Lucid Dream •• Part 23 ••

Berulang kali aku menghitung jumlah jari-jari tangan, tertawa pelan karena kebiasaan reality check setiap sebelum tidur dan saat lucid dream membuat sering menghitung jari tangan.

Memang menyenangkan saat kita bisa melakukan lucid dream, dan hal itu tidaklah berbahaya, karena lucid dream adalah hal yang normal. Aku begitu penasaran kenapa manusia bisa bermimpi, ternyata setelah mencari tahu aku tak memperoleh penjelasan tentang bagaimana manusia bisa bermimpi, sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan tentang hal itu.

Pikiranku berhenti memikirkan tentang lucid dream, melayang dengan kejadian hari lalu. Kemarin, saat Rea akan pulang dijemput ayahnya. Om Irwan sempat berbincang denganku, Om Irwan memberikan berita yang membuatku semakin khawatir dan gelisah. 


Flashback

“Luci, Om ingin menyampaikan berita tentang kasus orang tuamu. Om harap, setelah mendengar ini kamu tetap tenang.”

Perkataan Om Irwan membuatku justru bertambah gelisah, menahan gejolak sesak di dada.

“Kemarin, Om dihubungi pengacara kasus kecelakaan pesawat orang tuamu. Hampir saja kasus itu ditutup oleh tim penyelidik karena tidak membuahkan hasil.”

Tubuhku membeku sejenak, perkataan Om Irwan seperti hantaman keras yang membuat dada semakin sesak. Bibirku bergetar menahan tangis yang akan pecah.

“Om, tapi sekarang masih dilanjut ‘kan?” tanyaku dengan suara bergetar.

Om Irwan menghela napas berat, seakan takut mengecewakanku mendengar kabar selanjutnya.

“Untuk saat ini masih dilanjut, tetapi jika sebulan berikutnya tidak membuahkan hasil. Pihak penyidik tidak mampu lagi melanjutkan penyelidikan,” ujar Om Irwan menatapku dengan tatapan mengiba.

Sungguh aku tidak ingin mendengar kabar ini, rasa sakit semakin menyerang dada. Tanganku terangkat untuk menutup wajah, menenangkan pikiran untuk meredakan sakit.


Flashback end

Aku terduduk dengan lutut ditekuk, menenggelamkan kepala di sana. Tanpa suara, air mata luruh membasahi pipi dan celana milikku.

Aku takut bahwa kasus kecelakaan Mama dan Papa akan dihentikan, karena kemungkinan batang pesawat ditemukan sangat kecil. Pesawat yang ditumpangi mereka hilang kontak saat melintasi segitiga bermuda. Banyak kasus yang tidak dapat memecahkan kasus pesawat hilang di segitiga bermuda. Aku hanya mampu berharap bahwa ini akan terpecahkan, memohon keajaiban Allah.