3
Oleh : Nia Fii



Seminggu setelah kepergian ibu dan kakaknya, Alisha masih begitu terlarut dalam kesedihan. Bahkan dia banyak menghabiskan waktu di kamarnya.

Alisha merasa aneh mengapa beberapa hari terakhir dia selalu bermimpi Mas Lukman terus minta tolong padanya. Ada apa ya dengan mas Lukman? Apa ini ada hubungannya dengan kematiannya? Apa tafsir dari mimpi tersebut? Jika benar dugaannya Mas Lukman dibunuh, Alisha berjanji akan berusaha mengungkap siapa yang telah tega melakukannya.

Tentang mimpi yang di alaminya, Alisha hanya memendamnya sendiri, ia tak ingin menceritakan pada siapapun termasuk suaminya. Ia akan menyelediki sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Hari ini pagi-pagi Alisha sudah mandi dan berpakaian rapi. Bram suaminya merasa heran dengan sikapnya, karena sudah seminggu terakhir Alisha hanya mengurung diri di kamar. Mungkin dia sudah bisa menerima kenyataan yang telah terjadi pikir Bram dan dia juga nampak tak sedih lagi.

"Selamat pagi sayang, tumben sudah rapi aja nih mau kemana?" Sapa Bram pada istrinya yang sudah lebih dulu ada di meja makan.

"Aku mau ke tempat Mbak Luna Mas, khawatir dengan keadaan dia setelah ditinggal oleh Mas Lukman." Sahut Alisha sembari menyodorkan gelas kepada suaminya.

"Oh gitu, mau aku anterin?" Tawar Bram.

"Gak usah, nanti Mas terlambat ke kantor, aku nyetir sendiri aja."

Setelah selesai sarapan, Bram lebih dulu berangkat kekantor dan tak lama kemudian Alisha juga berangkat kerumah Mbak Luna.

Bram dan Aisha menikah sudah hampir 5 tahun, tetapi hingga sampai saat ini mereka belum diberikan keturunan. Mereka sudah pernah memeriksakan kedokteran dan ternyata Alisha memiliki masalah pada kesuburan, sehingga susah untuk mendapatkan keturunan.

Di perjalanan Alisha terus memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk dapat menyingkap tabir Kematian kakaknya.

Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya, kalau rumah Mas Lukman itu di kelilingi banyak CCTV, tapi bagaimana caranya iya mendapatkan rekaman CCTV itu, tak mungkin ia meminta kepada Mbak Luna untuk memeriksa CCTV rumah itu, jelas akan membuat Mbak Luna tersinggung. Karena Mbak Luna dengan yakinnya mengatakan kalau Mas Lukman meninggal karena bunuh diri dan menolak ketika polisi ingin melakukan otopsi.

Jelas saja sikap Luna itu membuat Alisha curiga, tapi dia tak bisa menduga sejauh itu tanpa menyelidiki terlebih dahulu. Dan Aisha juga merasa sangat tidak mungkin Luna yang melakukannya karena hubungannya dengan Lukman nampak terlihat baik-baik saja. Dia juga begitu terpukul atas kematian suaminya.

Setelah memacu mobilnya cukup kencang kina Alsha sudah tiba di depan rumah kakaknya. Suasana rumah nampak lenggang, hanya terlihat Mang Udin yang merupakan tukang kebun di rumah ini sedang memotong rumput.

"Pagi Mang, Mbak Lunanya ada gak ya?" Tanyaku sembari berjalan ingin masuk kedalam rumah.

"Ng-gak ada Non, baru aja keluar bersama anaknya." Sahut Mang Udin dengan gagap.

"Oh gitu, oh ya Mang boleh bicara sebentar. Ada yang pengen aku tanyain sama Mang Udin."

"M-maaf Non, saya lagi ada kerjaan. Permisi Non." Dengan cepat Mang Udin berlalu dari hadapan Alisha menuju kehalaman belakang.

Alisha mengernyitkan alis merasa sangat heran melihat sikap Mang Udin gak seperti biasanya. Kenapa ya Mang Udin seperti itu, seperti ada yang di sembunyikan. Benak Alisha. Atau jangan-jangan Mang Udin terlibat. Alisha kamu gak boleh menduga-duga tanpa bukti yang jelas. Alisha mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.

Kenapa semakin kesini semakin gak jelas. Alisha meremas rambut. Belum ada titik terang atas kematian Kakak yang paling disayanginya itu.




Next?


Makasih buat teman-teman yang sudah mampir, jangan lupa like n komen juga ya.. biar tambah semangat nulisnya🤗🤗🤗
Happy reading 😊😊