Bab 3
"Aku bakso aja deh kak!" jawabku.

"kenapa kak Galang ,jadi kayak gini ya ke q, padahal kak Galang kan cakep,kliatan dari tampilannya seleranya pasti tinggi,knapa mau sama q ya,apa ini cuma perasanku ajah ya,atau sehabis permainan seminggu ini dia akan mutusin aku,dan ga kan knal aq lagi?" gumam Ayu dalam hati.

"knapa yu kok bengong!" ujar Galang.

"nggak papa kok ka!" jawabku.

Ting.. suara handphone ayu berbunyi

chatting JovaaaaaaN

yu kamu dimana?

Bales
Ting handphone Jovan berbunyi

Chatting Ayu

aku lagi makan dulu kak,nanti aq pulang nih sama kak Galang ko.

balas

Ting handphone Ayu

chatting JovaaaaaaN

ya udah cpet pulang ya jangan mampir2 ya.

Ayu tak membalasnya.

Tak lama kemudian pesanan mereka berdua datang.

"lohh kok cuma satu,kaaka nggak makan?" tanya Ayu.

"makanlaah,ini buat kita berdua!" jawabanny.

"hahhhh!" sontak ayu terkejut.

knapa kak Galang kayakgini sih,aku kan malu makan bareng, apalagi klo ngeliat mukanya aduuuuuhh ini sih bikin gue nggak bisa tidur" gumam Ayu.

"kok cuma diliatin,ayuk makan,kkak suapin ya!" ujar Galang yang mencoba menyodorkan sendok yang berisi somay itu.

"aduhh kak,jangan ahh malu!" ujar Ayu.

"cieee cieee adiknya disuapin,sayang banget sih sama adekny" ledek yang disitu.

"ayu, walaupun aku nggak tau apakah kita akan sampai pada permainan seminggu ini atau selamanya kakak nggak tau,yang pasti Kaka mulai sayang sama kamu" gumam Galang dalam hati.

"kakak knapa giniin aku ntar aku baper lagi!" gumam ayu yang menjerit dalam hati.

"habis ini kita pulang ya kak," ujar Ayu.

"ya .." jawab Galang.

Sehabis mengantar Ayu ,Galang langsung pulang, sepertiny Ayu dan Galang sudah mulai ada rasa suka.

"knapa yu senyum2 sendiri?" tanya Jovan.

"enggak kok kak" jawabku .

"enggak kok senyum-senyum, mikirin Galang ya" ledek Jovan.

"ih apaan sih kakak enggak lah!" sangkal Ayu.

"udah deh jangan bohong sama kakak, buktinya nya sehabis dianter Galang kamu senyum senyum sendiri!" ledek Jovan.

"apaan sih kakak ya udah deh aku mandi dulu dah!" jawabku .

Galang yang senyum-senyum sendiri dihampiri oleh Luna dan Luna berkata.

"cie kakak senyum-senyum sendiri kenapa kak?" tanya Luna.

"enggak kok!" jawab Galang simple.

tiba-tiba terdengar bunyi handphone milik Galang.

"tuh kak hp-nya bunyi"seru Luna.

Galang pun menyambar hp-nya dan ternyata Rafel menelponnya.

"halo kak ada apaan?"tanya Galang.

"Lang kayaknya kakak pulang yang sekitar 1 bulanan lagi," ujar Rafel.

"lah terus?" tanya Galang.

"ya udah itu aja oh iya Luna mana?, kakak pengen video call!" ujar Rafel.

"ada nih, aku panggilin dulu ya!, Lun kakak mau ngomong nih!" ujar Galang.

"oke deh, halo kakak lagi ngapain? udah makan apa belum?" tanya Luna.

"udah kamu udah makan apa belum? " tanya Rafel.

"udah kok kak jadi kapan pulang? ,tanya Luna.

"sebulan lagi ya!" balasnya.

"asik dong kalau gitu aku pengen jalan-jalan sama kakak!" balas Luna .

"iya besok kita jalan-jalan!" ujar Rafel.

"ya udah tutup teleponnya ya kakak mau tidur" ujar Rafel .

"iya kak!" jawab Luna.

"aku coba cek cewek ini aja apa ya?, lagian artikan nggak tahu, kamu cantik banget sih bikin aku penasaran!" gumam Fanel.

Ardi memang suka keluyuran, pulangnya malam.

Flashback 10 years (Fanel)

"lu tahu nggak, anak kecil yang baru kelas 5 SD itu yang katanya anak baru tuh," ujar Rafel.

