MALAM YANG AJAIB
Malam Yang Ajaib

Rosyidah bangun dari tidurnya, ia belum bisa membangun rumah tangga, dia masih sekolah, statusnya masih santriwati, dan alasan yang paling utama karena dia belum punya suami.

Seperti rutinitasnya, malam ini akan pergi shalat tahajud, hakikatnya sosok sholehahnya akan terlihat, meskipun ditengah malam sepi ini tidak ada yang melihat, inilah inti dari tidak boleh riya.

Rosyidah melangkah sendiri ke moshola pesantren, dibiarkannya para temannya tetap tidur di kamar, sebuah pilihan, karena Allah juga telah mengilhamkan dua diantara kebaikan dan keburukan, akal kitalah yang memilih, karena itu akal juga adalah sebuah hidayah.

Ia mensucikan diri dengan air wudhu, melakukan semua rukunnya dengan benar, setelah selesai ia melangkah menuju ruang moshola, menghampar sajadah, memakai mukena, berdiri tegak, memasang niat, mengangkat takbir.

*

Setelah menyelesaikan semua sholatnya, dari mulai sholat hajat, tahajud, hingga witir, Rosyidah meneruskannya dengan wirid, zikir, dan shalawat, ia benar ingin memanfaatkan waktu luangnya untuk beribadah.

Rosyidah mulai mempertemukan telapak tangannya, seperti membuat sebuah kunci untuk menemukan harapannya, ia khusuk dalam doa, sopan dalam meminta, kadang terlihat bening air mata menetes dari bola matanya yang terpejam.

Sekarang ia mulai bangkit, pertanda semua sudah selesai, dilihatnya jam dinding moshola,  sudah pukul setengah 5 dini hari, sebentar lagi sholat shubuh akan dimulai. Rosyidah kembali duduk, ia akan menunggu sholat shubuh saja, dilihatnya juga santriwati lainnya juga sudah mulai bangun.

*

Astagfirullah

Rosyidah bergumam, ia melupakan sesuatu, tapi sekarang dia ingat, ia harus menghafal jurumiah, besok pagi harus disetorkan ke ustadzah, dua halaman jurumiah cukup banyak untuk dihapalkan diwaktu mepet seperti ini, lima belas menit lagi shubuh.

Rosyidah beranjak berdiri dari sajadahnya, ia mengambil kita jurumiah milik umum yang ada didalam lemari mosholla, ia mulai membacanya, sebanyak dua lembar.

Setelah selesai, otaknya seperti merekam sesuatu, suaranya keluar dari mulut Rosyidah, ini benar-benar luar biasa, Rosyidah bisa menghafalnya dua lembar jurumiah hanya dengan sekali baca.

Rosyidah tersentak.

Alhamdulillah...

Ia kembali bergumam dengan senyum dibibirnya. Ini tidak biasa, ia tidak secepat itu dalam menghapal.

Rosyidah hanya santriwati biasa, standar pada umumnya, tidak terlalu cerdas, juga tidak terlalu bodoh. Dia benar sangat dikejutkan dengan kejadian yang ia alami menjelang shubuh saat ini, di moshola.

Setelah kejadian itu, ia menjadi sangat cerdas, kemampuan IQ nya meningkat, semua pelajaran ia kuasai dengan mudah, tanpa bebal, semuanya menjadi mengejutkan.

*
Bersambung...