bercanda saling menyemangati dan bermain main dengan hadiah baru dari ibu nya tadi sang anak langsung di antar pulang oleh ayahnya untuk istirahat sebentar di rumah.

Dan 2 jam setelah itu sang ibu menghadap kembali ke hadapan allah swt
Ibu nya meninggalkan dunia menghadap ke adapan allah dengan status sebagai pejuang mendidik anaknya sebagai penghafal alquran
Setelah proses pemakaman ternyata si ibu meninggalkan sebuah surat untuk sang anak tadi mungkin beliau mengetahui bahwa sakitnya sudah parah dan waktunya tidak akan lama lagi beliau menuliskan

Nak besok kalo menyusul mama selesaikan dulu ya nak hafalan alquran mu kamu harus pulang allah leboh baik dari mama pakaikanlah nanti mama mahkota dari cahaya saat kamu pulang menyusul mama.

Saya ingin sampaikan kepada anda sungguh jika anda ingin menjadi ahli dunia silahkan
Tapi ketahuilah kelak di akhirat akan ada orang orang yang akan di bahagikan allah swt melebihi kebahagiaan kita sewaktu di dunia yang saat itu hanya akan menjadi kenangan saja, kebahagiaan di dunia tidak lah kekal, kebahagiaan di akhirat ah yang kekal abadi
Jika anda sayang kepada anak anda, didiklah anak anda sebaik munkin dengan ilmu agama karena sesunggnya kelak itu lah yangg akan anda banggakan dan membahagiakan anda di akhirat kelah, anak yang sholeh dan sholehah

Ketika anak anda sudah menjadi anak yng sholeh dan sholehehnya sudah barang pasti anak anda akan selalu mendoakan kebaikan untuk orang tua nya baik itu selama orang tuanya masih hidup di dunia ataupun saat kedua orang tuanya sudah tiada

Kesimpulanya adalah alangkah baiknya jika dalam berbisnis kita harus visioner, memandang tujuan jauh kedepan, merencanakan kebaikan jauh kedepan, tidak hanya di dunia bahkan rencananya sampai d akhirat.

Sebenarnya sudah banyak pengusaha yang orientasinya sampai ke akhirat kita dengan cara beramal sholeh mendirikan pondok pesantren, sekolahan dan lembaga sosial lainya, itu nanti termasuk kedalam shodaqoh jariyah yang akan kita tuai hasilnya nanti di akhirat, dan sebagian hasil dari shodaqoh jariyahnya pasti sudah dia tuai hasilnya di dunia seperti allah mudahkan segala urusanya, allah hindarkkan dari orang orang yang punya niat tidak baik kepadanya allah karuniakan kesehatan, ketentraman dalam keluarganya, dan lain sebagaina.

Dalam hal ini alangkah baiknya jika dalam berbisnis kita juga mempunyai tujuan untuk mendidik anak kita bukan hanya pandai ilmu umum saja, tapi juga kita didik anak anak kita agar cakap imu agamanya juga, karena ilmu agamanya lah yang akan menjadi benteng dan menjadi referensi utamanya dia dalam bersikap ketika anak kita sudah dewasa.

Bukankah kita sebagai orang tua akan sangat semangat dalam berbisnis dan bekerja jika melihat anak anak kita melihat istri kita, karena itu lah motivasi kita dalam berbisnis agar bisa membahagiakan mereka semua.

Islam mengakomodir hal itu dengan cara perbaiki niat nya, jangan hanya bekerja karena ingin bisa memberikan yang terbaik untuk anak istri kita sewaktu di dunia saja, tapi berbisnis lah dengan tujuan ingin membahagiaan anak istri sewaktu di dunia sampai di akhirat dengan cara memperbaiki niat mencari harta hanya yang halal dengan cara baik dan sesuai dengan yang diajarkan agama islam.

Anak yang sholeh dan sholehah dalam islam adalah generasi penerus kita yang akan ikut menjaga agama dan ajaran islam ini sampai akhir zaman sampai di hari kiamat, maka dari itu pastikanlah diri kita hanya meninggalkan anak anak atau generasi penggantimu yang terbaik di dunia ini agar bisa jadi kebanggan kita kelak ketika sudah wafat dan menghadap kepada allah, karena anak adalah amanah maka didiklah anak anda sebaik mungkin bekerjalah berbisnislah, berilah nafkah dari harta yang halal yan terbaik untuk anak dan istri kita. 


Bersambung di konsep no: 4

Mohon bantuan subscribe like dan share ya teman-teman
Terima kasih