###PART 14
JANGAN LUPA SUBCRIBE DULU YA MAN TEMAN SEBELUM MEMBACA.AGAR AGUNG LEBIH SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH YANG TETAP SETIA DENGAN CERITA INI.



" Jadi sore nanti, kita rencananya mau pigi kemana maunya , Gung ?" .Ayah meminta pendapatku ketika kami duduk santai setelah makan tengah hari.


"Ke Alun alun aja, Yah. Sekalian ke air pancur". Aku menjawab dengan sangat antusias.



Inilah momen yang paling kutunggu di saat ayahku pulang  dari merantau.Bisa keliling naik sepeda motor sore sore dengan ayah.


"Gak bosen apa ke Alun alun aja dolannya?". 


" Ya enggak lah , Yah.Kan emak gak pernah keluar rumah kalau tidak ada kepentingan mustahak , Yah. Jadi, Agung pun ikut gak pernah keluar lho". Aku coba jelaskan ke Ayah tentang keseharian emak dirumah bila Ayah pergi merantau.


"Ya memang seharusnya begitu lho , Gung.Sudah betullah itu emak, nak".Ayah menanggapi ucapanku.


"Agung jadinya gak pernah dolan keluar lho , Yah.
Enak kalo Ayah di rumah.Agung bisa keliling kampung  sore sore ". Jawabku jujur.

"Ya udah kalo gitu lepas ini, Agung bobok siang dulu ya.Biar nanti gak cepat ngantuk waktu dolannya ke Alun alun.Kan nanti pulangnya agak malaman, sekalian ke Masjid  Agung ditengah kota itu".


" Iya , Yah".Aku segera bangkit dari dudukku.Hendak bobok siang dulu sesuai perintah Ayahku.


"Jangan lupa pipis dulu sebelum bobok, Gung.Biar gak ngompol!". Emak menimpali.


"Iya, Mak!". Ku sahuti kalimat Emakku.Lalu segera  berlalu ke kamar kecil yang terletak persis disamping dapur.



#######



" Ayok naik depan , Gung!".Ayah sudah bersiap diatas kuda besinya.


Aku menurut.Memang kesukaanku dari semenjak kecil maunya duduk dibagian depan.
Lebih bebas melihat sekeliling tanpa terhalang
punggung  Ayahku yang memang lumayan menutupi pemandangan dari arah depan.


" Ye...!". Aku bersorak  kegirangan.Semuanya sesuai kemauanku.


" Hmmmm...dasar anak kecil". Emak tersenyum melihat tingkahku. 


"Ayo berangkat kita". Ayah  bersemangat juga ternyata.Menikmati momen kebersamaan dengan keluarga tercinta walaupun dengan cara yang sederhana.


Hal inilah yang selalu ku tunggu tunggu disaat Ayahku pulang dari merantaunya.


Semoga Ayah nggak cepat pergi merantau lagi.Biar aku bisa keliling kampung setiap sore bersama Ayahku .