Eps 6
"tadi namanya siapa dis?" Panji.

"dia ayu,knapa kak?" tanya Adis.

"ohhh nggakpapa kok!" ujar Panji.

Panji segera pulang.

Waktu jam pulang Ayu pun tiba.

"yu pulang sama Rehan ya?" tanya Adis .

"iya dis! "balas Ayu.

tak lama kemudian Galang pun datang menjemput Ayu.

"yuk pulang!" ajak Galang .

"ayok!" balas Ayu.

Galang mengajak Ayu kencan untuk ke2 hari sebelum game reuni itu akan selesai.

"yu besok kita jalan ya!" ujar Galang.

"tapi aku besok kerja kak!" balas Ayu.

"kamu ijin ya, soalnya kencan kaget kita udah mau seminggu dan itu otomatis akan berakhir,Kaka pgen jalan sma kamu yu" Ujar Galang.

"ya udah deh, nanti aku ijin" ujar Ayu.

ditengah perjalanan Panji melihat adik Rafel yang bersama Ayu.

"loh itu kan Galang?, adiknya Rafel,kok sama Ayu?,apa mereka berdua pacaran ya?" gumam Panji.

"makasih ya kak ,udah anterin aku?" ujar Ayu.

"ya yu, yaudah Kaka pulang ya ,sampai ketemu besok"ujar Galang.

"okk kak!" balas Ayu yang masuk kedalam rumah.

"Yu,udah pulang?" tanya Jovan.

"udah kak,oyaa kak,besok aku mau cuti deh!" ujar Ayu.

"cuti knapa yu?,trus kmu udah ngomong sama Bu Tin, tentang tawarannya blm?" tanya  jovan.

"udah kok ka,q udah ngomong sama Bu Tin,klo besok q mau jalan sama kak Galang boleh kan ka?" tanya Ayu.

"boleh, lagian kan acaranya kalian kan juga mau selesai,masa iya nggak ada kencan!" ujar jovan memberikan pengertian kepada adik kesayangannya itu.

"makasih ya Kaka baik deh, yaudah aku mau mandi dulu ya!" ujar Ayu semangat.

Oya aku harus pesen nih sama Adis klo aku cuti.,q wa aja deh!" gumam Ayu.

chatting

dis tolong bilangin Bu Tin aku ijin ya. besok ada acara .makasih.

"knapa gue ingat kejadian itu terus-menerus ya?" gumam Rafel diatas ranjang sembari melihat langit2 plafon putih itu.

"sebaiknya aku telfon Panji siapa tau dia juga mau bantu gua.

"kring kring kring .. bunyi handphone Panji .

"halo Fel ,tumben lu telfon gue ada apaan nih?"tanya Panji.

"nji lu bisa bantu gue nggak?" tanya Rafel.

"bantu apa Fel?" tanya Panji.

"lu cari tau soal gadis kecil itu terus lu kasih tau gue!" ujar Rafel.

"gadis kecil mana sih?" tanya Panji.

"gadis kecil yang pernah kita ledek itu,yang di rekaman dulu!" tegas Rafel.

"ohhh iya ,lu ngapain sih nyari2 gadis itu terus Fel?" tanya Panji

"ya gue keingat dia terus nji ,lu bantuin gue knapa?,yaa plis?" ujar Rafel memohon.

"gua nih heran Ama lu ya Fel,nggak elu nggak Fanel knapa sih masih nginget2 kejadian itu Mulu?, pusing gue!" ujar Panji.

"yaa,tolong lah nji!" ujar Rafel memohon.

"yaa ya,tapi gue nggak janji ya, soalnya ituh kan udah lama,lagian dulu sama sekarang pasti tuh bocah udah berubah wajahnya!" ujar Panji.

"ok deh,gue ngerti nji,tpi tolong lu usahain yah!" ujar Rafel lagi.

"iya,iya ,Oya fel gue tadi nggak sengaja ktemu adek lu si Galang,dia naik motor bonceng cewe,emang Galang udah punya pacar apa?" ujar Panji.

