Bab 1 - Jadi Istri Kedua?

🖤🖤🖤🖤🖤


Aurora Safitri, gadis berparas cantik yang harus rela menjadi istri ke-2 oleh seorang pria tampan nan kayak raya namun kesepian.

Namun siapa sangka ternyata menjadi istri ke-2 tak seburuk dengan yang ia fikirkan,dan yang selalu menjadi bahan ocehan emak-emak berdaster tentang penderitaan yang di alami menjadi istri ke-2. Justru Aurora mengalami gal sebaliknya, ia justru di perlakukan bak seorang ratu oleh suami penguasanya itu. 


Awal kisah….


"Loe kenapa Ra?" tanya seorang gadis yang seumuran dengan Aurora, disaat melihat dirinya termenung. 


"Gue lagi bingung Ca!" Jawab lesu Aurora kepada sang sahabat yang bernama Rebecca dan biasa ia panggil Eca. 


"Bingung kenapa?" tanya Rebecca seraya menyeruput minuman noba dingin yang ada di tangannya. Saat ini mereka sedang berada di cafe yang tak jauh dari kampus tempat mereka menimbah ilmu.


"Gue butuh uang, tapi gue nggak tahu harus pinjam kemana? Mana banyak lagi! Apa gue jual ginjal aja ya?" Ucap sedih Aurora.


Plak…..


"Apaan sih! Sakit tau nggak!" Sungut kesal Aurora saat sahabatnya itu menghadiainya dengan tabokan di kepala bagian belakangnya. 


"Habisnya Loe tuh ngomong asal ceplas aja. Mending loe ngikutin jejak gue,loe bisa dapat yang tanpa harus jual ginjal. Yang ada entar loe mati lagi. 


"Astagfirullah Ca. Tega benar loe Ca, doain sahabat Loe yang cantik jelita ini mati." Aurora berpura-pura sedih memegang dadanya. 


"Cih, drama queen! Mang Loe butuhkan berapa sih? Kali aja simpanan gue cukup. 


"100jt!" 


"What? .. Banyak bener. Mang loe mau apain uang segitu banyaknya?" 


"Bayar utang ayah tiri gue. Dia ninggalin rumah, gue yang di tagih ama rentenir sampai sekarang."


"Kasihan banget sih nasib loe yah! Loe mau nggak ngikutin jejak gue?  Kebetulan bos suami gue lagi butuh istri ke-2." Jawab santai Rebecca. 


Aurora terdiam menatap sahabatnya sesaat.


"Mang loe nggak sakit hati jadi yang Ke-2?" tanya penasaran Aurora. 


"Kadang-kadang. Tapi meski gue jadi yang ke dua, gue di utamain, asal loe tahu." Jawabnya santai masih meminum boba dinginnya. 


"Iya juga sih, kan istri pertaman suami loe pramugari, jarang pulang jadi otomatis Loe di utamain." 


"Hmm, benar. Gimana, loe mau nggak? Bukannya gue ngajarin lo yang nggak bener ya. Cuman ini jalan yang menurut gue paling cepat, Apalagi kita kan bukan kan jadi sugar baby tapi istri sah dimata hukum dan agama.  Jadi menurut gue sah-sah aja!" 


Aurora tampak diam mencoba mencerna ucapan sahabatnya. 


"Mang Lo jadi istri Ngapain?" tanya asal Aurora di mana membuat Rebecca memutar bola matanya malas. 


"Ya apalagi! Sama seperti seorang istri pada umumnya. Ngelayanin suami mulai dari pagi sampai pagi lagi. Hehe." Rebecca tertawa kecil melihat ekspresi sahabatnya. Pasti otak sahabatnya itu sudah traveling ke mana-mana. "Udah nggak usah banyak mikir. Entar gue tanya suami gue. Setelah itu gue kabarin lo."


Aurora menghela nafas panjang. "Terserah deh! Gue udah nggak punya jalan lain lagi. Gue ikut Apa kata Lo aja.  


Aurora sangat tahu siapa pria yang di maksud sahabatnya Rebecca. Seorang pria yang kaya raya namun kesepian sebab sang istri mengejar karirnya sebagai seorang model. Pria yang sering di ceritakan oleh Rebecca yang selaku sahabat serta atasan suaminya. 


Di sebuah Apartemen


"Yang!" Panggil Rebecca kepada sang suami yang tak lain adalah - Jason Collin. 


"Apa Yang?" 


"Apa bos kamu masih nyari istri ke dua?" tanya Rebecca. 


"Iya Yang, masih. Kenapa? Apa kamu punya rekomendasi?" tanya santai Jason masih menatap layar TV. 


"Hmm.. Sahabatku lagi butuh uang 100jt, aku saranin sih tadi." 


"Apa dia mau?" tanya Jason antusias. Serasa mendapatkan angin segar ia langsung bangun dari pangkuan Rebecca. Bagaimana tidak senang, jika tugas yang selama ini belum terselesaikan sudah mengarah ke titik terang. 


"Ya mau nggak mau, dia harus mau. Tapi apa bos kamu nggak keberatan, kalau harus minta uang segitu banyaknya?" 


"Baginya uang segitu nggak ada apa-apanya sayang. Besok deh aku bilang sama si bos. Tapi jangan lupa kirim fotonya, pasti si tengik itu ingin lihat dulu orangnya seperti apa." Ucap Jason seraya mencubit pelan hidung mancung istri ke duanya itu. 


"Oke." Sahut Rebecca tersenyum manis, lalu mencium bibir sang suami dan tentu saja di balas oleh Jason. 


"Yang, pengen!" Rengek Jason dan di angguki oleh Rebecca. Tak membuang waktu Jason langsung membopong istrinya ke kamar dan melakukan apa yang harus di lakukannya.


🖤🖤🖤🖤🖤