Bab IV : Sumber Data
Sumber Data 
Menurut KKBI, sumber data adalah sesuatu yang dipakai sebagai sumber bahan penelitian. Sementara dalam menggali informasi yang berhubungan dengan pokok penelitian, maka penulis menggunakan data Primer dan Skunder sebagai penopang utama.
Sumber Data Primer  yang dapat memberikan data secara langsung, dalam hal ini yang digunakan adalah, Santri (baik kalong maupun mukim), Kiai, kegiatan santri, Pembimbing dzikir di pondok pesantren Pancoran Emas.
Sumber Data Skunder adalah sumber data yang diperoleh dari pihak lain, tidak langsung   diperoleh dari subjek penelitiannya. Dalam hal ini yang dijadikan sumber data skunder adalah, Kitab Kuning, Buku, Majalah, Tabloid dan tulisan yang berhungan dengan Permasalahan ini.
Tekhnik Pengumpulan Data, untuk melakukan field research atau penelitian lapangan, peneliti melakukan beberapa langkah sebagai berikut: 
Observasi, yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Observasi yang penulis lakukan adalah observasi secara langsung (Participant Observation) yaitu peneliti mengamati dan ikut ambil bagian secara langsung  dalam situasi yang diteliti.  Jadi dalam observasi secara langsung kehadiran dan keikut sertaan peneliti menjadi syarat mutlak dalam proses penelitian. Dalam rangka terlaksananya proses penelitian agar data yang di hasilkan benar-benar valid.
Wawancara, atau interview adalah percakapan langsung dan tatap muka (face to face) dengan maksud  tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (Interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.  Metode yang digunakan penulis adalah melalui wawancara  pembicaraan informal, yaitu hal ini tergantung spontanitas si peneliti dalam mengajukan pertanyaan kepada yang diwawancarai.
Metode Dokumentasi,  Dokumentasi adalah dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. dokumentasi dianggap penting dalam rangka mencari data-data yang berupa catatan, transkrip, buku-buku, agenda dan lain sebagainya.  oleh karena itu peneliti menggunakan teknik pengumpulan data ini adalah sebagai penunjang untuk dijadikan bukti kongkrit dalam validitasnya. 
Teknik Analisis Data.
Menurut Mundir, bahwa analisis  data adalah upaya yang dilakukan dengan cara berdata, memilih menjadi satuan yang dapat dikelola, menyintesiskan, mencari dan menemukan sesuatu yang penting di pelajari, serta memutuskan apa yang dapa diceritakan kepada orang lain.
Sedangkan menurut Miles dan Huberman beliau, menyatakan bahwa analisis data diskriptif dalam penelitian kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlansung secara terus menerus sampai tuntas, hingga datanya sampai pada titik jenuh, adapaun aktifitasnya dilakukan dengan tiga cara yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (display data) dan mengambil kesimpulan (verification). 
Reduksi data (data reduction)
Reduksi data disebut juga dengan perampingan adalah sebuah proses penyederhanaan data, memilih hal–hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian, dan data yang tidak sesuai dengan fokus yang dibuang, sehingga dengan mudah dapat di analisis. Data yang sesuai dibuat abstraksinya kemudian dibuat pernyataan kecenderungan terjadi dan di analisis menjadi beberapa kata kunci. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya kembali bila diperlukan.
Penyajian data (data display)
Penyajian data merupakan suatu proses pengorganisasian data agar lebih mudah untuk di jelaskan dan disimpulkan. Dalam peng-organisasian data ini, bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Sedangkanyang paling sering digunakan dalam penyajian data ialah teks yang bersifat naratif, selanjutnya diklasifikasikan dan dipenggal sesuai dengan fokus penelitian. 
Penarikan kesimpulan (verification)
Penarikan kesimpulan atau verifikasi merupakan langkah selanjutnya atau ketiga dalam proses menjelaskan data. Sesudah data dianalisi secara kontinyu pada waktu pengumpulan data selama dalam proses maupun setelah dilapangan, maka selanjutnya dilakukan proses penarikan kesimpulan atau verifikasi dari hasil yang sesuai dengan data yang peneliti kumpulkan dari temuan lapangan.