Teras Rumah
Keanehan tidak hanya terjadi di rumah Kak Elmi saja, tapi di rumahnya Sarah juga sama. Selalu banyak kucing diam di teras rumahnya yang entah siapa pemiliknya. Sama seperti Kak Elmi juga Ibu Dira pun selalu memberi makan kucing-kucing milik orang lain. Dengan makanan yang sama dengan makanan yang di makannya.

Saat Sarah duduk di teras rumah pun sering ada beberapa anak kucing ataupun kucing induknya yang mendekati kakinya. Saat ngemil di teras pun dia suka berbagi makanan cemilan dengan anak-anak kucing ataupun kucing-kucing dewasa yang sedang tiduran di lantai teras rumah.

"Hey, kucing sini mau gak? Kalau suka tuh makan yah!"

Kemudian kucing pun memakan cemilan yang di berikan olehnya. Entah kenapa hampir setiap induk kucing yang ada di sekitar rumahnya selalu membawa anak-anak kucingnya main di teras rumahnya.

Anak kucingnya pada lucu-lucu pada tiduraan di teras rumah juga. Pada main di terasa rumah dan berlari-lari disekitar halaman rumahnya. Terkadang anak kucingnya berlarian kesana kemari. Sesekali menggigit kecil dengan mulut mungilnya atau tidak bisa diam dan tiba-tiba sesekali memegangnya.

"Ih, anak kucing. Jangan gigit donk! Eiittt ... eiiittt ... eiiittt ...." 

Begitu sahutnya sambil main-main tangan kucing dan tangannya. Tapi setelah mulai besar tiba-tiba si anak-anak kucingnya suka menghilang entah kemana dan entah tinggal dimana serta entah milik siapa. 

Kadang anak kucing betina yang mulai besar sering pada takut di kejar-kejar sama kucing jantannya dan tahunya sudah buncit saja perutnya. Lalu saat kucingnya sudah buncit perutnya membesar selalu pada datang lagi ke teras rumah buat makan ataupun tiduran seolah mempersiapkan tempat buat melahirkan anak-anaknya.