"kenapa Fel?" tanya Fanel.

"lu naksir sama dia," tanya Panji.

"gimana gua nggak naksir coba, dia walaupun masih kecil tapi pesonanya men, jangan ditanya" ujar Rafel memuji.

"emang lu tahu siapa namanya?" tanya Fanel.

"itu dia aku ndak tahu!, kalian gih cari tahu, gue penasaran banget!" ujar Rafel.

"ehh Fel, bukannya selera elu tnggi banget ya, kenapa lu nanyain bocah SD?" tanya Fanel.

"gue nggak tahu kenapa, waktu pertama kali gue ketemu sama dia gue kagum sama dia, udah cantik putih lagi, ya walaupun kedua pepaya nya belum tumbuh!" ujar Rafel.

"parah lu, jangan-jangan lu udah nggak waras kali ya, masa iya elu suka sama anak SD gila lu!"sambung Fanel.

BACK OFF Fanel.

"kenapa gue inget itu lagi ya, padahal itu kan udah 10 tahun yang lalu, lagian bocah gadis itu juga mungkin udah gede, tapi sekarang di mana ya, kan bocahnya pindah-pindah!" gumam fanel.

"apa mungkin Rafel masih ingat itu?, dia kan yang gila waktu itu, kasihan banget tuh cewek, pasti hidupnya hancur banget, apalagi umurnya dulu masih kecil masih SD! "gumam fanel lagi.

"yu kamu nggak makan malam?" tanya Jovan.

"aku udah makan kak , aku mau tidur ah " balas Ayu.

"oh ya udah deh!" balas Jovan.

"kenapa setiap malam aku harus ingat kejadian itu ya,padahal itu kan udah 10 tahun yang lalu, ya Tuhan tolong jangan sampai aku bertemu lagi dengan kakak kelasku itu aku nggak mau,!" gumam Ayu dalam hati.

"tolong kak jangan lakuin itu!" desir suara gadis itu!.

"enggak enggak!, kamu cuma milik aku!" ujar Rafel.

"kenapa aku inget semua itu ya, padahal itu kan udah lama udah 10 tahun, mungkin gadis itu juga akan lupa, dia seperti apa ya?" gumam Rafel yang teringat kejadian itu.

"kak besok bangunin aku ya pagi soalnya aku mau jemput cewek!" ujar Ardi.

"emang lu udah punya cewek?" tanya Fanel .

"belum sih kak tapi lagi pendekatan" jawab Ardi.

"ya kenalin dong sama kakak, kakak kan juga pengen tahu" Jawab Fanel.

"besok juga tahu kak, ya udah ya aku mau tidur, jangan lupa besok bangunin aku!" ujar Ardi.

seperti biasa pagi hari aku harus berangkat kerja, eh tiba-tiba Galang.
sudah di depan pintu .

"hai selamat pagi nona cantik!" sambut Galang.

"kakak kakak ngapain disini?" tanyaku .

"jemput kamu, ya udah kita berangkat yuk!" ujar Galang.

"tapi kak kan nggak harus tiap hari juga!" ujarku.

"ya nggak apa-apa kan ini juga bagian dari permainan reuni," ujar Galang.

"ayo bonceng entar telat lagi!" ujar Galang.

"ya udah deh!" ujar Ayu.

" pegangan dong ntar jatuh, tuan Putri ku!" rayu Galang .

"tapi kak!" ujarku.

"udah nggak usah tapi tapian,"ujar Galang menarik tangan Ayu untuk merangkulnya.

"kenapa ya setiap kali aku sama kak Galang, rasanya kok gini, Malu!" ujar ayu dalam hati.

"yu kakak kamu ke mana?" tanya Galang.

"kakak udah berangkat kerja pagi soalnya!" balas Ayu.

"oh pantesan!" balasnya.

Ardi kesiangan menjemput Ayu.

suara alarm jam menunjukkan pukul jam 7 lewat 30.

"aduh berisik banget sih,"ardi membuka matanya dan melihat jam.

Ardi terkejut melihat jam tujuh lewat,.

"ya ampun telat nih gue, kenapa kakak gue nggak bangunin sih!" ujar Ardi.

tiba-tiba Fanel keluar dari kamar mandi.

"eh udah bangun lu?" ujar Fanel.

"kakak gimana sih orang disuruh bangunin aku Pallangga dibangunin, kesiangan kan jadinya nyaa, enggak jadi deh jemputnya" ujar Ardi.

