Banjir
Hari kelima, benih bayam telah tumbuh meskipun, beberapa nol koma centimeter. Ayah Helmi setiap hati terus menerus menyirami tanamannya. Dari pagi hingga petang. Ia berniat, untuk sementara waktu berhenti melaut dan fokus pada menanam bayam.

Bumi terus berputar mengelilingi matahari. Pergerakannya yang teratur tanpa terasa sudah hampir berjalan dua minggu lamanya. Beberapa hari lagi panen bayam akan segera tiba. Ayah dan Helmi semakin bertambah semangatbdalam merawat bayam-bayam tersebut. Apalagi bayam telah tumbuh dengan subur nan hijau. Jika beberapa hari ke depan hujan tidak turun lebat, maka bayam akan tetap terus tumbuh dengan baik hingga panen, dengan demikian, harga bayam akan mahal.

Saat di sekolah teman-teman Helmi bertanya kapan panen bayam akan segera tiba.
"Kapan bayam bisa dipanen, Hel?" tanya Romi saat berada di kantin.
"Kata Ayah sih, 5 hari lagi," jawab Helmi.
"Wah, sebentar lagi dong," timpal Tomi.
"Aku sudah tidak sabar ingin memanen hasil yanaman kita," ungkap keinginan Mona di hadapan teman-temannya.
"Iya, Aku juga demikian," ujar Siti.

Sekawanan teman itu pun terus mengkhayalkan kebahagian di saat memanen bayam.

Menjelang sore hari yang mendung, Ayah menyirami bayam ditemani Helmi. Seperti biasa juga menggunakan gombor. Di tengah-tengah penyiraman bayam, terdengar beberapa kali suara gemuruh disertai petir yang menyambar-nyambar Bumi. Helmi ketakutan. Ia mengajak ayahnya untuk segera mengakhiri menyiram bayam tersebut dan pulang saja. Ayah pun manut dan segera kembali. Padahal tanggung untuk meninggalkan kegiatan tersebut, lantaran tinggal dua bedeng lagi yang belum disiram.

Lama-kelamaan awan hitam mulai menggumpal dan menurunkan hujan. Air yang tercurah ke Bumi sangat lebat. Ditambah lagi dengan suara petir. Sore itu, sungguh menakutkan bagi Helmi. Ayah mengambil kursi dan duduk di dekat jendela melihat hujan yang lebat turun dan berharap segera reda. Namun harapan tersebut tak sesuai dengan kenyataan. Semakin malam, hujan kian deras. Beberapa kali suara petir menyambar pohon kelapa. Dikilatan yang terakhir berhasil membuat pohon kelapa tumbang dan mengenai tiang listrik. Akhirnya listrik padam malam itu. Kegelapanlah yang menyinari desa.