Pencegahan dan Penyembuhan
Musim penghujan tiba lebih dahulu dari sebelumnya. Jalanan desa tergenang air hujan yang turun kemarin malam. Suara kodok masih saja berkutat memanggil pasangannya. 

Seonggok sampah menyumbat selokan salah satu rumah warga dan menggenangkan sebagian rumah tepat di belakangnya. 

Setelah Helmi dan teman-temannya pulih dari sakit. Sebagian teman mereka yang lain bergantian mengidap penyakit yang sama seperti yang diderita mereka. Bahkan, tidak saja menjangkit anak-anak, tapi orang dewasa dan remaja ikut merasakan gejala penyakit ini. 

Antrian di puskesmas kian bertambah, seiring membludaknya pasien. Bahkan, ada beberapa pasien yang dirujuk ke rumah sakit kecamatan karena dokter dan para perawat kewalahan menangani pasien yang demikian banyak. Ada juga belasan pasien yang dirujuk ke puskesmas desa lain.

Kepala desa resah dengan wabah penyakit yang melanda desanya. Di mulailah pencari tahuan penyebab penyakit ini. Usut punya usut ternyata saat ini para penduduk desa sedang terserang sakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti.

Pencegahan pun mulai dilakukan oleh kepala desa melalui penyuluhan yang dilakukan pihak puskesmas. Seluruh penduduk desa diminta untuk membersihkan bak mandi seminggu sekali. Mengubur sampah, dan membersihkan parit ataupun selokan yang tersumbat. 

Ternyata setelah banjir dua bulan yang lalu, nyamuk-nyamuk membuat sarang di tempat-tempat tersebut. Bahkan sudah ribuan nyamuk berterbangan ke penjuru desa. Pantas saja jika penduduk desa mengeluhkan penyakit yang sama.

Penduduk desa bergotong royong membersihkan parit yang ada di sepanjang jalan desa. Kepala desa juga turut membantu mereka. Beliau juga mengucurkan dana desa untuk memperdalam parit yang ada. Agar saat hujan deras turun, airnya tidak menggenangi jalanan sehingga banjir dapat terelakkan.