Prolog
Prolog


Keila gadis belia yang aktif dan energik. Senyum ceria selalu menghiasi wajahnya.
Walaupun, usil kepada semua orang.

Memiliki seorang kakak laki-laki bernama Dimas. Jarak usia mereka terpaut empat tahun. Sangat menyayangi adik satu-satunya.

Laras, mama Keila. Wanita berhati lembut, setia dan penyayang. Begitu mencintai suaminya hingga tak mempercayai perkataan orang lain tentang keburukan lelaki yang telah bersamanya puluhan tahun.

Mereka keluarga harmonis dan sejahtera. Papa Keila, Robert memiliki beberapa usaha restoran dan hotel. Perusahaannya semakin maju dan sukses.

Dibalik kesuksesan lelaki itu ada doa yang terselip di setiap sujud sang istri. Setiap disepertiga malam. Laras mengangkat kedua tangannya.

"Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih. Jadikanlah aku dan semua keluargaku berada di antara orang-orang yang memohon ampunan. Jadikanlah aku dan mereka sebagai hamba-Mu yang sholeh/ah dan setia. Serta jadikanlah aku dan mereka di antara Auliya'-Mu yang berada dekat di sisi-Mu, dengan kelembutan-Mu. Limpahkanlah rezeki dan mudahkanlah urusan kami di dunia dan akhirat. Berikanlah kesehatan untuk suamiku dalam mencari rezeki."

Semua keperluan Robert dijalankan dengan ikhlas. Laras tak pernah memperlihatkan kesedihan di wajahnya. Tersenyum manis ketika sang suami pulang ke rumah. Wajah lelah Rober terobati melihat senyum keluarga kecilnya.

Siapa sangka papa Keila melakukan hal yang membuat rumah tangganya hancur dan berantakan.

Keluarga yang utuh menjadi terpecah bela bagaikan beling yang berhamburan.

"Tidak, papa bukan lelaki seperti itu. Ia sangat sayang dan cinta sama mama," ucap Keila dalam hati. Membuang pikiran negatif.

Perlakuan Robert kepada mama Keila begitu lembut dan romantis. Tak pernah membentak atau marah sekali pun.

"Papa akan memilih mengalah. Jika, mama sedang emosi." Memeluk tubuh Laras, mama Keila dengan mesra.

Semua itu terlihat di depan putri kesayangannya. Keila kecewa dengan lelaki yang menjadi cinta pertamanya. Mengikuti mereka dan membuat onar.

Terpaksa Robert dibawa ke petugas keamanan karena ulah anaknya sendiri.

Gadis itu tak pernah berdusta hanya saja tak memberi tahu yang sebenarnya. Memilih diam dari pada sang mama terluka.

Siapa sangka kedatangan seorang pemuda yang bernama Aldo membuat Laras goyah. Walaupun, di bibir Laras mengatakan tidak mungkin.

Laras mencari informasi tanpa sepengetahuan sang suami. Laras yang pendiam ternyata licik. Melakukan permainan cantik.

"Aku tak menyangka kau sekejam itu pada kami. Apa tak cukup pengorbananku sebagai istri," isakan Laras semakin keras setelah mencari bukti kebohongan Robert.

Robert mati kutu, ketika Laras mengetahui hal ini. Memergokinya secara langsung. Tak dapat berkata apa-apa selain mengiba dan memohon.

"Tidak Laras, aku mohon. Jangan kau bawa anak-anakku! Mereka penyemangat hidupku. Apa jadinya bila tak ada mereka disampingku."

Mereka tak menyadari di balik tembok, bersandar Keila mendengar percakapan mereka. Sakit dan nyeri hati gadis itu.

"Aku mohon Laras! Bertahanlah denganku."

"Bertahan untuk lelaki macam kamu?"

Masalah orang tuanya yang pelik merubah kehidupan gadis itu. Kehilangan mereka dalam sekejap. Penyesalan hanya sesal.

Keila yang ceria berubah menjadi gadis yang menyebalkan. Begitu juga dengan Dimas. Pemuda itu mengalami banyak masalah di masa mudanya.

Siapa sangka senyum itu berubah menjadi kesedihan dan noda di hatinya selalu menempel hingga membuat trauma.

"Tak ada yang boleh menempati posisi di hatiku kecuali mama. Semua lelaki sama saja. Mereka hanya playboy kelas receh."

Hingga Keila ke jenjang Sekolah Menengah Atas memilih SMKK 37 jurusan Tata Boga. Keila berharap di sekolah itu tak ada pelajaran fisika.

"Argh, ternyata sama saja. Fisika ada di mana-mana." Melipat tangannya. Wajahnya masam melihat tugas dari guru pelajaran tersebut.

Di sekolah tersebut Keila mengalami puber pertamanya. Walaupun hati tak ingin orang lain masuk ke dalam hatinya.

Kisah suka dan duka akan tercipta di sekolah itu. Keindahan di masa-masa sekolah.

Bertemu dengan Billy, ketua Osis playboy dan menyebalkan. Selalu mengganggu Keila dan menghukumnya.

Kedekatan Keila dan Billy membuat Keila berubah sedikit demi sedikit. Hati yang keras melemah secara perlahan.

Diam-diam mereka saling menyukai. Karena prinsip mereka yang berbeda membuatnya saling tak mau mengungkapkan isi hati sesungguhnya. Memilih cinta dalam diam.

Hingga umur semakin beranjak dewasa Keila harus memilih lelaki yang tepat untuk mengisi sepanjang hidupnya. Umur semakin bertambah tak mungkin gadis itu menjadi perawan tua.

Pertemuan tak terduga terjadi di hidupnya. Keila tak boleh salah memilih pendamping hidup.

Kepada siapakah cinta itu akan berlabuh. Apakah Keila akan menemukan cinta sejatinya.