HURUF KAPITAL

PENGGUNAAN HURUF KAPITAL
(Sumber materi : DosenBahasa.com)

Sudah tidak asing lagi dengan huruf kapital, kan? Ya, huruf kapital adalan huruf besar. Berikut ini adalah 16 aturan penggunaan huruf kapital, yaitu :

1. Sebagai huruf pertama pada kata pertama dalam suatu kalimat .
Contoh:
   πŸ’ Ayah membunuh seekor ular yang hendak masuk ke rumah.
   πŸ’ Minggu kemarin grup KCCI direbut oleh orang yang tak bertanggung jawab.

2. Sebagai huruf pertama dalam kalimat petikan langsung.
Contoh:
   a. Rindu memarahi Ferdi. "Pergi sana!"
   b. Orang di seberang jalan berlari menghampiriku, lalu bertanya, β€œSiapa namamu?”.

3. Sebagai huruf pertama untuk sebutan yang berhubungan dengan Tuhan, kitab suci serta kata ganti untuk memanggil Tuhan.
Contoh:
  a. Mintalah perlindungan pada Yang Maha Kuasa
  b. Hanya pada-Mu kami memohon ampun.

4. Sebagai huruf pertama untuk menyebutkan nama kehormatan, keturunan dan keagamaan (hanya jika diikuti oleh nama seseorang yang memenangkan).
Contoh:
   a. Salah satu pahlawan kebanggaan bangsa Kapitan Pattimura.
   b. Acara tabligh akbar itu dihadiri oleh Ustadz Abdul Somad.

5. Sebagai huruf pertama sebutan / jabatan, jabatan dan pangkat seseorang (hanya jika diikuti oleh orang yang disetujui atau jika orang tersebut diganti dengan nama lembaga atau nama tempat ia berkedudukan).
Contoh:
   a. Kasus korupsi itu juga menyeret nama Ketua DPR.
   b. Rektor Universitas Indonesia dikabarkan mengalami cedera ringan saat olahraga.

6. Sebagai huruf pertama nama orang.
Contoh:
   a. Anak sulungku bernama Bintang Ranel Adlan.
   b. Penulis favoritku adalah Asma Nadia

7. Sebagai singkatan nama orang.
Contoh:
    a. Putra presiden RI yang ke-6 Indonesia AHY.
    b. ABW merupakan gubernur terpilih.

8. Sebagai huruf pertama nama bahasa, suku, bangsa, dan agama.
Contoh:
   a. Di Minangkabau terdapat banyak suku, di antaranya: Bodi, Caniago, Koto, Piliang, Tanjuang, Melayu, dan banyak lagi.
   b. Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang diakui seluruh dunia.

9. Sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, peristiwa sejarah, dan nama hari raya suatu agama.
Contoh:
   a. Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.
   b. Natalie lahir tepat di Hari Raya Natal yaitu 25 Desember.
   c.  Upacara bendera rutin diadakan setiap Senin pagi.

10. Sebagai huruf pertama nama tempat, lokasi geografis.
Contoh:
   a. Kawasan wisata Raja Ampat berada di Papua.
   b. Villa kecil ini dibangun tepat di jalur pendakian gunung Sinabung.

11. Sebagai huruf pertama nama negara, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan serta nama dokumen resmi.
Contoh:
      a. Panduan tentang memperbaharui dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dilihat di buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
     b. Peraturan baru ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, No. 21 Tahun 2008.

12. Sebagai huruf pertama perulangan kata suatu badan / lembaga, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan dan dokumen resmi.
Contoh:
   a. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia merupakan hal yang wajib dilakukan dalam kegiatan  upacara bendera.
   b. Besok akan diselenggarakan pemilihan ketua dari Yayasan Ilmu-Ilmu Ekonomi.

13. Sebagai huruf pertama nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan.
Contoh:
    a. Ibu sangat suka membaca majalah Nova.
    b. Hampir seluruh penghuni kost ini suka surat kabar Media Indonesia.

14. Sebagai huruf pertama singkatan gelar, pangkat juga sapaan.
Contoh:
    a. Jebolan fakultas ekonomi, akan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (SE).
    b. Semua skripsi yang terkumpul akan diperiksa oleh Ketua Prodi (Program Studi) masing-masing jurusan.

15. Sebagai huruf pertama kata penunjuk kekerabatan (baik yang diikuti dengan atau tanpa nama orang yang diundang).
Contoh:
   a. Kapan Bapak akan kembali dari rantau?
   b. Hari ini saya harus datangi rumah Pak RT untuk menerima bansos.

16. Sebagai huruf pertama kata ganti Anda dan Saudara/i.
Contoh:
    a. Apakah Anda ada masalah dengan pernapasan?
    b. Kehadiran Saudara sangat menentukan jalannya rapat.

----

Dalam beberapa kasus, huruf kapital ditolak penggunaannya, antara lain:

1. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya atas nama gelar, kehormatan, yang tidak diikuti nama.
Contoh:
   a. Kami diajari mengaji oleh salah satu ustadz terbaik di kampung ini.
   b. Yuni melahirkan anak pertamanya dibantu oleh seorang bidan.

2. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya atas nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama dan lokasi kedudukannya.
Contoh:
  a. Tahun ini dia terpilih jadi gubernur.
  b. Akhirnya dia mendapatkan gelar dokter.

3. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama orang yang digunakan sebagai satuan atau ukuran.
Contoh:
    a. Mesin diesel yang ada di ujung lorong itu terbakar.
    b. Suhu cukup panas, sampai 34Β° celcius.

4. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama bahasa, bangsa dan suku yang digunakan sebagai kata turunan.
Contoh:
   a. Tugas hari ini hanya mengindonesiakan istilah yang ada di dalam artikel.
   b. Meskipun lahir di rantau, Rudi tetap meminangkabaukan anak-anaknya.

5. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada pencantuman peristiwa sejarah, jika tidak diikuti oleh nama.
Contoh:
  a. Perseteruan antar kampung ini bisa-bisa menjadi perang dunia.
  b. Ledakan kemarahan Mamak Nida Simangunsong mengalahkan bom atom.

---