6
Oleh : Nia Fii



Ketika ia memiringkan badannya, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kertas putih yang tergeletak dilantai.

"Hmm apa itu." Pikir Alisha.

Alisha pun bangun dari tempat tidurnya dan berniat untuk mengambilnya.

Ketika Alisha membuka kertas itu ternyata kertas nota pembelian sebuah cincin berlian yang harganya lumayan mahal.

Alisha bingung kenapa Mas Bram tidak pernah bercerita kepadanya kalau dia membeli sebuah perhiasan mahal. Di lihat dari tanggal yang tercantum pada nota, pembelian sudah satu bulan yang lalu. 

"Untuk siapa dia membeli cincin itu? Sepertinya Mas Bram menyembunyikan sesuatu dariku." Pikir Alisha.

"Awas kamu Mas kalau berani main belakang sama aku, aku tak akan memaafkan kamu, kamu itu bukan siapa-siapa tanpa aku." Gumam Aisha. Tapi ia berharap semua dugaannya itu salah, Bram tetap setia sama dia. Karena selama ini Bram tidak pernah bersikap aneh dihadapannya. 

Sudah cukup berat beban yang di tanggungnya sekarang tentang kematian Mas Lukman yang masih menyisakan tanda tanya dia berharap tak ada lagi masalah lain yang menghampiri.

Hari sudah menjelang sore, Mas Bram belum juga pulang. Alisha sudah tak sabar ingin menanyakan perihal cincin itu.

Ting..

Notifikasi pesan di ponsel Alisha berbunyi. Dari Bram.

[Sayang, Mas hari ini pulang agak terlambat karena ada meeting dadakan dengan klien]

Alisha tak membalas ia sedikit kecewa karena ingin menanyakan tentang cincin itu jadi tertunda. 

Kini jam sudah menunjukkan pukul 9 lewat, tapi Mas Bram belum juga pulang. Alisha gelisah tak bisa tidur sebelum mendengar penjelasan dari suaminya.

Alisha terus mencoba memejamkan mata namun sedikit pun ia tak bisa terlelap.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya yang ditunggu datang juga. Terdengar sayup-sayup bunyi mesin mobil memasuki halaman rumah.

Tak lama kemudian Mas Bram masuk ke dalam kamar.

"Kok belum tidur sih sayang, kan Mas udah bilang kalau hari ini pulangnya terlambat."

"Gimana aku bisa tidur Mas, kalau aku baru aja nemuin ini jatuh di lantai. Ini punya kamu kan Mas." Sahut Alisha dengan menatap tajam suaminya.

"Apa itu?" Tanya Bram sembari mengerutkan keningnya.

"Nih baca." Ucap Alisha seraya menaruh kertas itu ke tangan Bram.

Wajah Bram awalnya tampak tegang namun seketika menjadi lebih tenang. Dia berusaha menyembunyikan rasa kagetnya.

"Oh ini punya Edo, kemarin dia minta bantu aku buat beli cincin untuk hadiah ulang tahun istrinya. Eh gak sengaja notanya kebawa sama aku. Maaf ya sayang udah bikin kamu khawatir dan gak tenang."

"Kok teman yang beli, notanya  bisa ada sama kamu?" Alisha menatap Bram dengan tatapan curiga.

"Namanya juga gak sengaja sayang, aku juga gak tau kenapa nota itu bisa kebawa sama aku." Ucap Bram sembari mengelus tangan istrinya.

"Tolong jangan pikirin yang macam-macam sama Mas, Mas janji, Mas akan selalu setia sama kamu. Gak bakal yang aneh-aneh." Bram kemudian merangkul istrinya.

Setiap kali ada sesuatu yang akan menimbulkan pertengkaran, Bram sangat pandai menenangkan istrinya sehingga hati menjadi luluh di buatnya.

"Ya udah Mas mandi dulu ya, udah gerah dan bau he.." Ucap Bram seraya melepaskan pelukannya. "Ayo buruan tidur sana, ntar sakit kalau terlalu begadang." Ucapnya lagi sambil menuju ke kamar mandi.

Alisha mengangguk dan kemudian merebahkan diri di atas kasur. Meskipun ada rasa curiga pada suaminya, tapi Alisha berusaha untuk menepisnya.

Baru saja ingin terlelap, tiba-tiba ada pesan masuk dari Rizal. Alisha sengaja menamai nomor Rizal dengan nama perempuan agar Mas Bram tak curiga.
Buru-buru Alisha membukanya

[Sha, kamu besok sibuk gak?]

Alisha kemudian membalasnya.
[Gak kok Mas, emang ada apa?]

Tak lama kemudian Rizal membalas lagi
[Bisa kita ketemu besok? Di kafe yang kemarin]

[Bisa] Balas Alisha.

[Sip] Balas Rizal lagi.

Dengan buru-buru Alisha menghapus chatnya dengan Rizal, karena takut suaminya membuka ponselnya dan membacanya.

Ingin sekali Alisha menanyakan kenapa Mas Rizal ingin mengajaknya bertemu besok. Apakah Mas Rizal mendapatkan fakta baru yang mengarah pada kasus pembunuhan Mas Lukman. Tapi semua itu ia urungkan karena sebentar lagi Mas Bram selesai mandi.



Bersambung


Makasih buat yang sudah mampir.. 
Jangan lupa Subscribe like n komen ya, biar semangat nulisnya 🤗🤗🤗