Prolog
Terjadi lonjakan penjualan kebutuhan pokok di supermarket milik Haris. Penyebabnya berita covid yang melanda Wuhan dan di prediksi akan menyebar ke Indonesia.

Haris yang  akhir pekan ini rencananya mengajak Sandy putranya berenang terpaksa harus membatalkan rencananya karena harus meminta pemasok mengirim stok sembako lebih cepat dari biasa.

Haris melihat pada putranya yang masih terlelap di ranjang sembari mencoba menghubungi nomer  Rania istrinya yang seharusnya -pukul sembilan pagi ini- sudah mendarat di bandara.

“Hallo." suara Rania tampak seperti baru bangun tidur.

“Rania, kau sudah sampai di bandara bukan?” Haris mencoba memastikan.

“Belum. Penerbangannya di tunda karena masalah teknis pada pesawat. Mungkin baru besok maskapai terbang kembali."

“Oh sial. Disini aku juga sedang mengalami masalah. Ku pikir kau pulang hari ini dan bisa menggantikanku membawa Sandy jalan-jalan. Si mbak yang kau pekerjakan mulai mengeluh karena tak punya waktu cuti.” 

“Bilang padanya aku akan menambahkan gajinya.” Rania menanggapi santai.

“Baiklah, akan kucoba bicara padanya. Aku tutup dulu telponnya.” Haris menyudahi dan beranjak keluar kamar. Haris pergi ke kamar baby sitternya, Ia mengetuk pintu kamar dan Si mbak keluar dengan tas besar yang di jinjingnya.

“Mba mau kemana?” Haris menatap bingung.

“Saya mau berhenti saja pak. Saya sudah nggak sanggup kerja disini. Dulu dari agen dikasih tahunya ada cuti. Tapi ini tujuh hari seminggu dari pagi sampai malam saya ngurus anak bapak tanpa istirahat.” Si mbak menumpahkan uneg-unegnya.

“Saya akan menambahkan gaji mbak asal mbak tetap kerja.”

“Nggak pak. Saya tetep nggak mau. Bapak nggak bayar gaji saya bulan ini juga ga pa pa, saya bakal tetap keluar.” Si mbak tetap pada pendiriannya.

Haris menyugar rambut “Tunggu sebentar. Saya ambil uang di dompet dulu.”

Haris kembali ke kamar, mengambil uang dari dompetnya dan menyerahkan pada baby sitter. 

Setelah baby sitter pergi Ia kembali menghubungi istrinya menjelaskan apa yang terjadi.

“Harusnya kau menahannya.” Rania menyalahkan Haris.

“Yang sudah-sudah juga aku mencoba menahannya tapi mereka tetap keluar.” Haris membela diri.

“Jadi bagaimana?” Rania sepertinya tak peduli.

“Aku yang harusnya bertanya. Kau pramugari senior, tapi kenapa tiga bulan terakhir mereka memberimu jam terbang lebih banyak dari biasa?”

“Pariwisata dalam negeri tengah naik daun dan penerbangan meningkat. Aku harus bilang apa kalau managemen sudah memutuskan?” Rania bergelung dari ranjang hendak turun. Namun Theo menarik pinggangnya dan mencium pundaknya.

Rania menempelkan jari di bibir agar Theo tak bersuara “Aku akan minta Ibu mencarikan orang yang bisa bekerja dirumah. Biar ada yang membantumu menjaga Sandy selama aku belum kembali.”

“Baiklah.” Haris mengakhiri panggilan.

Rania mengusap wajah Theo, pilot maskapai yang tiga bulan terakhir menjadi selingkuhannya “Jangan berisik. Aku mau menelphone ibuku.”

“Aku sibuk tak akan sempat menganggumu.” Theo menelusuri punggung Rania dengan jarinya.

Rania menahan nafas agar tak mengerang saat menelphone Ibunya. Ia benar-benar tengah di mabuk asmara dan melupakan statusnya sebagai seorang istri.



===========

**Karya on going
- Elegi Cinta Indriani
- Cinta Bukan Dusta

**Karya Tamat 
Lima Tahun Merindu
- Istri Ustadz
- Siksa Kinanti
- Lari dari Pernikahan
- Dilema Suami Tantrum
- Kamu Lukaku
- Pasangan Koplak
- Selebgram
- Menikah Tanpa Pacaran
- Nikah Terpaksa
- Sang Dewi
- Pria Cantik Kesayangan Shan
Pernikahan Tanpa Cinta (Reena seri 1)
- Lara Belum Usai ( Reena seri 2)
- Janda Sekretaris CEO Dingin (Difabel Seri 1)
- Cinta Adik Ipar (Difabel Seri 2)
- Ijinkan Aku Mencintaimu(Difabel Seri 3)
- Pelacur Simpanan Duda (Pelacur Seri)
- Perawan Cinta (Pelacur Seri)
- Bukan Cinta Tapi Luka (Agni Family 1)
- Move On Setelah Diselingkuhi (Agni Family 2)
- Balas Dendam Istri Tersakiti ( Agni Family 3)
- Merajut Luka (Agni Family 4)
- Angan Tentangnya (Agni Family 5)
- Cinta Tak Pernah Segila Ini (Elang Seri 1)
- Bukan Siti Nurbaya ( Elang Seri 2)
- Tanpamu Kuhampa ( Elang Seri 3)
-Jangan Cintai Aku (Friends 1)
- Cinta di Laci Ingatan (Friends 2)