Konsep No: 1
KONSEP No : 1

MELURUSKAN NIAT


Apasih yang di maksud dengan "NIAT" itu??

Al-Qurafi mengatakan niat adalah tujuan seseorang dengan hatinya terhadap sesuatu yang dia kehendaki untuk dikerjakan.

NIAT adalah perbuatan hati dan tempatnya di hati.

Jadi semua perbuatan yang di lakukan oleh manusia tempatnya adalah di hati seseorang tersebut. Sehingga tidak ada yang tau niat seseorang melakukan suatu hal apapun kecuali hanya dia sendiri dan tuhan-nya saja yang taapa niat nya itu.

Seberapa penting kedudukan "Niat" itu?

Dalam islam Niat menduduki urutan pertama dan merupakan hal yang sangat penting karena mempengaruhi kualitas dari amalan/pekerjaan yang di lakukan
Sebagai contoh: niat dalam ibadah puasa itu sangat penting sekali. Apabila seorang muslim tidak berniat puasa di malam hari/waktu sahur untuk berniat puasa di pagi hari nya. Maka puasa di pagi hari nya yaitu sejak terbit nya fajar sampe tenggelam matahari tidaklah di nilai sebagai ibadah puasa atau tidak sah.
Mungkin kedengaran jahat. Tp yakinlah kenyataanya tidak lah sejahat itu.
Mari kita fikirkan secara logis.
Misal anda sholat tanpa berniat. Apa bedanya anda dengan orang yang sedang latian sholat diluar waktu sholat atau orang jail yang iseng iseng bercanda melakukan gerakan sholat sholat. Tentu akan ada orang yg berpendapat. Gak niat kan gak papa yang penting hatinya. Hatinya kenapa?? Hatinya berniat sholat?? Kalo hatinya berniat sholat maka itu namanya berniat sholat karena niat itu pekerjaan hati. Lisan hanya bertugas sebagai sarana menyuarakan-nya saja. Karena hati tidak bisa bersuara.

Jadi sampai sini kita semua sudah mengerti bukan tentang pentingnya niat?

Sayang nya niat saja tidak cukup

Kita di ajarkan oleh baginda ROSULULLAH SAW untuk meluruskan niat kita. Dengan niat yang baik di harapkan akan menuai hasil yang baik pula.
Jika hasilnya belum baik pun kita tetap untung. Kita tetap akan mendapatkan imbalan pahala di sisi الله swt. Dan kita bisa belajar dari kesalahan itu untuk kita perbaiki bekal untuk usaha selanjutnya agar tidak mengalami kegagalan yang serupa.
Berbeda hal nya jika kita melakukan segala sesuatu yang tidak di awali dengan niat kepada الله swt, maka jika berhasil kita hanya mendapatkan hasilnya saja. Tidak mendapatkan pahala ibadah di dalamnya. Sedangkan kalau gagal kita pun sering bersikap kecewa bahkan sampai putus asa. Dan tidak berpahala. Itulah sedikit pembeda antara berniat lillahi ta'ala dengan yang tidak berniat lillahi ta'ala.

   Begitu pula dalam berbisnis harus di awali dengan niat. Luruskanlah niat dalam berbisnis itu hanya karena الله ta'ala. Hanya untuk mencari rizqi الله yang halal baik serta berkah. Serta mohon perlindungan dari allah untuk di hindari dari rizqi yang haram dan di lindungi dari proses mendapatkan rizqi yang haram/yang tidak di ridhoi oleh الله swt


sampai di sini adakah teman teman yang masih binggung/belum mengerti tenteng konsep bisnis rosulillah yang pertama ini?? Jika ada.
Tidak usah sungkan silahkan tulis di komentar dan kita diskusikan bersama di kolom komentar. Di sini kita akan belajar bareng. Tidak ada guru tidak ada murid. Kita semua sama.

Sama-sama umat akhir zaman nya baginda ROSULULLAH SAW yang sedang belajar meneladani sifat" mulianya beliau.