"haahh masa sih?" tanya Rafel yang membuatnya terbangun dari tidurannya.

"parahnya lagi gue baru aja kenal Ama tuh cewek ditoko!,dan gue pikir gue akan bisa muve on dari Tari sejak bertemu gadis itu!" ujar Panji.

"pantesan aja Galang sampai lupa memperhatikan Luna!" gumam Rafel dalam hati.

"kok diem Fel?" tanya Panji.

"ehh iya nji,gue nggak tau adek gue pacaran, soalnya gue sama dia kan jauh,ehh ya udah deh nji ,gue mau istirahat yah! " ujar Rafel.

Selesai telfon Panji Rafel langsung menelpon adiknya itu agar memperhatikan Luna adik perempuannya itu.

"halo kak" sapa Galang.

"lu dimana?" tanya Rafel.

"dirumah lah kak,emang dimana?" tanya Galang.

"lu emang punya pacar Lang?" tanya Rafel yang langsung menanyai adiknya itu.

"lohh siapa bilang kak?" tanya Galang.

"perasaan gue nggak pernah ngomong2 kesiapa2" gumam Galang.

"Kaka tau dari siapa itu nggak penting,kamu boleh pacaran Lang, tapi jangan lupa adek kita Luna,jangan sampai kamu lupa!" ujar Rafel menegur Galang tanpa jelas.

"iya kak,aku tau kok,lagian siapa sih yang lupa klo punya Ade!" tukas Galang yang sedikit tersinggung.

"itu ngga penting ya,Kaka yang ngurusi kamu sama Ade jadi tolong hargai Kaka,!" ujar Rafel.

sejak orang tuannya meninggal karena kecelakaan 9 tahun silam, Rafel memang berusaha untuk sebaik mungkin untuk menjaga kedua adiknya dan melanjutkan kuliahnya di luar negeri, sekaligus mengurus usaha konstruksinya.

"iyaa iya kak,ya udah ya aku mau tidur!" ujar Galang.

"ya udah Lang,cuma itu pesen Kaka!" ujar Rafel.

"iya2,"

Siapa sih,yang ngomong ke kak Rafel soal gue sama Ayu kok bisa kak Rafel nduga aku pacaran sama Ayu,sial banget tuh orang!" gumam Galang kesal.

Fanel yang melihat Ardi sibuk merancang itu menggodanya.

"dii lembur terus yaaa!" ujar Fanel.

"iya lah ,aku kan mau jadi arsitek hebat!" ujar Ardi.

Fanel pun menanyakan hubungan Ardi dengan Ayu.

"oyaa di,gimana hubunganmu sama siapa tuhh yang lu ceritain kemaren!" ujar Fanel.

"Ayu?" tanya Ardi.

"nahhhh diaa!" ujar Fanel.

"gue nunggu reuni berakhir ka,ntar gue kena sangsi lagi!" pungkas Ardi yang fokus dengan pekerjaannya itu.

"maksudnya,aku nggak paham di?" tanya Fanel.

"yaa,jadi pas kemaren reunian temen sekolah SMA ku dulu si Ayu diajak kakaknya tuh si Jovan,ehh pas kebetulan si Ayu dapat tiket kencan kaget selama seminggu tuh sama si Galang yaudah deh aku nunggu semua berakhir aja,!" ujar Ardi.

"Galang?,Galang yang mana si di?" tanya Fanel lagi .

"kakak inget nggak,ketiga tim basket yang dulu pernah berantem sama timnya kakak?" tanya Ardi.

Galang yang mana sih?"ujar Fanel terbengong masih mengingat ingat tempo dulu.

"Galang,hmmmm kakak kayaknya lupa!" sambung Ardi.

sepintas Fanel teringat kejadian lomba itu yang hampir tawuran dengan adik kelasnya itu.

"ehh lu jangan sok senior yah,kalau bisanya nindas juniornya!" ujar adik kelasnya itu yang baru kls 3 SMP.

