####Part 12
JANGAN  LUPA SUBCRIBE NYA YA MAN TEMAN .BIAR AGUNG TAMBAH SEMANGAT ..


TERIMA KASIH BUAT YANG SETIA DENGAN CERITA INI.SALAM SAYANG SELALU...


"Iya, kek!".Aku mendekat menyambut panggilan kakek.


"Sini lah berdiri dekat kakek.Biar langsung nampak nanti kalau ayah mu sudah keluar !".


Aku menurut pada perintah kakek.Berdiri merapat dengannya di dekat pintu keluar bagi penumpang kapal.


Emak mengekor dari belakang.Tanpa banyak bicara memperhatikan tingkahku yang sedikit aktif.


" Kok lama kali lah ayah itu keluar , kek?". Nanti ayah ketiduran di dalam kapal  , kek?". Aku yang selalu penasaran mengeluarkan unek unekku sebagai anak kecil.



"Ngarang aja kau , Gung! Ayahmu masih menunggu giliran lho.Harus antri dulu". Jelas kakek sambil mengelus kepalaku dan tersenyum.



"Kan bisa , langsung aja keluar, kek.Orang tinggal keluar aja pun.Kan capek Agung nungguin dari tadi tapi ayah belum muncul juga". 



" Sabarlah kau sebentar lagi!". Kembali kakek mengelus puncak kepalaku.


"Anak lanang seng guanteng dewe ra ono tunggale!".Aku tanda suara dari kejahuan itu.


Itu suara ayah ku.Tapi kok nggak nampak sosoknya , ya?Aku yang terlalu pendek di antara  orang orang dewasa ini mengedarkan pandangan ku di sekeliling ruang tunggu ini.



"Sebelah sini lho , nak!". Ayah ku melambaikan tangannya dari arah hadapan ku.


"Ayah......!".


"Ye......Ayah pulang"!.Aku berlari menyongsong ayah ku yang juga melajukan langkah kakinya menghampiri aku.


"Wah...anak lanang sudah besar rupanya". Sambut ayahku sambil menggendong tubuh kecilku.


"Ayah kok lama kali keluarnya.Agung tadi nunggunya sudah lama lho". Laporku pada ayah .


"Oh, iya kah?Ya maaf lah kalo sudah buat Agung lama nunggu nya.Nah, ini buat Agung!". Ayah menyerahkan sesuatu.


"Apa itu, Yah?". Tanyaku penasaran.


"Nanti bukanya di rumah aja ya. Sekarang kita hampiri kakek sama emak". Ayah kembali menurunkan  lalu menggandeng tangan ku mendekat ke arah semula aku tadi berdiri menunggu.



"Pak, gimana kabarnya.Sehat kan?". Ayah bertanya kabar sambil mengulurkan tangannya bersalaman dengan kakek.



"Alhamdulillah sehat , Ton.Itu si Agung recok aja dari tadi.Protes  melulu.Kelamaan nunggu dia". Jawab kakek menyambut uluran tangan ayah, sambil mengadu tentang dramaku selama menunggu.


Emak datang mendekat menghampiri ayah dan mengulurkan tangannya juga mencium punggung tangan ayah ku.


"Sehat kan , mas?". Sapa emak pada ayah.


"Alhamdulillah sehat, dek.Cuma sedikit capek badan ini rasanya.Di kapal tadi muter aja berkeliling".


"Jadi langsung pulang rumah atau masih ada yang harus diselesaikan lagi?". Kakek menyahuti obrolan ayah dengan emak.


"Langsung pulang aja, pak.Sudah beres semua urusannya .Jadi Agung naik sepeda motornya sama kakek lagi , ya? ".


"Agung mau nya sama ayah lho.Kan sudah lama gak jumpa , yah".


"Gak muat lho nak, sepeda motor nya.Ayah boncengan sama emak, sambil bawa barang bawaan ini!".Jelas ayah sambil menunjukkan barang yang dibawanya dari perantauan.



"Nanti sudah sampai rumah, Agung mau main main sama ayah, ya?".Aku masih nego sama ayah ku.


" Iya lho...Sampai rumah nanti ya ayah kawani Agung main main".


"Ya uda kalo gitu.Ayo kek...kita pulang sekarang".Kakek dan emak cuna tersenyum melihat tingkahku.


"Ya uda, aku duluan didepan.Kira kira bisa bawa kan barang barang itu?". Kakek berkata pada ayah.


"Insha Allah bisa, kan dek?" Ayah ganti bertanya pada emak.


"Bisa..bisa". Jawab emak singkat.


" Oh ya uda kalo gitu.Hati hati nanti ya.pelan pelan aja".Sahut kakek sambil men start sepeda motor nya.


"Jangan ngantuk ya Gung.Nanti jatuh , sakit deh !". Emak berseloroh  .


Kakek melaju pelan meninggalkan ayah dan emak yang masih tertinggal karena harus menyusun barang bawaan biar bisa dibawa pulang.

"Dadah, Yah....!". Tolehku ke belakang melambai kan tangan pada ayah dan emak.


"Ya uda..pegang kakek erat erat , ya!". Balas ayahku sambil membalas lambaian tanganku.


Aku jawab dengan anggukan kepala tanda mengerti.