Lima
Abqa tersenyum mengingat kejadian menjelang subuh tadi. Gadis itu cukup terkejut melihat dirinya ada dipesantren yang sama. Jujur melihat penampilan gadis itu yang rapi dengan jilbab lebarnya terlihat lebih anggun dan sangat menarik. Jauh berbeda ketika dia masih memakai pakaian kebesarannya saat masih menjadi pengacara yang belum menutup aurat. Cantik sih, tapi lebih cantik setelah berhijab.

Bersiap-siaplah dengan kejutan-kejutan yang lainnya Kayla Faradisa. Cowok usia tiga puluh tahun itu melangkah menuju meja kecil dan mengambil Al- Qur'an mungilnya berniat untuk Muroja'ah. Ah, semoga saja hafalanku masih utuh, batinnya. Kesibukan akhir-akhir ini cukup membuat pikirannya kusut masai. Dan jujur dirinya pun membutuhkan sebuah ketenangan.

Tiga tahun lalu sebelum ayahnya menyerahkan estafet kepemimpinan Agler Crop untuk di kelola oleh diriya, kehidupannya sangat tenang penuh dengan kedamaian. Namun, akhirnya ia harus terjun kedunia yang tak pernah diinginkannya. Dulu keinginannya cukup sederhana, hanya ingin menjadi dosen bahasa arab dengan menempuh pendidikan di negeri para nabi agar keinginan itu tercapai. Tapi, ayahnya memaksa untuk mengambil kuliah ekonomi sampai menyandang gelar master di Oxpord. universitas terkenal di dunia. Setelah berhasil lulus dengan predikat suma camlaude dia akhirnya harus mengurus sebuah perusahaan yang selalu berusaha untuk dihindarinya. Dan kini ia memegang jabatan presiden direktur menggantikan posisi ayahnya.

Banyak hal yang membuatnya terkejut ketika memegang estafet kepemimpinan Agler Crop. Ayah yang selama ini dipikir adalah hero dalam hidupnya, ternyata sangat mengecewakan. Permainan bisnis yang menghalalkan segala cara serta perempuan-perempuan yang menjadi wanita simpanan ayahnya. Rasanya mengetahui semua itu sangat menjijikan bagi Abqa. Setelah ayahnya pergi dengan meninggalkan banyak masalah diperusahaan, Abqa baru sadar bahwa yang sudah dibangun ayahnya dengan catatan hitam harus dirombak total. Tidak akan ada keberkahan di dalamnya jika Agler crop masih seperti dulu. Beruntung bagi Abqa memiliki bunda yang mendidiknya dengan baik. Bahkan bundanya rela membuka toko kue hasil keringatnya sendiri, agar uang hasil jerih payah ayahnya tidak termakan sama sekali oleh anak-anaknya. Karena bunda yang terlahir dari keluarga yang agamis sangat tahu bahwa harta yang makan dari hasil korupsi, menyuap, menipu, tidak akan ada keberkahan buat keluarganya.

Hari ini Abqa sengaja tidak pergi ke kantor, semua pekerjaan diserahkan pada orang kepercayaannya. Dia cukup memantaunya dari jauh. Sementara ingin beristirahat dari segala macam keruwetan, dengan hibernasi di pesantren milik pamannya. Sekalian menyusun rencana mendekati Kayla, semoga saja gadis galak itu mau menjadi istrinya.

Komentar

Login untuk melihat komentar!