Sebuah Penghargaan (2)
Nasya pov
“Kak Hilman? Kenapa dia ada disini,?” batinku berbisik. Aku tertegun melihatnya. Bola mataku seketika membulat, jantung berdenyut semakin cepat ketika melihat kak Hilman tepat berada di depanku. Dengan hati-hati dia menyuruhku untuk masuk ke dalam kelas. Aku menangguk meng-iyakan lalu berjalan dengan menundukan pandangan. Tubuh yang terasa kaku, perasaan kacau ditambah rasa malu.

“Assalamu'alaikum,” sapa kak Hilman dan temannya

“Wa'alaikumussalam,” jawab para siswa serempak. Keadaan kelas yang bermula bising beralih menjadi hening. Semua mata tertuju pada orang yang kini sedang berbicara di depan.
“Baik, mohon ma'af mengganggu waktunya sebentar. Jadi, untuk memeriahkan ulang tahun sekolah yang ke-42, kami akan mengadakan perlombaan. Diantaranya:
- Melukis
- Fashion show
- MTQ
- MSQ
- Pidato Bahasa Arab, Inggris, Indonesia
- Menyanyi
-Dll
Silahkan untuk kalian yang berminat mengikuti perlombaan ini bisa acungkan tangan dan sebutkan namanya,”

Berulang kali Naila memintaku untuk ikut MHQ(Musabaqoh Hifdzil Qur'an). Namun aku tak bergeming, aku memililih untuk diam karena tanggung jawabnya begitu besar. Sudah 10 menit terlewati, tiba-tiba kak Hilman angkat bicara,

“Semua sudah terdata kecuali MHQ. Siapa diantara kalian yang mau mewakilinya?”

Semua mata tertuju padaku, aku hanya bisa menelan ludah akibat gugup. 

“Jangan bilang kalo aku yang harus ikut,” batinku berbisik semoga yang ada di benak pikiranku tidak terjadi. 
“Nasya kak,” dengan serempak mereka menjawab dan memojokkan diriku.
“E-enga. Yang lain aja deh,” aku pun buka mulut mencoba untuk menolak,
“Eh jangan gitu dong Sya, kalo punya bakat itu kembangkan,” celetuk salah satu temanku.

“Ta-tapii... Aku takut mengecewakan kalian”

“Jangan pesimis gitu dek. Menang kalah itu soal biasa dalam perlombaan. Jadikan sebuah pengalaman, itung-itung meroja'ah dan menjaga ayat yang telah di hafal” sambung kak Hilman. 
Setelah berpikir cukup lama dan mencerna nasehat kak Hilman aku pun mengangguk meng-iyakan.
“Bismillah, baik kak.” ujarku sambil menghela nafas panjang.