bab 5

Bapak 

Bab 5 

Pov Rumi 

Setelah pulang dari ibu rika hatiku lega , ya menurut penjelasan bu rika hanya sekedar kebetulan .
Dan ibu ku juga lega ...
Bapak memang royal bila ada uang tapi bukan buat keluarga di rumah tetapi royal untuk orang lain .

Tapi ... tengah malam bapak pulang marah - marah karena mengetahui bahwa aku mendatangi bu rika . Itu artinya bapak tadi ketemu bu rika dan bu rika mengadukannya kepada bapak batinku dengan hati yang kecewa bukan kah tadi rumi sudah memohon agar bu rika tidak memberitaukan bapak .

Keesokan pagi aku memberanikan diri untuk meminta uang spp pada bapak , tapi jawabanya selalu saja sama. Bapak sulit dimintai uang untuk keperluan sekolah alhasilnya aku sering d panggil ke ruang tata usaha di sekolahku .

Bel istirahat berbunyi ...
" kantin yuk ... laper nih tadi gak sempat sarapan " ajak ayu sahabat ku ...
" enggak ah , kamu aja aku masi kenyang " jawabku 
" Masi kenyang atau gak punya uang jajan , ayu traktir deh ... ayo buruan ... " ajak ayu sedikit memaksa ...
" Beneran aku masi kenyang , ke kantinnya bareng sinta aja " tolakku halus karena sudah sering ayu mentraktirku dan aku belum perna mentraktir ayu . Aku malu sendiri jadinya .

Aku sebenarnya juga ingin seperti teman-teman ... bisa jajan dan bisa punya barang- barang bagus .Ya kadang keirian timbul di hatiku .

" Rumi tolong belikan mie instan di warung bu ani 3 bungkus buat kita makan malam " pinta ibu padaku ...
" iya bu ... rumi ke warung sekarang " jawabku 

"Bu ani ... beli mie instannya 3 bungkus ya " ucapku pada bu ani pemilik warung 
" sebentar ya ... ibu ambilkan " jawab bu ani 
Menunggu bu ani menyiapkan barang belanjaanku , Aku melihat bapak nongkrong sama teman-temannya .Seperti biasa bapak cuek dan pura-pura tidak melihatku .

Tak lama aku mendengar ....
" om wono ...makasih sudah beliin rini baju ya " ucap rini anak bu rika yang kebetulan lewat depan warung .
" Iya ... sama- sama rini cantik " jawab bapakku dengan suara yang lembut .

Aku hanya pura-pura tidak dengar hanya mataku berkaca- kaca .Air mata hampir jatuh tapi kutahan . 

Selesai berbelanja aku langsung pulang .Sepanjang jalan air mataku langsung tumpah 
Tak tertahankan . Selembut itu suara bapak berbicara pada anak bu rika , sedangkan denganku selalu kasar .Aku anak kandung nya bukan rini .Trus untuk apa bapak membelikan baju untuk rini ....
Kecewa ya aku sangat kecewa , tapi aku takut untuk berbicara atau protes ke bapak .
Akhirnya kecewa ku hanya tersimpan di hati dan selalu begitu .