Menanam Bayam
"Kami juga berterima kasih kepada Ibu, sebab telah melatih kami," ujar Yahya setelah Bu Rita mengucapkan rasa terima kasih dan bangganya.
"Ya Bu guru," sahut Romi.
"Benar itu Bu Guru," ucap serentak seluruh siswa kelas 5 membenarkan ucapan Yahya dan Romi.

Bu Rita pun tersenyum pada siswanya. Kemudian ia melanjutkan mengajar. Jarum jam terus berputar hingga akhirnya menunjukkan pukul 09:30 dan loncang pun berbunyi menandakan istirahat. Bu Rita pun menyudahi pelajaran dan mengucapkan salam sebelum keluar dari kelas.
"Helmi, nanti sore main layang-layang yuk di lapangan. Aku sudah berhasil buat layang-layang yang bentuknya gurung garuda." ajak Tomi sambil mengambil sepatu yang berada di rak sepatu sebelah kanan pintu masuk kelas. Peraturan setiap kelas mengharuskan seluruh siswa/i untuk melegakkan sepatunya di rak yang sudah disediakan oleh sekolah sehingga kebersihan lantai di kelas selalu bersih dari debu yang dibawa sepatu.
"Wah, itu kan keinginanmu supaya bisa membuatnya, tapi aku tidak bisa pergi main layang-layang denganmu," jawab Helmi yang juga mengambil sepatu dari rak.
"Kenapa?" tanya lagi Tomi yang sedang mengikat tali sepatunya.
"Nanti sore mau bantu Ayah menanam bayam."
"Menanam bayam?"
"Iya."
"Kamu bisa Helmi?"
"Ya bisalah, kan sebelumnya belajar dulu sama Ayah."
"Ayahmu tidak pergi melaut lagi?"
"Untuk sementara tidak dulu, kan laut masih gelombang tinggi."
"Oh, iya. Ya sudah kalau begitu aku ikut kamu menanam bayam ya?"
"Boleh."

Setelah selesai bercakap-cakap, mereka pun pergi ke kantin membeli makanan. Di kantin sudah banyak siswa yang mengantri untuk mengambil makanan. Kebetulan sekolah memmbuat program yang namanya "kantin kejujuruan." Setiap siswa mengambil makanan dan minuman apa saja kemudian membayar sendiri di sebuah kotak yang telah disediakan. Kepala sekolah dan guru akan mengawasi mereka melalui CCTV yang telah terpasang di beberapa bagian kantin. Hal demikian dilakukan agar membentuk karakter siswa/i yang jujur.
Lima belas menit sudah berlalu. Helmi dan Yahya juga telah makan beberapa gorengan seperti tempe, tahu isi, bakwan, dan risol. Setelah selesai, mereka pun kembali ke kelas. Lonceng masuk pun berbunyi. Saatnya kembali belajar.