Warna

Warna merupakan elemen yang paling dominan dan juga aspek yang paling relatif dalam desain dan kehidupan. Persepsi terhadap warna melibatkan respon psikologi dan fisologi manusia, apabila ditinjau dari psikologis atau emosi manusia, makna dan arti warna-warna yang ada itu bisa menunjukan kesan perasaan akan sesuatu, objek, cahaya, mata dan otak terlibat dalam proses sensasi dan persepsi yang kompleks.penjelasan diatas dapat dijelaskan bahwa selain hanya dapat dilihat dengan mata, ternyata warna bisa menyampaikan pesan untuk mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda

Warna merupakan sebuah penghias dalam suatu benda ataupun gambar. Ternyata warna di ketahui juga dapat memberikan pengaruh terhadap psikologi manusia, emosional serta cara bertindak

Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang memiliki arti atau pesan di dalamnya.

Warna diketahui bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna. Artikel ini membahas tentang Pengaruh Warna bagi Psikologi Manusia.

Bahkan, ada ilmu komunikasi visual yang menggunakan warna untuk terapi warna atau yang disebut colourology (menggunakan warna untuk meyembuhkan). Metode colourology sudah dipraktekkan oleh banyak kebudayaan kuno seperti Mesir dan Cina.

Setiap warna memancarkan panjang gelombang energi yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula. Bahkan Pengaruh Warna Wadah Terhadap Rasa Makananbisa dideteksi. Warna pada wadah makanan dapat berpengaruh dengan rasanya.



Carl Gustav Jung

Carl Gustav Jung, seorang psikolog ternama dari Swiss, menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapinya. Beliau meyakini setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk memengaruhi. Bahkan menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang. Beliau juga membuktikan Pengaruh Warna bagi Psikologi Manusia.

Keberadaan warna tidak semata-mata hasil alamiah, melainkan bermakna dan “dimaknai” oleh manusia. Dewasa ini, kita menemukan banyak intepretasi makna warna dalam banyak sektor. Mulai dari perfilman, fotografi, desain grafis dan interior, bahkan kesehatan sekalipun.
Darwis Triadi, seorang fotografer terkenal di negeri ini di dalam bukunya “Color Vision” mengungkapkan bahwa Pengaruh Warna bagi Psikologi Manusia:

“Warna dapat menciptakan keselarasan dalam hidup. Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai. Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.”

Kelompok Warna.


Colour Wheel

Secara umum warna dikelompokan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut:

Warna Netral.

Warna netral adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna. Warna netral bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan percampuran ketiga komponen warna dalam komposisi yang berbeda.

Contoh warna netral adalah percampuran dari yellow green, orange red, dan blue purple.

Warna Kontras.

Warna kontras yaitu warna yang terkesan berlawanan dengan yang lainnya. Warna kontras bisa diperoleh dari warna yang berlawanan (memotong titik tengah segitiga). Warna kontras terdiri dari warna primer dan sekunder. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membentuk kontras warna dengan mengolah nilai kemurnian warna  ataupun memutar wheel color.

Contoh warna kontras diantaranya kuning dengan ungu, biru dengan jingga dan merah dengan hijau.

Warna Dingin.

Warna dingin yaitu kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran didalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu.

Warna Panas.

Dan yang terakhir warna panas, yaitu kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran didalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning.


Berikut merupakan penjelasan arti warna dalam psikologi kehidupan manusia:

Merah

Sebuah warna yang memberikan inspirasi power, energy, kehangatan, cinta, nafsu dan agresi.

Arti warna ini juga disebut sebagai arti kehidupan, seperti darah dan juga kehangatan (warm). Disebut juga sebagai warna kehebatan pada dunia romansa dan dunia kekuasaan.

Biru

Warna biru muda akan memberikan efek kepercayaan yang lebih dominan. Sedangkan biru gelap cenderung meningkatkan kesan cerdas pada penikmatnya. Warna ini sering kali dikaitkan dengan dunia bisnis.

