Ketika Kekuasaan Terp
Islam adalah agama paripurna. Tak ada satu pun bidang kehidupan umat manusia yang tidak diatur oleh syariah Islam. Syariah Islam mengatur tatacara ibadah, akhlak, makanan dan minuman, berpakaian, muamalah hingga politik dan bernegara.

Karena Islam adalah agama yang paripurna, tak ada alasan bagi umat untuk tidak taat dan menjalankan syariah Islam secara total. Ini adalah pembuktian keimanan seorang Muslim pada agama Allah SWT.  Tidak patut lisan yang sudah membaca kalimat syahadat mengambil pilihan di luar ketetapan Allah SWT. dan Rasul-Nya.

Ketetapan ini juga mengikat para penguasa. Mereka harus meletakkan Islam sebagai petunjuk dalam setiap aturan dan kebijakan. Mereka wajib memelihara urusan rakyat berdasarkan syariah Islam. Tanpa memandang kepentingan kelompok, pengusaha dan pihak asing.

Tentu merupakan bencana besar ketika al-Quran terlepas dari kehidupan umat dan terpisah dari kekuasaan. Para penguasa ini juga membuat beragam keputusan yang menguntungkan segelintir orang, tetapi merugikan rakyat kebanyakan. Sanksi hukum pun diberlakukan secara berbeda. Ketika kelompoknya dan orang-orang kaya pendukungnya melanggar hukum, mereka dibiarkan bahkan diberi pembelaan. Sebaliknya, jika pihak-pihak yang berseberangan dengan dirinya melanggar aturan, dengan sigap dia menegakkan hukum dengan tegas atas mereka. Inilah yang diingatkan Nabi saw.:

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ

Orang-orang sebelum kalian binasa karena jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) mencuri di tengah-tengah mereka, mereka biarkan (tidak dihukum), namun jika ada orang lemah (rakyat biasa) mencuri di tengah-tengah mereka, mereka tegakkan hukum pada dirinya.” (HR Muttafaq ‘alayh).

Penguasa semacam ini juga tidak segan-segan berlaku zalim kepada para penentangnya. Bisa dengan menutup mata pencaharian mereka, menghukum mereka dengan zalim, bahkan membunuh mereka. Namun, jika penguasa itu ditaati, dia akan menyesatkan rakyatnya. Penguasa semacam ini lebih senang dipuja-puji, dibenarkan kedustaannya, ketimbang mau menerima nasihat dan mau diluruskan. Padahal dia suka ingkar janji, buruk kinerjanya dan melakukan kemungkaran.

Lalu apa tuntunan Islam untuk kaum Muslim pada saat menghadapi penguasa demikian? Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah SAW. kepada kita. Kita diminta bersikap teguh dalam ketaatan, kita pun diingatkan tentang besarnya pahala amar makruf nahi mungkar di hadapan pemimpin yang zalim. Nabi SAW. bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

Jihad yang paling utama ialah menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim (HR Abu Dawud).