Platform paling cuan
"Mana yang paling cuan?" 

Ini pertanyaan yang sering mampir baik di DM IG atau inbox FB.

Pertanyaan yang dibarengi berapa pendapatan dan kapan kira-kira bisa sampai ke tangan penulis.

Jujur kalo ada yang nanya begini biasa pertanyaan balik saya "Maaf, kamu cuma punya satu naskah?"

Dan jawabannya selalu iyes (dengan alasan mereka nulis sambil kerja atau kuliah sehingga baru rampungin satu naskah)

Ok, jadi kesimpulannya mau cuan paling cepet dengan modal satu naskah? Bagi saya jelas nggak mungkin.

Kecuali kalau kamu mau jual HAKI untuk duit ratusan ribu. Itu baru mungkin.

Platform baik biasa memperlakukan penulis seperti petani. Loe nanem dulu baru mikir panen.

Nggak ada namanya ujuk-ujuk dengan satu naskah loe panen cepet. Itu bukan nanem namanya. Tapi bunuh diri dengan menyerahkan hasil panen loe sebelum waktunya. 

Yang mungkin dalam mindset loe "Masih untung ada yang menghargai karya saya."

Thor,  di 'Platform baik' nanem itu butuh kesabaran. Kita emang nggak bisa prediksi kapan waktu panen akan tiba. Akankah hasil panen (view) berlimpah.

Nggak ada panen berlimpah kalau hanya mengandalkan satu naskah di satu lahan.

Bikin naskah baru, kirim ke platform lain. Kalau view rendah dan belum kontrak pindahkan lahan nanemnya. Kali di tempat lain naskah loe lebih subur view-nya.

Sebagai penulis kita nggak bisa bergantung sama satu naskah.

Atau bergantung di satu genre yang lagi trend.

Satu naskah dengan genre yang lagi naik daun bakal bikin loe terengah-engah nyari pembacanya.

Buat naskah baru, olah semua tangkapan indera, hidangkan menjadi genre beda. 

Tebar ke platform naskahmu (dan usahakan ke platform yang tidak terikat kontrak seumur hidup atau ada menu hapusnya).

Percaya, kalau loe udah bikin yang authentic (anti main stream). Naskah loe bakal ada yang baca, walau mungkin nggak secepat kalau bikin tema seragam.

Contohnya Love Like Puzzle yang publish 2017 di Cabaca. Genrenya baru digemari sekarang dan bikin panen tahun ini ngalahin buku saya yang terbit cetak.

Jadi ingat, bikin yang banyak dan beda. Jangan satu tapi loe pengen cuan banyak.

Nggak bakal nemu platform yang paling bercuan kalau mengandalkan satu naskahšŸ™ˆ

Nggak punya waktu?  Jangan alesanšŸ˜ngetik sekarang bisa di ponsel. Tinggal kitanya yang disiplinin diri untuk nulis 500 kata per hari. Biar dalam dua bulan jadi satu naskah rampung. Bisa kan ThoršŸ„°

Kalau mau bilang nggak bisa kamu nengok saya. Lihat kerjaan saya ;  

Ibu rumah tangga tanpa pembantu.
Ngurus rumah, anak sama suami.
Dan masih sempet nulis naskah. Itu artinya kamu juga harus bisa.

Semangat ThoršŸ’Ŗ semangat bikin naskah yang banyak buat ditanam ke banyak platformšŸ„°