Because Of Different
Kini si Oneng bukan anak seekor kucing lagi. Tapi sudah bertahun-tahun tinggal bersama keluarga di rumah. Dan si Oneng sudah mulai tua. Tiba-tiba Kak Neila harus berpisah dengan kucingnya, karena Kak Neila pun sudah ikut dengan suaminya diluar kota. 

Dan Sarah pun harus pergi dari rumah untuk sekolah di tempat yang jauh. Sehingga si Oneng dan Sarah terlihat seperti sama-sama sedih. Dia agak berat sangat sedih berpisah jauh dengan kucingnya. Karena dia selalu di temani bermain bersama kucingnya bertahun-tahun.

Dan selang beberapa bulan kemudian di asrama sekolah saat malam hari mendadak menjadi gelap karena mati lampunya. Kemudian tiba-tiba terlihat samar-samar seperti terlihat ada seekor kucing yang sangat mirip warnanya sama si Oneng.

Kucing yang mirip si Oneng lewat mendekati Sarah. Tapi hanya sekilas sebentar lalu pergi lagi entah kemana perginya. Lalu dia pun jadi langsung teringat dengan kucingnya di rumah. Dan dia ingin bisa segera pulang ke rumah untuk bertenu si Oneng.

Kemudian Sarah bersama temannya yang ingin ikut pulang bersama ke rumahnya. Dan tiba-tiba sesampainya di rumah dirinya merasa kehilangan kucingnya. Dia pun langsung bertanya pada Ibunya.

"Dimana, Si Oneng?" 

Tapi Ibunya hanya terdiam tidak menjawab apapun. Terus dia mulai bertanya-tanya dan mulai curiga. Seperti ada sesuatu yang terjadi pada si Oneng. 

Sarah terus berulangkali menanyakan pertanyaan yang sama pada Ibunya. Hingga Ibunya pun menjawab pertanyaannya. Dan akhirnya Ibunya pun menjelaskannya.

"Si Oneng sudah tidak ada, hilang beberapa hari. Terus ditemukan di sungai sudah mengapung tidak bernyawa."

Ternyata si Oneng mati terjatuh ke sungai. Dan sudah di kuburkan di belakang rumah. Sarah pun sangat merasa kehilangan. Hingga tak terasa butiran air bening pun membasahi pipinya sembari sesekali mengusap matanya.

Dan kejadian itu ternyata bertepatan sekali waktunya sama dengan adanya kucing yang mirip sekali dengan si Oneng lewat saat dirinya di asrama. Disaat ada kucing yang sangat mirip sekali dengan si Oneng datang ke asrama. Seolah-olah saat itu si Oneng menengok Sarah. Untuk perpisahan yang terakhir kalinya.

Dan saat mengingat kejadian itu Sarah pun langsung menangis. Karena sangat sedih sekali mendengar cerita dari Ibunya. Tentang kabar terakhir kucingnya yang begitu tragis. Lalu Sarah memberi kabar pada Kak Neila kalau kucingnya sudah mati terjatuh ke sungai sesuai yang dikatakan Ibunya.

Dengan seketika Kak Neila pun menangis histeris di tempat kerjanya. Dan teman-teman kerjanya heran melihat Kak Neila tiba-tiba menangis. Lalu teman-temannya Kak Neila pun menanyakan alasannya.

"Kenapa, Kak Neila menangis?"

Sambil menangis Kak Neila pun langsung menjawabnya.

"Kucingku mati."

Dan seketika temen- temennya pun pada tertawa semua dan berkata pada Kak Neila.

"Oh kucing mati. Kirain menangis karena ada kabar apa gitu? Ternyata karena kucingnya mati."

Buat orang lain mungkin hanya sekedar seekor kucing mati. Tapi bagi Kak Neila, Sarah, Andre, serta Ibu Dira, dan Bapak Wira sekeluarga mungkin si Oneng berbeda dari kucing yang lainnya. Karena si Oneng tidak sama seperti kucing kebanyakan.

"Because Of Different!"

Setelah si Oneng mati maka Kak Elmi, Kak Neila, Sarah, Andre, Ibu Dira, dan Bapak Wira sekeluarga pun tidak pernah memelihara kucing lagi. Alasan tidak ingin memelihara kucing lagi karena tidak ada yang seperti si Oneng. Si Oneng tidak bisa tergantikan. Begitulah karena saking berkesannya si Oneng di keluarga tersebut.