Lucid Dream •• Part 26 ••
Mataku masih terdiam, terpaku. Kak Sam, dia yang berada di depanku, menatapku sorot biasa, tidak lagi ada sorot kasih sayang.

“Kak Sam,” ucap bibirku spontan.

“Maaf, siapa, ya?” Mendengar perkataan Kak Sam, jantung seakan berhenti sejenak.

Kak Sam benar-benar melupakanku, secara sengaja, aku tahu itu. Mata ini terasa begitu panas, lelaki yang kuanggap seperti Kakak kandungku belum memaafkanku.

“Kakak, aku Luci. Adik Kakak,” ucapku dengan nada getir.

“Adikku tidak ada yang bernama Luci. Permisi,” kata Kak Sam memalingkan wajah.

Kak Sam berjalan ke arah Rea, mengusap kepala Rea pelan sebelum benar-benar menjauh. Jantungku berdetak lebih cepat, terasa sesak dan menyakitkan. Aku menatap Rea dengan penuh tanda tanya.

“Kak Sam mengusap kepala Rea.” Batinku berujar lirih dan terluka.

Tanpa sadar air mata luruh di pipi, menatap Rea iri. Aku baru ingat, jika Rea tak ada hubungannya tentang masalah ini, tentu saja mereka pasti masih berhubungan baik.

“Lu, maaf. Ada hal yang selama ini aku sembunyikan,” ucap Rea tiba-tiba, berjalan untuk berada di depanku.

“Tak apa, Rea. Kalian masih berhubungan baik bukan, tak apa. Alhamdulillah Kak Sam tidak membencimu seperti membenciku. Aku justru lebih sedih jika Kak Sam ikut membencimu,” ucapku mengusap air mata kasar. Berusaha memasang senyum tulus.

Rea menatapku dengan tatapan yang tidak terbaca.

“Udah, ayo pulang,” ajakku menarik tangan Rea, menuju tempat parkir di mana Mang Dadang menjemput.

Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara kami. Seharusnya Rea tahu, tidak seharusnya dia menyembunyikan ini, seharusnya dia bicara jika dia masih berhubungan baik dengan Kak Sam. Aku selama ini merasa bersalah, menduga Kak Sam ikut membenci Rea. 

Rea pastinya tahu, jika aku tak masalah kalau Kak Sam masih menganggap adik kecilnya. Mungkin memang aku belum menjadi sahabat yang baik untuk Rea, membuat dia menyembunyikan semua itu.

Semuanya sudah terjadi, memang tak seharusnya aku dimaafkan oleh Kak Sam. Pikiranku semakin melayang di masa kesalahanku terhadap Kak Sam.