Bab 2: Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini
Pada bab II ini, materi yang perlu dipelajari mengenai karakteristik perkembangan anak usia dini. Hal tersebut bertujuan untuk memahami ciri-ciri anak usia dini. 

Membahas anak usia dini tidak pernah ada akhir. Karena kehadiran mereka merupakan bagian keindahan dunia. Bayangkan masa-masa anda menjadi pasangan pengantin muda yang baru menikah, barangkali merasakan perasaan ingin memiliki momongan (keturunan). Anda pun melakukan program kehamilan melalui dokter ahli kandungan yang terpercaya atau bahkan diberi rekomendasi oleh keluarga. 

Akan tetapi, fakta yang ada di masyarakat beredar pemberitaan media mainstream serta cetak tentang kasus - kasus aborsi, hamil diluar nikah, dan penemuan bayi di semak-semak atau di dalam kardus. Berita tersebut menyayat hati anda yang selama ini menanti kehadiran buah hati. Kenapa bisa ada manusia yang tidak berperasaan seperti itu?

Oleh sebab itu, penulis berpendapat bahwa memiliki anak adalah sebuah seleksi alam yang siapapun sebatas merencanakan, Tuhan pula berkehendak. Penulis sendiri mengalami fase-fase menanti kehadiran buah hati selama satu tahun pernikahan. 

Maka, atas dasar gambaran fenomena di atas anda perlu mempelajari bab II ini sebagai bentuk rasa syukur agar mampu membantu anak usia dini melewati fase pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik. Usia dini memiliki fase - fase tersebut yang sering dikenal "jendela kesempatan". Melalui tahap-tahap perkembangan dapat berjalan dengan baik selama anda mengetahui apa saja yang karakteristik perkembangan anak usia dini. Fachrul(2019) berpendapat sebagai orangtua memahami karakteristik perkembangan anak usia dini sebagai tanggungjawab melalui pendampingan bersama anak. Pandangan tersebut memberi makna menjadi orangtua pun harus ada kesadaran diri secara personal tentang mempelajari anak usia dini.

Berikut karakteristik perkembangan anak usia dini :
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curios)
2. Senang bermain
3. Daya perhatian pendek
4. Menyukai aktivitas eksplorasi
5. Memiliki egosentris yang tinggi
6. Aktif
7. Kaya akan fantasi serta imajinasi
8. Petualang
9. Masih mudah frustasi
10. Masih kurang mempertimbangkan dalam sesuatu hal
11. Bergairah untuk belajar
12. Semakin menunjukkan minat berteman (Kompasiana, 2010)

Mengenai karakteristik perkembangan anak usia dini, anda harus mengetahui dimensi perkembangan anak usia dini yang terdiri pada 6 aspek perkembangan yaitu perkembangan nilai agama & moral, bahasa, kognitif, fisik motorik, sosial emosional dan seni. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tugas-tugas perkembangan berbeda antar satu sama lain dan menghasilkan kompetensi (keterampilan) yang akan membantu anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. 

Agar mampu melewati fase - fase perkembangan dengan baik, perlu pola asuh yang tepat bagi anak usia dini. Selain itu, mendidik dengan hati serta cinta dan memenuhi kebutuhan gizi dengan baik. UNESCO (2007), "peran orangtua sangat utama dalam tumbuh kembang anak". Artinya, persepsi orangtua dalam membelajarkan anak mengenai pengetahuan awal harus berlandaskan usia-usia perkembangan anak. 

Dengan demikian, komunikasi dalam pengasuhan dan pendidikan pada anak usia dini perlu ditingkatkan oleh orangtua. Tidak tepat apabila mendidik anak usia dini lebih dibebani pada ibu. Ayah juga memiliki kewajiban yang sama dalam mengasuh anak, tidak sekedar sebagai pencari nafkah.