####PART 11
JANGAN LUPA SUBCRIBENYA YA MAN TEMAN...BIAR AGUNG TAMBAH SEMANGAT NYA...

TERIMA KASIH BUAT PEMBACA SETIA.


" Ye.....ye.....Ayah pulang"!.


"Ye.....ye....Ayah pulang...!".

Aku terlonjak kegirangan nampak kapal yang kutunggu akhirnya nongol.


Kakek dan emak cuma geleng kepala melihat aksiku.Gembiranya tiada terkira.Abis,, sudah lama gak jumpa ayah.



"Yok, kita pindah tempat.Kita tunggu ayahmu di depan pintu masuk pelabuhan yang sebelah sana!". Perintah kakek sambil menunjuk kearah kiri bagian depan dari posisi tempat kami berdiri saat ini.


"Yah....awak pikir disini aja , kek". Protesku.

" Kalo disitu cuma mau nengok kapal dah sampai atau belum lho , Gung.Kalo mau jemput Ayahmu, ya digedung sebelah sana lho, anak pandai?". Jelas kakek


"Oh...gitu ya kek". Kataku mulai mengerti.


Kami melangkah ke arah tempat sepeda motor kami tadi diparkir.Kami berpindah tempat lagi.


Emak cuma mengekor saja dibelakang.Secara Emak nemang baru pertama kali ini ikut pergi menjemput sampai pelabuhan.



"Kiri...kiri....kosong, wak!". Tukang parkir mengarahkan sepeda motor kami menepi begitu kami sampai.


Kami menurut.Memang tempat yang ditunjukkannya yang kosong.


"Ayo Gung!". Kakek memanggil sambil menggandeng tangan kecilku.


"Mana ayah, kek?Kok belum kelihatan?". Tanyaku penasaran.


"Yo sabar lho Gung,ayahmu masih ikut antrian didalam!". Sahut emak menimpali.


"Kan bisa sih Ayah langsung keluar, orang pintunya lebar pun, Mak!". Asumsiku aku betul banget gaes hhh.


" Lambemu Gung...angger njeplak!". Kakek menjawab sambil menyentuh kepalaku.


" Ya tetap harus antri lho, nak.Biar tertib dan teratur.Coba kalau semuanya mau menang sendiri, nggak pakai aturan mengantri, pasti kacau balau  nanti suasana pelabuhannya , Nak". Emak bijak menjelaskan pentingnya ngantri kepadaku.


" Mari....pak ! Saya tolong bantu!". Seorang poter coba menawarkan jasa nya pada penumpang yang terlihat keluar duluan.

" Berapa biasa nya, bang?". Kami dengar orang itu menawar jasa.


"Seikhlas hati  bapak aja lah!". Jawab si poter jujur.


"Ya uda bang, kearah betor yang di ujung sana ya!". Perintah penumpang feri itu menunjuk ke suatu arah.


"Wiiii...kok lama kali lah ayah nongol sih , Mak?" Gerutuku karena menunggu lama  didepan pintu masuk


"Yo sabar lho, Gung!". Selalu itu kalimat emakku.


"Gung! Coba ke sini kau!".Perintah kakek melambaikan tangannya.