Terkunci Dan Wisuda
Seperti biasa si Oneng selalu mengikuti kaki Kak Neila saat berjalan. Seolah mengantarkannya pergi hingga dekat sawah. Setelah Kak Neila berangkat barulah si Oneng kembali lagi pulang ke rumah. Dan setelah itu menemani Sarah bermain di rumah.

Di rumah si Oneng selalu menemani Sarah. Saat dia sedang bermain sendirian selalu bicara sama kucing kesayangannya. Dan kucingnya pun hanya mengedipkan matanya.

Si Oneng selalu merem melek saat Sarah bercerita. Seolah mengerti dengan semua ucapannya dan selalu menuruti kata-katanya.

Kucingnya selalu jadi temen curhat bagi sarah. Karena kucingnya selalu setia mendengarkan segala ceritanya. Dan selalu setia menunggu kedatangan Sarah pulang dari sekolah. 

Begitu pun si Oneng juga selalu setia pada Kak Neila. Dan saking sangat setianya si Oneng selalu tidak pernah absen. Selalu mengantarkan Kak Neila berangkat pergi sekolah.

Bahkan Kak Neila karena saking seringnya mencari kutu di bulunya. Hingga orang-orang kampung memanggilnya dengan memberi julukan nama panggilan si Oneng juga.

Kemudian tiba-tiba dari kampusnya Kak Neila ada undangan untuk Bapak Wira dan Ibu Dira untuk menghadiri wisuda Kak Neila. 

Maka Sarah beserta keluarga dan sodara-sodara pada ikut semua pergi ke kampusnya untuk menghadiri wisudaannya. Dan di saat Kak Neila memakai baju toga saat wisuda ada sodara yang tiba-tiba berkata.

"Si Oneng di wisuda."

Kemudian semua keluarga pun pada tertawa. Dan sepulangnya ke rumah pas datang di rumah ternyata hanya ada si Oneng sendirian. Kasian tidak di ajak dan kucingnya pun terkunci di dalam rumah seharian. Lalu Sarah memeluk kucingnya dan berkata pada kucingnya.

"Oneng, tahu gak? Kak Neila tadi dikatain sama orang-orang, si Oneng di wisuda." 

Dan kucingnya pun matanya merem melek mendengar perkataannya, seolah kucingnya sangat mengerti sekali dengan segala ucapannya. Kemudian Sarah pun tersenyum merasa senang melihat ekspresi kucing kesayangannya tersebut.