Undangan
Suara alarm di ponsel yang sengaja ku atur dengan nada berisik berhasil membangunkan ku di jam enam pagi. Ini hari minggu. Aku bisa tidur lagi. Ku matikan alarm dan ku letakkan kembali ponsel di meja nakas samping kasurku. Tapi notif dari whatsapp ku terus berbunyi. 

Ting

Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting

Ada pesan dari nomor yang tak ku kenal. 


Selamat Pagi, Nona Aishe Maharani.
Perkenankan Kami mengundang Anda untuk hadir dalam pertemuan rahasia di Aula Gedung Wonka pada tanggal 1 Juni. Kami  berharap Anda datang. 

-Forgottenland-



"Apa sih ini, iseng banget penipuan jaman sekarang" 

Ku buka lagi pesan lainnya yang masuk pagi ini. Tentang kerjaan semua. 

"Ishh please aku libur cuma seminggu sekali, jangan ganggu hari liburku"

Ku abaikan ponselku dan ku lanjutkan hayalanku bersama lelaki yang akhir-akhir ini menarik perhatianku. Hayalan tentang menata masa depan yang cerah.

Drrrrrrrt.. Drrrrrrttttt.. 

Ponselku bergetar. Tadi memang ku aktifkan mode hening. Ku lihat layarnya, panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Ku terima. 

... 

Aku sengaja tak bersuara terlebih dahulu. 

"Halo.. Halo.. 
Apa telepon ini sudah tersambung? "

Merinding. Kudengar disebrang sana seperti suara chipmunk di film kartun yang dulu pernah ku tonton semasa kecil. 

"Halo.. "

"Apa sudah tersambung, Robert?  Kau lama sekali"

"Ssst..Diam Lily, aku sedang berbicara di telepon ini! "

Ada dua suara chipmunk. Asta.. Penipuan kah? Apa suara pelaku bakso boraks yang sengaja di samarkan? 

"Halo.. " Ku menjawab. Aku rasa mereka bisa mendengar suaraku yang bergetar karna ketakutan. 

"Halo, selamat pagi Nona Aishee Maharani"

... 

"Nona Maharani, apa Anda disana? " 

"Iya, ini siapa?"

"Ah iya, Nona Maharani, perkenalkan saya Robert. Apa Nona sudah mendapatkan Undangan dari kami? "

"Robert siapa? Undangan apa" Aku bingung

"Undangan mengenai kunjungan ke Negeri kami, Nona. Saya adalah seorang pelayan. Maafkan kelancangan Saya karna pelayan ini lah yang menghubungi Nona Maharani langsung. Tapi ini sangat mendesak, Nona. Undangan pertemuan ini sangat rahasia"

"Pelayan? Negeri apa? " 

"Ini pasti sangat membingungkan Nona...".

Belum habis dia berbicara, aku memotongnya

"Kamu mau menipu aku ya? Maaf mas salah sambung" 

Langsung ku tutup telepon itu. 

Aku merinding. 
Apa aku sedang bermimpi? Oh asta.. Siapa itu tadi. Sumpah mengerikan. 
Ku cek lagi pesan dari nomor asing tadi pagi. 
Gedung Wonka? Forgottenland? Dimana itu? 

"Apasih.. Gila"

Drrrt.. Drrrt.. 

Ponselku bergetar lagi. Ada pesan masuk dari nomor yang tak ku kenal tadi. 


Selamat Pagi, Nona Aishe Maharani. Akan ada yang menjemput Anda di pukul sepuluh nanti. Bawalah pakaian dan peralatan harian Anda, karna kita akan pergi dalam waktu lama.

-Forgottenland-


Aku speechless.

"Ini gila. Aku mau diculik! Penculikan secara terang-terangan. Aku harus menghubungi siapa. Jam berapa ini, oh jam tujuh" Aku mondar-mandir kaya setrika

"Peralatan apa yang harus ku siapkan? Oh no, kenapa aku ingin bersiap-siap. Tidak. "

Aku melempar badanku ke kasur, mengambil ponsel yang ada disebelahku. 

"Aku harus mengirim pesan pada Dalila"


Dalila, ini gila! Pagi tadi ada pesan dari nomor tak ku kenal, dan ada dua ekor chipmunk menelponku! Aku diundang ke negeri Forgottenland? Negeri apa itu? Oh no, aku lupa kau sedang berlibur bersama kekasihmu. Setidaknya aku mengirim pesan ini padamu. Jawablah langsung saat kau membacanya. Aku takut ini penculikan! Ini mengerikan! 


Ku bangkit dari kasur, mengambil handuk dan bersiap untuk mandi. 

"Ah aku gagal bangun siang hari ini. Chipmunk menjengkelkan! "