Antara Susah Move On Dan Panggilan Jiwa
Setelah si Oneng mati karena terjatuh ke sungai. Karena cukup tragis kematiannya. Sehingga ada rasa trauma memberkas pada keluarganya. Meskipun keluarganya tidak pernah memelihara kucing lagi di rumahnya, tapi ada kebiasaan yang sama di keluarganya. 

Kebiasaan yang sama di antara anggota keluarganya yaitu selalu di datangi banyak kucing. Entah kenapa selalu di datangi banyak kucing di depan rumahnya. Dan selalu memberi makan kucing milik orang lain.

Di rumahnya Kak Elmi yang terletak di pusat sebuah kota kecil, meskipun tidak pernah memelihara kucing, tapi rumahnya selalu di datangi banyak kucing. Dia pun merasa heran sendiri dan bertanya-tanya sendiri.

"Kenapa banyak kucing yang datang ke rumah?"

Begitu gumamnya merasa keheranan sendiri.

"Padahal kan gak memelihara kucing. Lagian ini kucing gak tahu entah siapa pemiliknya?"

Lanjut bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.

"Tapi kasihan juga kucingnya pengen makan."

Kemudian ia pun berjalan mengambil makanan dan segera memanggil kucing.

"Hey, kucing sini makan! Makanannya yang ada di rumahnya cuma ini, tuh sana makan!"

Lalu kucing-kucing pun makan di rumahnya. Dia pun selalu memberi makan kucing-kucing milik orang lain yang datang ke rumahnya. Setiap ada kucing yang datang ke rumahnya, dirinya merasa terpanggil jiwanya untuk selalu memberi makan kucing yang tidak jelas siapa pemiliknya.

Kak Elmi senang memberi makan kucing-kucing milik orang kain. Dengan memberi makanan yang sama dengan yang dimakan olehnya. Dia pun merasa aneh kenapa kucing-kucing tersebut sering datang ke rumahnya hanya untuk makan di rumahnya. Meskipun entah siapa pemiliknya, tapi dia selalu memberi makan kucing-kucing tersebut, itu pun karena panggilan jiwanya.