"gue inget di!'' tegas Fanel.

"ketiga temen lu yang dulu sok disekolahkan!" sambung Fanel.

Ardi ternyata sudah tertidur didepan kakaknya itu.

Jovan,Galang dan Efan dulu memang menjadi saingan terberat antara Rafel,Fanel dan Panji , hampir setiap acara mereka selalu menjadi yang terbaik namun selalu terjadi perselisihan.

"sialan nih bocah,udah tidur aja!" sambung Fanel.

ketiga kakak kelas ini belum mengetahui kalau Ayu yang sedang dekat dengan adik2nya adalah gadis kecil yang mereka cari selama ini.

pagi hari Ayu berdandan mengenakan kaos putih dengan rambut diurai dengan jepit disisi poninya.

"cantik banget dek!" puji Jovan.

"ahhh kakak bisa aja .,!,makan yu kak!" ajak Ayu.

"ayok!" ujar Jovan.

"Kaka mau kemana nih rapi banget?" tanya Luna.

"kakak pergi dulu ya, nanti kakak beliin martabak!" ujar Galang menyisir dan memakai wangi-wangian.

"ya ok deh!" balas Luna .

Galang menuju garasi dan menaiki motor gedenya itu,dan menuju rumah Ayu.

"kak,emang ibu sama ayah pulangnya kapan ya?" tanya Ayu.

"nggak tau kamu kangen?" tanya Jovan.

"iya hehe" bals Ayu

Tak lama kemudian Galang sampai di rumah Ayu.

"tok tok tok, asalamualaikum!" sapa Galang.

"ehh itu kayaknya Galang deh kak,aku samperin dulu ya!" ujar Ayu.

"ya," ujar jovan.

Jovan pun membuntuti Ayu dari belakang, melihat apakah itu Galang atau bukan.

"eehh Kaka?" sambut Ayu.

"Van gue pinjem Ade lu dulu ya?" ujar Galang.

"ok ,ehh Lang jaga adek gue ya jangan lu apa2'n!" ujar Jovan.

"ok deh sip!" ujar Galang.

"udah siap,yok kita berangkat!" ujar Galang.

"ayok!,ehh kak Jovan aku pamit dulu ya!" ujar Ayu.

"ya hati2 ya!" ujar Jovan.

Ayu pun dibonceng Galang dengan motor gedenya itu.

"ehh kak,mau kemana?" tanya Ardi.

"Kaka mau kerumah Panji dulu ya!" ujar Fanel.

Fanel yang mengendarai motornya menuju rumah Panji tak sengaja berpapasan dengan Ayu dan Galang, Fanel pun tak paham siapa yang dibonceng Galang karena memakai helm.

"lohh itu kan Galang?" gumam Fanel.

"tok tok tok.. suara pintu rumah Panji berbunyi!

"ehhh lu nel,pagi banget lu main,gue baru bangun!" ujar Panji.

"iya,ada yang mau gue omongin Ama lu nji!" ujar Fanel.

"sama,!,ehh tunggu dulu ya,gue ambil air minum dulu" ujar Panji.

tak lama kemudian Panji datang membawa minum jus untuk suguhan Fanel .

"nih minum dulu nel"ujar Panji.

"ya makasih nji" Jawab Fanel.

"emang lu mau ngomong apa nel, kok lu semangat banget sih pagi2 udah main !" tanya Panji.

"iya nji,gue nihh heran SM Rafel kok dia nyuruh2 gue nyari tuh gadis kecil itu ya?" gumam Fanel.

"ya elah,gue kira ada apaan!, gue juga lagi kesel nel, baru juga kemarin gue naksir sama cewe ehh ternyata udah punya cowo!" ujar Panji.

"ehh nji,lu ada rencana nggak buat masalah si Rafel,gue pusing nih!" ujar Fanel.

"udah deh jangan terlalu lo pikirin,lagian kan bukan masalah qt" ujar panji.