Warna ini umumnya memberikan efek menenangkan dan diyakini mampu mengatasi insomnia, kecemasan, tekanan darah tinggi serta migrain. 

Kuning

Kuning merupakan warna cerah yang dapat merangsang otak serta membuat manusia lebih waspada dan tegas.

Secara psikologi, warna ini mengarah pada warna yang paling bahagia, menyolok dan juga menyatu dengan ekstrovert. Aura yang terdapat pada warna ini sangat baik digunakan untuk membantu penalaran secara logis dan analistis

Hijau

Dalam psikologi warna hijau kerap dapat membantu seseorang yang berada dalam tekanan, agar dapat mampu menyeimbangkan dan menenangkan tingkat emosionalnya.

Warna ini memiliki aura untuk orang yang memiliki tipe kepribadian plegmatis, yaitu kedamaian yang mendominasi pada dalam diri seseorang. Orang dengan tipe kepribadian ini bisa menjadi penengah dalam setiap perbedaan, dan juga memilih menghindari hal-hal yang berbau konflik. 

Coklat

Warna yang menjadi simbol warna bumi identic dengan sesuatu yang bersifat natural. Warna ini hampir disamakan dengan warna hitam namun coklat lebih menunjukan kelembutan.

Secara psikologis warna coklat memberi pesan kuat dan dapat diandalkan. Warna ini melambangkan sebuah pondaasi dan kekuatan hidup. Coklat akan berkesan buruk jika dikombinasikan dengan warna lain yang tidak tepat, semisal ungu dan biru.

Hitam

Menurut para ahli mengatakan, warna hitam bukanlah sebuah warna. Namun semua sepakat bahwa hitam adalah sebuah warna

Warna ini mempunyai arti yang melambangkan keanggunan, kemakmurah dan kecanggihan juga merupakan warna independent dan penuh misteri. Dalam dunia fashion sendiri, warna ini sering digunakan untuk menunjukan kesan kurus dan langgeng.

Putih

Penggunaan warna putih yang digunakan dengan tepat mampu memberikan efek keyakinan akan kualitas yang tidak akan mengecewakan. 

Salah satu kelebihanya ialah mampu membantu mengurangi rasa nyeri, hal ini dikarenakan warna ini memberi kesan kebebasan dan keterbukaan.

Pink

Warna ini dianggap melambangkan cinta dan romantisme. Warna yang selalu dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat kewanitaan,Feminim.Warna pink cenderung memiliki kesan yang romantis, warna ini identik dengan cinta dan rasa sayang seseorang.

Jenis Warna (Lengkap): Pengertian, Campuran Warna, dan Contohnya

Jenis warna ada tiga, yaitu: warna primer, warna sekunder, dan warna campuran atau warna tersier. Penjelasan lengkapnya disampaikan dalam artikel ini.

Banyak sekali jenis warna dalam kehidupan ini. Kita mengenal warna biru sebagaimana mengenal warna kuning. Lihat, di sana ada warna jingga! Dan sekarang kita sedang mengenakan kaus dengan warna putih. Tunggu, putih? Apakah putih juga bisa disebut sebagai warna?

Hitam dan putih ada yang menyebutnya warna, namun sebutan yang lebih tepat adalah gelap dan terang. Gelap untuk hitam, dan terang untuk putih.

3 Jenis Warna Utama

Jenis Pertama: Warna Primer

Jenis Kedua: Warna Sekunder

Jenis Ketiga: Warna Campuran (Tersier)

Kombinasi Warna dari Jenis Utama

Contoh Warna dan Interpretasinya Secara Psikologis

Warna merah

Warna kuning

Warna biru

Warna orange (jingga)

Warna Adalah

Warna adalah sebuah kesan, pigmen, atau spektrum tertentu yang tertangkap oleh mata dari cahaya terhadap benda yang dikenai cahaya tersebut.

Nah, saat ditanya sebenarnya warna itu apa? Mungkin sebagian dari kita akan menjawab dengan biru, merah, atau kuning.

