Perjodohan
"Putri, hentikan! Kamu itu mau saja di rendahkan oleh pria model begitu!" teriak ayah Emir saat dirinya memergoki sang anak yang sedang berciuman dan tangan Pria itu hampir saja membuka kancing baju putrinya.

"Brengsek kamu! Cepat pergi dari sini sebelum kesabaran saya habis!" ujar ayah Emir. Dirinya hampir saja melayangkan pukulan kepada Dion. Untungnya ayah Emir datang tepat waktu. Jika tidak, kelak dia hanya bisa meratapi penyesalannya.

"Oh jadi selama ini kamu sering kali membawa pria itu ke apartemen ini tanpa sepengetahuan ayah? Pantas saja kamu malas untuk pulang ke rumah, jadi pria ini yang mengajarkan kamu berbuat dosa?" ujar Ayah Emir geram.

Bagaimana dirinya tak akan marah, bila melihat putri semata wayangnya di manfaatkan oleh pria yang gayanya sangat urakan versi Ayah Emir. Ayah Emir tak menyangka kalau sang anak seperti wanita murahan yang mau di manfaatkan oleh pria yang tak bertanggungjawab.

"Yah, Putri cinta sama Dion. Selama ini Dion baik kok sama Putri. Putri dan Dion sudah menjalani hubungan ini serius. Kami berniat ingin menikah setelah lulus kuliah." sahut Putri mencoba membela kekasihnya.

"Iya, dia itu baik sama kamu karena ada maunya. Katakan sama ayah apa kalian sudah berhubungan suami istri? Kamu kan tau Putri, jika dua manusia berbeda jenis kelamin berada di satu tempat yang sama tanpa sebuah ikatan pernikahan yang ketiganya adalah setan. Kalau saja tadi Ayah tidak datang, pasti Dion sudah mengambil keperawanan kamu." ujar ayah Emir menatap tajam ke arah sang anak.

Selama ini Ayah Emir selalu bersikap sabar, tak sekalipun dia berkata kasar kepada sang anak. Tetapi kali ini dia tak bisa membendung emosinya lagi, terlebih tentang kehidupan Putri tercintanya. Putrinya adalah amanah dari Allah yang harus dia jaga sebaik mungkin.

"Ayah kaya ga pernah muda aja sih. Hubungan kami tak kelewat batas kok, emang sih tadi hampir aja Dion maksa aku melakukan hal itu. Tetapi ga jadi, karna Ayah datang." sahut Putri dengan santainya.

"Apa? Memangnya kamu ga sadar kalau perbuatan kamu tadi itu adalah perbuatan Zina? Zina adalah perbuatan yang sangat di benci Allah, Allah akan murka sama kamu! Pokoknya Ayah ga mau kalau kamu masih berhubungan dengan pria itu! Mulai hari ini kamu akhiri hubungan kamu dengan pria tak baik itu! Ayah akan mencari orang yang akan mengawasi kamu dari pria itu! Titik! Ayah ga mau di bantah! Ayah juga akan mencari pria yang sholeh yang bisa membimbing kamu ke jalan yang benar, jalan yang di ridhoi Allah," ujar ayah Emir membuat mata Putri membulat sempurna.

Tentu saja Putri merasa tak terima dengan ucapan ayahnya, meskipun yang terbaik untuk dirinya. Putri sangat mencintai Dion. Dia tak pernah menyadari kalau Dion hanya berniat mencicipi tubuh Putri. Putri adalah wanita populer di kampusnya yang memiliki tubuh yang seksi dan juga wajah yang cantik. Dion adalah pria yang beruntung di antara sekian banyak pria yang mencoba merebut hati seorang Putri. Dion yang notabene nya seorang playboy tentu saja sangatlah mudah untuk menaklukkan hati Putri.

"Ayah ga bisa maksa aku gitu donk! Aku kan sudah dewasa, berhak memilih siapa yang akan menjadi pendamping aku kelak. Aku cuma mau menikah dengan Dion!" protes Putri.

"Dewasa kok ga bisa membedakan mana pria yang baik dan mana pria yang ga baik. Ayah yakin kalau pria itu bukanlah pria baik-baik, kalau dia laki-laki baik pasti dia ga akan melakukan hal itu sebelum kalian menikah. Putri nurut ya sama ayah!" ungkap ayah Emir.

