Konsep No: 3 ( part 2)

ILMU YANG BERMANFAAT



Ilmu menempati posisi yang sangat penting dalam ajaran agama islam, hal ini bisa kita lihat dari banyaknya ayat ayat dalam alquran dan hadist yang menempatkan orang orang alim (berilmu) d posisi yang tinggi dan terhormat.

Secara bahasa ilmu (al-illm) adalah lawan kata dari bodoh (al-jahl).
Sedangkan menurut istilah para ulama ushul  mengartikan ilmu adalah memahami sesuatu secara pasti sesuai dengan faktanya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala befirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ 
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)

kaitan dengan ayat ini. Ibnu 'abbas menambahkan, "orang orang yang berilmu memiliki kedudukan 700 derajat diatas orang orang mukmin yang tidak berilmu.

Pernah suatu ketika rosulullah msuk ke dalam masjid dan menemui ada syaitan di dalam masjid kemudian rosulullah bertanya, hai syaitan terlaknat kenapa kau terlihat cemas dan selalu berusaha menganggu Orang yang tidur di pelataran masjid? Sedangkan di dalam masjid ada orang yang sedang beribadah sholat, kenapa kau tidak menganggu orang yang sedang sholat, dan malah sibuk menganggu orang yang sedang tidur??

Setelah di tanya rosulullah seperti itu syaitan pun menjawab. Wahai rosulullah, andai engkau ketahui sesungguhnya tidurnya orang alim ini sungguh lebih aku takuti daripada beribadahnya orang bodoh itu.

Karena tidur nya orang alim ini menggunakan ilmu nya sehingga tidurnya pun mendapatkan ridho dari allah dan berpahala.

 Sebelum tidur dia berwudlu kemudian membersihkan tempat nya yang akan dia gunakan untuk tidur 3 x dan dia sebelum tidur dia berdoa dan sesuai yang engkau ajarkan dalam sunnahmu ya rosulullah dia tidur dengan memiringkan badanya ke kanan, dan tidur sebentar di siang hari untuk istirahat di sela sela sibuknya bekerja mencari nafkah bukankah itu juga sunnah mu ya rosululllah? Tidurnya pemuda ini dia niatkan lillahi ta'ala dan mengamalkan ajaranmu, jadi selama dia tidur malaikat berdoa kepada allah untuk mengampuni dosa dosanya. Dosanya berguguran sepanjang dia tidur sampai bangun-nya ya rosulullah.

Sedangkan orang yang sholat itu orang yang bodoh tidak berilmu. Sholat-nya hanya ikut-ikutan dan dijalankan asal asalan saja tanpa di dasari dengan ilmu dalam melaksanakan ibadahnya Sehingga itu tidak berarti apa apa baginya ya rosulullah.

Dari kisah ini kita bisa ambil pelajaran bahwa ilmu itu sangatlah penting.

 Segala sesuatu itu ada ilmu nya dan jauh lebih baik ketika kita melakukan hal apapun di landasi dengan ilmu, jadi tidak asal asalan,

Bukanlah kita sudah mengetahui bahwa suatu amal ibadah atau pekerjaan, bisnis apapun yang dijalankan dengan dasar ilmu yang mumpuni akan berpeluang lebih besar meraih kesuksesan / keberhasilan.

Ketika kita sudah mempunyai ilmu / berilmu apakah itu sudah cukup?

Tentu tidak, ilmu harus di baengi dengan adab /sopan santun / etika

Dan yang paling penting lagi adalah. Ilmu itu bermanfaat apa tidak.

Misal nih kita punya suatu ilmu atau keahlian, dan kita diamkan saja ilmu tu tidak kita ajarkan dan tidak kita amalkan untuk kemaslahatan umat, maka dalam pandangan islam ilmu yang seperti itu adalah ilmu yang sis-sia tidak ada gunanya.

Yakinilah saudaraku bahwa ilmu yang di ajarkan, diamalkan akan bertambah ilmu itu. Dan ilmu yang di simpan/tidak di amalkan dan tidak diajarkan, lama lama akan musnah dan tidak memberi manfaat apapun, jikapun memberi manfaat itupun hanyalah sedikit.

Seperti halnya shodaqoh yang sudah kita bahas di bab sebelumnya, ilmu juga merupakan suatu instrument investassi akhirat yang sangat baik dan sangat menguntungkan. 

Bayangkan saya, misal kita bisa membaca alquran dan kita amalkan lmu itu dengan cara mengajarkan ke anak anak kita atau ke anak anaka kecil Di lingkungan kita tinggal. Maka ilmu itu akan menyebar dengan pesat, ketika kita ajarkan 1/2/3 huruf hijaiyah dan si anak itu gunakan untuk membaca alquran, si anak itu tentu akan mendapatkan pahala dari bacaan alquranya, dan kita yang mengajarkan juga akan mendapatkan pahala yang sama, tanpa mengurangi sedikitpun pahala dari si anak yang baca alquran tersebut. Dan 10-15 tahun kemudian misalkan si anak tersebut tumbuh dewasa menikah kemudian mempunyai anak dan mengajarkan imu membaca alquran itu ke anaknya maka ketka anaknya bisa membaca alquran pun kita masih dapat transferan pahala dari nya, turun temurun dan terus menerus,

Betapa dahsyatnya ilmu itu ketika di amalkan dan betapa rugi nya ketika ilmu itu tidak diamalkan,

Begitu juga dalam bisnis, kita pernah berbisnis misal kan dalam sektor perdagangan dan kita pernah mengalam kerugian, dari situ kita dapat pegalaman dan pelajaran yang sangat berharga, alangkah baiknya apabila ilmu / pelajaran tersebut kita ajarkan kepada teman teman kita yang bergelut dalam bisnis yang sama, kita niatkan bershodaqoh ilmu kepadanya lillahi ta'ala agar teman kita tidak mengalami kerugian/musibah seperti yang kita alami dulu, membantu menghindarkan teman kita dari musibah kerugian itu juga merupakan amal ibadah, 

sebagaimana rosulullah mengajarkan kita untuk menyingkirkan duri/ranting/batu dari jalan raya itu termasuk amal sholah, ketahuilah saudarku dalam islam itu sangat mudah mencari pahala jika kita mengetahuinya. Agar tau makanya kita harus terus belajar. Dan yang mempunyai ilmu nya harus mau mengajarkanya, agar itu menjadi ladang amal jariyah buat kita yang akan kita panen kelak di akhirat.

Pembahasan tentang ilmu yang bermanfaat saya rasa cukup sampai di sini karena kalau di jabarkan tentu tidak akan ada habisnya, insha allah di bab bab selanjutnya tetap akan saya singgung perilah ilmu yang bermanfaat khususnya dalam sektor bisnis seperti yang di ajarkan baginda rosulullah saw.

Bersambung ke konsep no: 3 (part 3)

Terima kasih buat saudara ku yang berkenan menyempakan waktunya untuk membaca tulisan saya. Mohon bantuan subscribe/langganan, like, komentar dan share buku/bab ini, sampaikanlah ilmu walaupun satu ayat, semoga dengan wasilah share anda teman teman anda mendapatkan pengetahuan baru tentang konsep bisnis ala rosulullah, dan ketika di praktekan maka anda juga akan mendapatkan pahala serupa subhanallah..