Memang tidak salah, namun kurang tepat. Biru, merah, dan kuning memang salah satu jenis dari warna. Tetapi bukan pengertian dari warna itu sendiri.

Jadi, sesuai penjelasan di atas, bahwa warna dapat dilihat atau dicitrakan ke mata asalkan ada cahaya. Kalau tidak ada, maka warna apapun hanya menjadi hitam (gelap).



3 Jenis Warna Utama

Secara umum warna dibagi menjadi 3 jenis yang utama, berikut akan kami bahas beserta penjelasannya.

Jenis Pertama: Warna Primer

Warna primer disebut juga sebagai warna dasar atau warna pokok. Disebut demikian, karena dari jenis warna primer dapat melahirkan warna-warna baru yang akan masuk dalam kategori warna sekunder dan tertier.

Ada 3 jenis utama warna untuk primer: merah, biru, dan kuning.

Jenis Kedua: Warna Sekunder

Warna sekunder disebut juga sebagai warna turunan karena menghasilkan ragam warna baru yang berasal dari percampuran dua warna primer.

Misalnya campuran warna merah dan biru akan menjadi warna ungu, warna merah dan kuning akan menghasilkan warna jingga (orange), dan warna biru dengan kuning menghasilkan warna hijau.

Jenis Ketiga: Warna Campuran (Tersier)

Warna tertier (tersier) merupakan warna yang dihasilkan dari pencampuran dua jenis warna yang sudah disebutkan diatas (primer dan sekunder).

Oleh sebab itu, warna tersier lebih bervariasi karena kombinasi dua warna tersebut. Misalnya warna pencampuran antara warna hijau dengan biru menjadi warna hijau kebiruan.

Kombinasi Warna dari Jenis Utama

Seperti yang telah disebutkan di atas, ragam warna utama meliputi warna primer, sekunder, dan tersier.



Kombinasi dari ketiga jenis warna utama tersebut meliputi:

Warna jingga: Kombinasi antara warna merah dengan kuning

Warna hijau: Kombinasi antara warna biru dengan kuning

Warna ungu: Kombinasi warna merah dengan biru

Warna cokelat: Kombinasi dari bermacam-macam warna

Contoh Warna dan Interpretasinya Secara Psikologis

Warna bukan hanya pigmen tertentu yang tertangkap oleh mata namun ternyata juga dapat menginterpretasikan psikologis manusia.

Secara psikologis, warna dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian seseorang. Selain itu dapat menunjukkan kesan terhadap sesuatu yang menentukan suka atau tidaknya seseorang terhadap suatu hal.

Oleh sebab itu dapat dilakukan analisis terhadap sifat dan kepribadian seseorang berdasarkan warna yang disukainya.
Berikut arti warna berdasarkan jenis-jenisnya serta keterkaitannya terhadap sifat dan kepribadian manusia

Warna merah

Warna merah seringkali diidentikkan sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan semangat yang berkobar-kobar sehingga seseorang yang menyukai warna merah cenderung memiliki aura yang kuat dan selalu bergairah terhadap sesuatu.

Baca juga:  20 Contoh Surat Izin Sakit yang benar untuk Tidak Masuk Sekolah, Kuliah, Kerja

Warna kuning

Warna kuning merupakan simbol keceriaan dan kebahagiaan sehingga orang yang menyukai warna ini cenderung optimis dan memiliki aura positif.

Warna biru

Ketenangan adalah salah satu ciri-ciri dari penyuka warna biru. Warna ini seringkali dikaitkan dengan pribadi introvert dan melankolis.

Warna orange (jingga)

Jingga adalah simbol kehangatan karena merupakan perpaduan antara dua warna yang sama-sama hangat yaitu merah dan kuning. Jika warna favorit Anda adalah jingga maka Anda cenderung memiliki pribadi yang hangat dan mudah bergaul.

Demikianlah penjelasan terkait  warna; pengertian, jenis, campuran, sampai contoh warna yang dianggap dapat mempengaruhi psikologis. Dari semua warna tersebut, apakah Anda memiliki jenis warna favorit.