Membujuk Dewi
#SEPUPU_ISTRIKU 

#7

Aku segera pergi ke kantor untuk bekerja seperti biasa. Dalam pikiranku, mungkin Dewi hanya tengah ingin pergi, tanpa aku berpikir sesuatu yang macam-macam dari dia.

Selama menjadi istriku, Dewi bukanlah wanita yang memiliki banyak teman. Ia pun di kenal sebagai wanita yang memang tidak banyak bicara dan cenderung menyimpan semua masalah dalam dirinya sendiri.

Saat sampai di kantor, aku melihat Mawar sudah ada di loby kantor. Entah mengapa tiba-tiba ia bisa ada disini.

Jika memang ada sesuatu yang harus di bicarakan, bukankah ia bisa menelponku terlebih dahulu dan kami selesaikan di luar kantor?

Karena pikiran itu, aku langsung mengajak Mawar ke parkiran mobil dan memintanya menjelaskan tentang kepentingannya sehingga bisa ada di kantorku.

"Apa sih kamu tuh, ngapain dateng kesini!" sentakku perlahan.

Mawar menunjukan sebuah pesan di dalam ponselnya. Sebuah gambar yang di kirimkan oleh Dewi. Aku terkejut saat melihat gambar-gambar itu adalah aku dan Mawar yang tengah melakukan hubungan badan kemarin di kontrakan baru milik Mawar.

"Dari mana Dewi bisa dapat gambar ini?" tanyaku saat itu.

Mawar menggeleng lemah, sama sepertiku, Mawar juga nampak kebingungan karena memang kami berdua tidak menyadari sama sekali jika Dewi sudah ada di antara kami berdua saat kami tengah melakukan sebuah kesalahan besar.

"Mungkin, Dewi meletakkan semacam kamera tersembunyi Mas di tas kamu?" tanya Mawar.

Aku batalkan niatku untuk bekerja di hari itu, kemudian segera kembali ke tempat kost Mawar. Kami melihat, dari sudut mana Dewi mengambil gambar tersebut.

Beberapa saat mencari tahu, hingga membuat aku dan Mawar sama-sama di landa rasa kesal. Namun, kebiasaan Mawar yang selalu menggodaku menjadikan kami berdua kembali memadu kasih saat itu.

Sesungguhnya ada perasaan bersalah dalam diriku, tapi aku juga tak bisa menghentikan keinginan untuk terus melakukan hal terlarang itu dengan adik sepupu istriku sendiri.

"Dewi pergi dari rumah, entah kemana ia pergi," ucapku setelah kami sama-sama selesai merapihkan pakaian.

"Mungkin ke rumah orangtuanya Mas," jawab Mawar.

Kemungkinan besar memang Dewi akan pulang ke rumah orangtuanya. Namun, aku malu jika nantinya Dewi akan membongkar semuanya di depan mertuaku.

Selama ini, aku selalu membangun karakter seorang lelaki baik dan santun. Bagaimana bisa nantinya semua hancur?

"Kita minta maaf aja yuk Mas!" ucap Mawar.

"Bagaimana mungkin?" tolakku.

"Dewi itu tidak akan bisa marah lama sama kamu Mas, percaya deh sama aku. Nanti kita janji aja biar dia gak curiga, lagipula kamu punya banyak alasan karena aku pun sudah keluar dari rumah itu," buruk Mawar.

Akhirnya aku berpikir ulang untuk melaksanakan rencana yang di usulkan oleh Mawar. Hingga akhirnya, kami pergi berdua ke rumah orangtua Dewi.

______

"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku khilaf. Sebelumnya, Mawar selalu menggodaku. Aku takut semua itu terjadi sehingga aku menyetujui saat Mawar ingin mencari tempat kost," ungkapku pada Mawar.

Dengan beberapa rayuan dan alasan, akhirnya aku berhasil membuat Dewi luluh. Apalagi, Mawar tidak mungkin lagi bisa mengganggu hubunganku dengan Dewi.