"gue tadi udah bangunin elu tapi nggak bangun-bangun tidur kayak kebo!" ujar fanel.

"kau ah kakak nih! gumam Ardi kesal.

"makasih ya kak udah nganterin aku, Aku kan jadi ngerepotin"ujar Ayu.

"nggak papa lagian Kaka nggak repot kok!, yaudah kamu masuk gih entar telat lagi, yang rajin ya kerjanya!" balas Galang.

"iya kak makasih ya udah ya!" balas Ayu yang lalu meninggalkan Galang.

Galang yang di tengah perjalanan bertemu dengan Panji teman Rafael kakaknya.

"eh kamu ka Panji kan?" tanya Galang.

"iya kamu siapa?" tanya Panji.

"aku Galang kak adiknya kak Rafael, ingat enggak?" tanya Galang.

"oh iya iya iya, gimana kabar kakak mu?" tanya Panji.

"dia baik kok ka" jawab Galang.

"sekarang di mana dia?" tanya Panji.

"masih kuliah ka diluar negeri kak, ya udah ya aku pamit dulu!" ujar Galang.

Ahh lebih baik gue telfon Fanel aja deh,siapa tau Fanel masih ada dikota ini" gumam Panji.

"kring...kring.." bunyi handphone Fanel berbunyi.

"haallo,knapa nji?" tanya Fanel .

"lu dimana nel? ,gua pulang nih ,kita nongkrong yok!" ajak Panji.

"ehh gue dirumah nji,mau nongkrong dmana?" tanya Fanel.

"ditempat biasa ya,gue tunggu!" ujar Panji .

"ok deh ,gue otw ya!" balas Fanel.

Panji pun menutup telfonnya dan bergagas ke  cafe tempat biasa dia tongkrongan.

Tak lama kemudian Fanel pun tiba dicaffe.

"eehh nji lu dah lama ya?" tanya Fanel.

"belum kok,baru aja,Oya gimana kabar lu?" tanya Panji.

"baik,lu sih?" tanya Fanel.

"sama,Oya nel emg si Rafel blm pulang apa ?" tanya Panji.

"belum nji,tapi kayaknya sih tahun ini katanya!" jawab Fanel.

"ehh nji,lu masih ingat nggak kejadian 10 tahun yang lalu?" tanya Fanel lagi.

"yang apa?" tanya Panji sembari menyeruput secangkir kopi.

"ituh s Rafel ," jawab Fanel.

"hmmmm gue lupa nel,!" jawabnya.

"ya elah,yang pelecehan itu nji masa lu nggak inget?" tanya Fanel.

"hmmmmm,,agaknya aku lupa nel,tpi gue inget2 dulu ya!" ujar Panji.

Flashback off 10 tahun (Panji)

"pokoknya gue harus miliki dia!" ujar Rafel.

"lu udah gila apa Fel,dia tuh masih bocah?" ujar Panji.

"gue nggak peduli lagi nji," ujar Rafel.

"pokoknya lu harus bantuin gue untuk dapetin gadis kecil itu!" ujar Rafel yang masih STM itu.

"gila nih anak,gue pikir selaranya tinggi,eh ternyata!" gumamku .

Rafel memang cowok tertampan disekolah itu, hampir semua cewek mengejarnya , namun selara Rafel sangat tinggi.

Back again..

"ohhh yah,gue inget!" ujar Panji.

"pertanyaan gue , sekarang gadis itu pasti cantik banget,dimana dia yaa?" tanya Fanel.

"ye mana gue tau,emg gue bapaknya!" jawab Panji.

"diantara kita bertiga cuma Rafel yang terparah kelakuannya.

"Ayu, kayaknya Rehan suka sama lu deh?" ujar Adis.

"suka dari Hongkong,gue ajaa nganggap dia cuma temen!"ujar Ayu.

"ya gpp x yu,Rehan kan cowo baik!,pinter lagi!" ujar Adis.

"ka Galang,mau kemana sih?" tanya Luna.

"kakak pergi bentar yaah,kmu dirumah aja" jawab Galang yang akan menjemput Ayu.

Rehan yang tau Ayu akan pulang bersama Adis, menghampirinya.

"yu pulang bareng aku yuk!" ajak Rehan.

"aduuuh, nggak deh takut ngerepotin!" balas Ayu.

"ahh nggak kok,masa ngrepoti!" ujar Rehan.

"kamu pulang sama Adis aja ya,Adis pasti mau!" jawab Ayu.

"ihhhhhh lu,apa2'n !" ujar Adis.

Next four.