"Seperti zaman Siti Nurbaya aja yang menikah melalui perjodohan. Putri benci ayah! Ayah jahat!" protes Putri sambil menyilangkan tangannya di dada.

Tak pernah terbayangkan oleh Putri harus menikah melalui perjodohan. Menikah dengan pria pilihan ayahnya, bukan dengan pria yang dia cintai. Karena dia hanya ingin menikah dengan Dion, tetapi ayahnya tak memberi restu untuknya.

"Semua ini demi kebaikan kamu, Ayah ingin kamu mendapatkan pria yang menyayangi kamu dengan tulus dan menjadi imam yang baik untuk kamu!" ujar ayah Emir mencoba memberi pengertian kepada sang anak.

"Tetapi bukan lewat perjodohan seperti ini yah, kaya Putri ga laku aja. Lagi pula Putri hanya mencintai Dion, Dion yang selama ini membuat Putri bahagia." sahut Putri. Bahkan kini Putri sudah meneteskan air mata. Dia merasa sedih karena sang ayah tak merestui hubungan dirinya dengan pria yang dia cintai.

❤️❤️❤️

"Beb, aku ingin bicara sama kamu!" ujar Dion saat bertemu Putri di kampus. Putri menganggukkan kepalanya mengikuti Dion. Dion mengajak Putri ke sebuah tempat untuk mengobrol.

Putri mencoba menahan perasaannya, hatinya terasa sesak saat membayangkan hubungan percintaan mereka harus berakhir. Terlebih Putri sudah sangat menyayangi Dion. Selama ini, Dion 'lah yang menemani hari-harinya.

"Beb, please aku mohon jangan tinggalkan aku! Aku cinta sama kamu, maaf kalau aku kemarin khilaf." ucap Dion dengan wajah mengiba, membuat Putri semakin tak kuasa.

"Aku juga sayang banget sama kamu, ga mau pisah sama kamu. Tapi aku bisa apa? Ayah aku tak merestui hubungan kita." sahut Putri yang sudah terisak tangis. Tentu saja hal ini membuat Dion merasa senang, karena Putri masih masuk dalam perangkapnya.

"Gimana kalau kita menjalani hubungan diam-diam di belakang Ayah kamu, sampai Ayah kamu merestui hubungan kita? Setelah lulus kuliah, aku akan berusaha membuktikan kepada Ayah kamu, aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan kamu . Aku ga bisa hidup tanpa kamu Beb." rayu Dion, membuat Putri merasa semakin dilema. 

"Tapi, Ayah aku sedang mencari orang untuk mengawasi aku. Kita ga mungkin bisa berdekatan lagi. Hiks ...hiks ... Aku juga mau nya menikah sama kamu." ujar Putri, wajah putihnya kini sudah terlihat basah. Dion terus menyakinkan Putri, kalau dia akan berusaha untuk menyakinkan hati ayah Putri.

Putri adalah sumber segalanya untuk Dion, tak mungkin dirinya melepas Putri begitu saja. Selama ini Putri 'lah yang membayar kontrakan Dion, dan Putri 'lah yang membantu Dion untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lantas jika dia berpisah dengan Putri, siapa yang akan menggantikan posisi ini?

Putri tak pernah tahu kalau cintanya Dion kepadanya tidaklah tulus. Hanya sekedar obsesi mencicipi tubuh wanita yang selama ini bersikap sombong dan banyak menjadi incaran pria lain. Tiga bulan terakhir ini, Dion memiliki hubungan dengan Natasya sahabat Putri. Bahkan mereka sudah berhubungan suami istri.

"Ya udah berarti kita sepakat ya untuk melanjutkan hubungan ini lagi secara diam-diam. Aku yakin suatu saat nanti Ayah kamu pasti akan merestui hubungan kita." ucap Dion dengan yakinnya.

Putri belum mempunyai kekuatan untuk mengungkapkan kepada Dion, kalau ayahnya akan  menjodohkan dia dan kelak dirinya akan menikah dengan pria pilihan ayahnya. Putri masih terus berharap jika suatu saat nanti sang ayah mau merubah keputusannya, dan merestui hubungan dia dengan kekasih yang dia cintai.