Asaku Terwujud
Kota tujuanku melanjutkan Pendidikan adalah Bengkulu, Bumi Rafflesia.  Ada seorang yang berasal dari kampung kami disana yang ku panggil "pisek" sudah berkeluarga dan berhasil, bersedia membantuku untuk mendaftar kuliah di kampusnya dulu. 

Izin dari ayah dan ibu sudah ku dapat. Sebelum berangkat ke Bengkulu, aku mengundurkan diri dari pekerjaan dan berpamitan dengan Kepala Sekolah beserta seluruh dewan guru sekolah dasar tempatku menambah pengalaman dan ilmu setahun terakhir ini.

Pertama kali berangkat ke Bengkulu, ibu meminta bibi untuk menemani dan mengantarkanku pada pisek. Singkat cerita aku resmi terdaftar sebagai mahasiswi baru Institut Agama Islam Negeri Bengkulu di jurusan TBI (Tadris Bahasa Inggris) atau Pendidikan Bahasa Inggris.
 
Aku sangat senang keinginanku untuk kuliah regular akhirnya terwujud. Aku bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan kuliah dengan baik.

Perkuliahanpun berjalan lancar, aku bertemu dengan teman-teman yang luar biasa. Aku tetap pada tekadku untuk kuliah sambil kerja. Aku memberitahu teman-temanku untuk mengabariku jika mereka mendapatkan informasi lowongan kerja yang bisa kulakukan diluar jam kuliah. 

Di suatu kesempatan, salah satu teman sekelasku memberitahu bahwa ada sebuah rumah makan yang membutuhkan tenaga kerja shift malam. Aku menyambut antusias kabar tersebut, aku bisa bekerja dimalam hari tanpa menganggu waktu kuliah pikirku.

Sebelum memutuskan untuk melamar pekerjaan di rumah makan tersebut, aku meminta izin kepada pisek karena waktu itu aku tinggal dirumahnya tentu saja semua kegiatanku harus ia ketahui dan mendapatkan izin darinya. "Pisek, ado keti ayuk ngato ado lowongan gawe di uma makat, tapi shift malap dan ahos temalap disitu," ujarku pada pisek. Beliau berpikir sebentar lalu berkata "Ai dak usahlah yuk!", "io sek," jawabku.

Ternyata pisek tidak menyetujui niatku untuk bekerja di rumah makan itu apalagi tugasnya malam dan harus menginap disana. Aku mengurungkan niatku dan aku bersyukur pisek tidak mengizinkanku waktu itu karena setelah dipikir-pikir memang sebaiknya aku mencari peluang kerja yang lain.

Di semester 1 dan 2 aku cukup aktif dalam kegiatan organisasi, baik organisasi dalam kampus maupun organisasi luar kampus. Salah satu organisasi yang aku ikuti adalah IPRA L'baas (Ikatan Penyiar Radio L'baas).

L'baas merupakan radio kampus yang dikelola oleh salah satu dosen dengan para mahasiswa sebagai penyiarnya. Aku belajar menjadi seorang penyiar disini dan menjadi penyiar selama kurang lebih empat tahun. 

Aku merupakan produser pertama acara "Fun With English". Aku dipercaya memproduksi, mengelola, dan menyiarkan acara ini karena aku merupakan mahasiswi jurusan Tadris Bahasa Inggris. Dalam mengelola acara ini, aku mengajak tiga teman terbaikku untuk bergabung menjadi penyiar disana. Mereka adalah Niar, Andri, dan Aziz.