Konsep No: 2. ( part 1 )
KONSEP NO: 2

BISNIS

ADALAH IBADAH

Bekerja dalam kehidupan seorang
muslim adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam ajaran agama ISLAM. Islam menempatkan bekerja sebagai ibadah seorang hamba dalam berusaha menjemput rizqi yang sudah الله tebar di bumi nya ini. Baik itu bekerja mandiri sebagai enterpreuner atau pengusaha maupun bekerja sebagai karyawan.

Di dalam Al-Qur'an الله swt berfirman:

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 
"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."
(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 10)

Dari ayat diatas Al-Qur'an mengajarkan
Kita untuk beribadah. Yaitu sholat, karena tidaklah di ciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepada الله swt. Dalam ayat diatas di ambil contoh bahwa ibadahnya adalah sholat. Dan ketika kita sudah selesai sholat, الله swt  memerintahkan kita untuk bertebaran di muka bumi ini untuk apa?? Untuk mencari (lebih tepatnya menjemput) karunia allah berupa rizqi. Dan الله ngasih pesen nih ke kita agar banyak-banyak mengingat allah (dzikrullah) agar beruntung.
Secara sederhana kita bisa mengambil
Kesimpulan jika allah memerintahkan kita bergerak, bertebaran, berpencar semangat menjemput rizqi allah setelah kita melakukan tiap tiap sholat. Maka perintah itu bisa di artikan sebuat IBADAH. Karena apa yg di perintahkan الله tentu sesuai yang baik dan perintah الله apabila kita kerjakan akan dapat pahala dan perintah الله ketika kita langgar akan mendapatkan dosa.

Itulah mengapa baginda ROSULULLAH SWT mengajarkan kita untuk melihat setiap pekerjaan/usaha/bisnis sebagai sebuah IBADAH, karena pada hakikatnya itu adalah perintah dari الله swt.

Bekerja dalam islam menempati menempati derajat yang mulia. Sebagaimana di jelaskan ROSULULLAH SAW dalam salah satu hadits nya bahwa beliau lebih menyukai umatnya yang mau pergi ke hutan dg membawa sebilah pisau/golok/kapak dan seutas tali, untuk Mencari kayu bakar yang kemudian dia jual ke pasar. Daripada  melihat umatnya yang menengadahkan kedua tangannya untuk mengemis mengharap belas kasian orang lain dan menjadi beban orang lain.

     Latar belakang adanya hadits ini adalah pada suatu saat ROSULULLAH SWT melihat seorang anak muda yang sehat,terlihat masih kuat untuk bekerja tapi malah mengemis. Saat itu baginda ROSULULLAH SWT Menghampirinya dan bertanya. 
   Yang kurang lebih seperti ini.

Kenapa engkau mengemis? (Tanya rosulullah)

Saya tidak punya pekerjaan lain yang bisa aku lakukan kecuali ini (mengemis) ya rosulullah.
Jawab pemuda itu.

Kemudian rosulullah memerintahkan pemuda itu untuk pulang kerumahnya dan mengambil barang yang paling berharga di dalam rumahnya yang bisa dijual.

Pemuda itu binggung karena tidak ada satupun barang berharga yang bisa dia bawa ke hadapan rosulullah untuk di jual.

Akhirnya pemuda itu balik ke rosulullah dengan membawa sepotong baju ganti lusuh yang menurutnya itu yang paling berharga untuknya. Karena saking miskin-nya hidup pemuda itu sehingga tidak ada lagi yang dia miliki yang berharga kecuali hanya sepotong baju ganti yg sudah lusuh itu. 

Maka kemudian rosulullah melelang baju itu di hadapan para sahabat-sahabat rosulullah ada yang membeli sekian kemudian di naikan harga belinya di tawar dengan harga tinggi oleh para sahabat yang lainya karena mereka tau. Jika rosulullah melelang suatu benda pasti tujuanya untuk kebaikan dan kemaslahatan ummat islam.

Akhirnya di dapatkan lah sejumlah uang yang mana uang itu rosulullah bagi sekian untuk biaya hidup mu selama beberapa hari. Dan sekian belilah kapak dan tali ke pasar. Maka pemuda itu pun menuruti semua perintah ROSULULLAH tersebut. 

Tak berselang lama pemuda itu balik di hadapan Rosulullah dan membawa sebilah kapak dan tali.

Kemudian Rosulullah memerintahkan pemuda itu untuk berhenti mengemis. Dan memberi uang hasil lelang sebagian diperintahkan untuk membeli bahan makanan tuk persediaan beberapa hari kedepan agar dia tidak mengemis lagi dan beberapa hari kedepan ketika dia tidak lagi mengemis itu rosulullah perintahkan pemuda itu untuk pergi ke hutan pagi hari dan pulang membawa kayu bakar dan menjualnya e pasar, kemudian rosulullah panggil kembali pemuda itu menghadap rosulullah tentang pekerjaan baru nya hari ini, setelah mengetahui hasil yang pemuda itu dapatkan dari menjual kayu bakar itu rosulullah memberikan tugas baru kepada pemuda itu, yaitu menugaskan pemuda itu untuk mengulagi pekerjaan baru nya itu setiap hari dan jangan menemui rosulullah lagi dalam tempo waktu tertentu yang sudah di tentukan oleh rosulullah.

Singkat cerita setelah sekian lama tidak ketemu rosulullah sesuai perintah rosulullah pemuda itu di panggil lagi untuk menghadap rosulullah. 

Dan para sahabat kaget melihat perubahan pada diri pemuda itu tadi, pemuda yang awalnya lusuh kotor dan terlihat kumuh tidak terawat sekarang menjadi pemuda yang bersih wangi dan berpakaian bagus seperti layaknya pemuda pemuda kalangan perekonomian menengah ke atas.

Pelajaran apa yang ingin baginda rosulullah perlihatkan kepada para sahabat dan kita semua umat rosulullah di akhir zaman ini???

Silahkan teman-teman jawab di kolom komentar. Hikmah apa yang teman-teman dapatkan dalam kisah diatas tersebut.

Saya tunggu jawaban teman-teman dan mohon bantuan like (love) dan subscrbe buku saya ini semoga like an subscribe anda menjadi amal jariah dan menjadi semangat bagi saya untuk menyelesiakan buku ini. 

Bersambung.....